Wednesday, 23 April 2014

"Gak ada yang Sia-sia"

Hai dirimu!


Sudah 6 bulan kita menjadi seperti sekarang. Kalo kita iseng mengingat masa lalu mungkin kita berdua akan tertawa-tawa geli mengenang masa-masa dulu ketika kita berdua belum seperti sekarang. 

Jalan,nongkrong,ketawa-tawa bareng, bahkan lupa kapan kita pertama kali berkenalan.

Masih ingat waktu pertama kali nonton diriku manggung di kafe suram di tengah kota Jakarta. Waktu itu kamu bilang lagunya gak jelas tereak-tereak gitu. Lalu kita habiskan waktu bersama teman-teman yang lain di Cikini (masih inget gak?).

Masih ingat waktu kamu pinjam buku Khalil Gibran punyaku dan balikinnya waktu  keponakan teman kita ulang tahun di daerah Artha Gading, 2 tahun berselang dan kondisi bukunya masih dalam kondisi yang bagus tanpa cacat karena kamu tahu aku itu kalo urusan buku pasti rewel.

Masih ingat waktu manggung di acara kampusmu. Dibikin di Gandaria City trus ada orang aneh yang naik ke panggung.

Masih ingat waktu kuhembuskan asap rokok tepat di wajahmu. Kamu ngambek, waktu itu kita lagi ngumpul ngobrolin temannya Rani yang katanya bisa membaca nasib dan karakter orang lewat wajah.

Masih ingat dengan kemeja yang kuberikan padamu untuk menutupi kepala ketika kita hendak menyeberang jalan di kala hujan mengguyur.

Dan kisah manis di kota Depok.

Masih ingat waktu kamu berteriak histeris ketika aku menyelip-nyelip liar mencari celah di atas roda dua sampai hampir menyenggol mobil di kanan dan kiri. Kita menuju teater legendaris di Jakarta, menatap hujan berdua sambil bicara tentang dunia.

Masih ingatkah dirimu dengan hari indah itu?
Ketika bulan purnama tepat menyinari kepala kita
Di bagian utara kota Jakarta yang menjadi saksi bisu
Ketika kita yang terbuai oleh suasana manis tersebut saling bicara tentang risiko dan pembenaran.
Hari di bulan Oktober itu...

Semoga kita begini terus sampai batas yang mampu ditoleransi oleh peraturan semu buatan manusia yang mewakili Tuhan. Semoga kamu tidak lelah dengan kejamnya realita. Gak ada yang sia-sia, kalaupun kita dipaksa untuk menyerah dengan semua ini tapi ingat satu hal: Semua kenangan tentang dirimu akan selalu tersimpan manis hingga hari terakhirku di dunia ini.

Gak ada yang sia-sia manisku...

Related Articles

0 komentar: