Sunday, 5 March 2017

Just Trash, You and Me




Maybe, maybe it's the clothes we wear,

The tasteless bracelets and the dye in our hair,

Maybe it's our kookiness

Or maybe, maybe it's our nowhere towns,

Our nothing places and our cellophane sounds,

Maybe it's our looseness,

Akhir tahun kemarin lagu ini menjadi semacam "lagu wajib" yang terus-menerus diputar di playlist telepon genggam gue. Lagu yang membuat gue sadar kalau gue begitu berbeda dan sebaiknya gue gak perlu minder dengan apa yang gue punya sekarang. It's about the values I have. Nilai-nilai yang gue pegang dan gue gak perlu membandingkan itu dengan orang-orang lain. Just do my things

Maybe, maybe it's the things we say,

The words we've heard and the music we play,

Maybe it's our cheapness,


Or maybe, maybe it's the times we've had,

The lazy days and the crazes and the fads,

Maybe it's our sweetness,

Gue mengubah diri gue mejadi lebih legowo dalam menjalani kehidupan yang sebenarnya gak keras-keras amat,berjalan ke tempat yang gak jauh-jauh amat,dan membiasakan sesuatu yang tidak biasa itu sebenarnya gak susah-susah amat. 

Tiba-tiba gue dipertemukan secara ajaib dengan seseorang yang menimpa semua warna yang sudah aman menjadi sesuatu yang lebih liar dan ugal-ugalan. Lagu ini adalah representasi dari dia yang mengajari gue untuk saling menopang.

Kita adalah dua orang pesakitan dengan berbagai kompleksitas pemikiran yang akut. Tertawa atas nasib yang sebenarnya tidak begitu buruk tapi entah mengapa pikiran kita membuat masalah tersebut membengkak. Kita begitu curiga terhadap apa yang ditawarkan kehidupan kepada kita sehingga setiap langkah yang kita ambil penuh keraguan dan kecurigaan. 

Aneh memang ketika dua orang pesakitan ini disatukan yang terjadi bahkan tergambar dalam lagu ini....


But we're trash, you and me,

We're the litter on the breeze,

We're the lovers on the streets,

Just trash, me and you,

It's in everything we do.
It's in everything we do...

Kita adalah pesakitan yang berbahagia. 

Makan di pinggiran,menghindari keramaian,bicara filsafat hingga teologi,tertawa-tawa di balik jas hujan,nostalgia sederhana dengan masa kecil,debat kusir di perjalanan,berkhayal tentang masa depan, merajut ide serta identitas,terkadang menikmati kopi artisan sambil berbicara tentang penderitaan, kita berbeda memang dari orang-orang lain. Kita menerima semua dan kita menjadi orang yang lebih baik lagi dari sekarang.

Yeah, we're trash, you and me,we're the litter on the breeze, we're the lovers on the streets, just trash, me and you, it's in everything we do.





Song: Suede - Trash
Pokoke gue pengen lagu ini diputer kalau gue married nanti

Related Articles

0 komentar: