Showing posts with label catatan. Show all posts
Showing posts with label catatan. Show all posts
,

Kaskus English Forum Gathering: Rumpi Kala Hujan!

July 17, 2011 Samuel Yudhistira
Halooooww semua! Apa kabarnya??

Buruk?? Sama, gw juga demikian ^__^


Well, tapi weekend gw gak seburuk muka gw (frankly!), kebetulan kemarin gw sebagai anggota dari BECK (Bekasi English Community on Kaskus) mendapat undangan dari Kaskus English Forum untuk menghadiri gathering yang mereka adakan di Plaza Semanggi.

Kebetulan gw nganggur, yoweslah berangkaaat! Dan temen gw sesama anggota BECK juga ngajakin berangkat bareng naik motornya dia buat ketemuan lagi sama anggota lainnya di wilayah Kalimalang.

Dan setelah ketemu sama oom Mercky (dedengkotnya BECK neeh!) kita melanjutkan perjalanan dulu tapi mampir ke Tebet karena ada satu temen lagi yang asalnya dari JAMBI, dan kebetulan lagi di Jakarta dan pengen ikutan gathering bareng kita, buseet ni orang kaskuser sejati, bung!

Reza, anda memang hueebaatt!! :D

Dan nyampe di Sky Dinning, Plaza Semanggi di siang hari yang ada hanyalah... Pemandangan kabut asap polusi ibukota, lagian ke sono siang-siang :D

Here's some pictures, thank you agan NRN (Nanda), nice pictures, mate!



Di puncak?? Bukan! Semanggi! :D


Reza and oom Mercky


Nanda (kanan!)


Sebagian struk yang berhasil diabadikan... Sisanya masih banyaaak!!



Sorry folks! Reserved for the gath, y'all!



Beda lokasi nih... paling kiri agan orthanc tengah: Lord(?) (kalo gak salah!) paling kanan: SamuelBlues



Special thanks untuk agan orthanc atas undangannya buat BECK, nice to meet y'all!



Oom Mercky's peace symbol ^__^



Meet the groovy people



Meet the crowd :D



And here is Shawn from Korea. Walau asal dari Korea tapi jiwanya lebih ke-Indonesia gw rasa, ehh btw doi ini moderator Kaskus di English Forum lhoo!

PS: Shawn, stop call me "Maho", man! hahahaha


Astaga.. ini mulut nya pada kaya lokomotif kali yahh... tebak ada berapa merk rokok di situ?? :D

Anyway, that was a groovy day for me and my folks from BECK! It was a pleasure to be a part of you guys from EF! Can't wait to see you at another gath! Cheers!


Dan di perjalanan balik gw terkena wet sensation akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta di malam hari.

,

Guilty of Being Right!

July 02, 2011 Samuel Yudhistira
Postingan ini sedikit terinpirasi dari judul lagunya Minor Threat - Guilty of Being White...

But.. I'm not going to tell you about racism thing :D

Sekarang itu di Indonesia lagi ada fenomena terbalik: BERSALAH KARENA BENAR! Well, yeah indeed! Banyak hal yang unik dan salah yang di"benar"kan di negara kita tercinta ini.

Salah satu hal terunik dan rada ekstrem itu adalah kejadian yang ada di Surabaya. Can you believe it?? Orang yang melakukan tindakan pengendalian sosial terhadap penyimpangan justru dimusuhi bahkan dianggap musuh oleh orang-orang sekitar karena dianggap tidak mempunyai rasa solidaritas.

WOW! SOLIDARITAS...

Tau apa ente soal SOLIDARITAS???

Justru semestinya bangsat-bangsat yang mengatasnamakan SOLIDARITAS itu harusnya malu! Mereka itu gw anggap sebagai orang yang menyalahgunakan arti kata solidaritas sebagai tameng untuk membenarkan tindakan mereka.

Man, your words are really mean...

Buat apa pake kiasan-kiasan manis buat menggambarkan orang-orang yang mental-nya rendah seperti itu. Kebagusan!

Gw bukannya mau sok suci. Jaman SMA gw juga sering nyontek! *oops*

Tapi gak sampe massal begitu! Lagian juga diem-diem aja. Di sini gw menyayangkan tindakan guru yang justru bertindak amoral dengan membiarkan hal tersebut terjadi. Seharusnya teguran diberikan jika ada kecurangan yang terjadi jangan justru dibiarkan. Apalagi usia mereka terlalu rentan (masih SD, cuy!!) sehingga jelas bibit-bibit generasi baru koruptor tengah ditanam di dalam SD tersebut.

Trus apa bedanya nyonteknya elo di SMA sama nyontek massal di SD itu??

Let's comparing:

Gw nyontek di SMA itu gak didukung sama guru secara terang-terangan

Ketika nyontek mulai tetep di tempat gak ada yang slonong boy seenaknya trus didiemin sama gurunya.

Kadang ada guru yang "mengizinkan" nyontek terjadi dengan syarat: "Jangan sampe ketahuan sama saya!"

Nyontek terjadi dan diketahui hanya di kalangan siswa. Guru gak ada yang tahu!

Waktu nyontek itu hanya terjadi akibat kepepet dan gak pake gladi resik sehari sebelum ujian seperti yang terjadi di Surabaya.

Sehingga perbedaan mencolok akan sangat terjadi jika dibandingkan dengan sekumpulan bocah SD yang nyontek di kelas dengan skala yang besar dan tidak tindakan preventif dari guru yang mengawas. Suatu ironi yang luar biasa bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Anyway... Nasib orang-orang yang berusaha jujur juga gak kalah menggenaskan. Diusir dari rumahnya dan dicap sebagai pengkhianat sampe harus pindah rumah ke kota lain. Suatu hal yang sangat tidak layak terjadi bagi orang yang membela kebenaran.

*itulah akibatnya kalo membela kebenaran... Hidupnya gak enak!* ^__^

Di dunia perpolitikan Indonesia... wah gak usah ditanya! Kata SOLIDARITAS jelas menjadi jurus ampuh dalam memuluskan lobi-lobi politik yang sudah menjadi rahasia umum bagi kebanyakan rakyat Indonesia.
Anehnya... Kenapa akhirnya timbul kesan kalau orang-orang yang jujur dan benar di bangku pemerintahan dipaksa untuk tersingkir dari bangku pemerintahan.

Apa mungkin orang jujur itu gak bisa solider? Atau mungkin orang-orang yang gak jujur merasa gak nyaman dengan orang satu jujur di antara mereka? Atau mungkin mereka takut "rahasia kecil" mereka terbongkar dan mereka lengser dari kursi mereka?

Sehingga pada akhirnya orang-orang yang memperjuangkan kebenaran harus menerima resiko besar yang tak ayal kadang mengancam nyawa mereka. Kita sudah punya contoh:. Alm. Munir yang berjuang demi HAM harus tewas terbunuh.

Masih banyak pejuang-pejuang keadilan yang harus kehilangan nyawa karena pembelaan mereka terhadap hal-hal yang benar dan patut dibela.
Yahh... like it or not it's my country, welcome to Indonesia then. Sebuah negeri beribu pulau nan elok tetapi penuh korupsi dan ketidakadilan.

Yeah... Guilty of Being Right....
, , , ,

Catatan...

September 21, 2009 Samuel Yudhistira
Hmm...

Gw lagi semangat '45 nih baca salah satu buku catatan paling menghebohkan dan menurut gw bisa disejajarkan sama buku catatan harian Anne Frank. Judul bukunya "Catatan Seorang Demonstran" buku ini isinya tuhh catatan seorang yang bernama Soe Hok Gie, dia seorang yang bisa disebut sebagai pahlawan orde baru yang berhasil menggalang banyak mahasiswa untuk demo dan turun ke jalan buat menurunkan kekuasaan orde lama yang dipimpin Soekarno. Kebetulan buku yang gw punya itu buku cetakan kedua tahun1983, jadi masih "versi asli" dari penerbit LP3ES.Buku ii bener" jujur ngungkapin tentang isi prasaan dari sang penulis tersebut dan cita" Soe Hok Gie dalam membela rakyat kecil bener" tulus. Jarang ada orang kayak dia dan gw bener" kagum dengan smua karya dia.

Tulisan" dia yang biasa dimuat di koran bahkan sangat lantang dalam menentang kebijakan pemerintah kala itu yang dianggap tidak membela rakyat. Dan dengan kehebatan dia dalam berorasi dan intelektualitasnya dia berhasil menggalang kekuatan untuk menurunkan presiden Soekarno kala itu.

Dan setelah membaca buku "Catatan Seorang Demonstran" tersebut gw jadi amat sangat tertarik buat ngebikin catatan serupa. Banyak juga orang dengan catatan mereka yang berhasil menarik perhatian dunia yang bahkan mereka sendiri tidak sadari kalau mereka sudah berhasil mencatat sejarah yang tak ternilai harganya.

Dan catatan Soe Hok Gie amat sangat menginspirasi gw dari sejak gw SMP. Masa transisi gila-gilaan waktu itu dan gw berpedoman pada sebuah buku yang cukup extreme buat anak seusia gw waktu itu. Gw suka dengan cara Soe Hok Gie mengolah catatan, dan pikiran" yang dituangkan ke dalam catatan miliknya juga sangat menggugah hati.

Ketika orang mempertanyakan ke-"Indonesiaannya" dan mengenai problema cinta semua dia tulis secara lugas dalam catatan. Walaupun dia hidup dalam kesepian dan menjalani hidup secara skeptis (hal yg gw ga suka dari buku ini!) tapi sebagian besar catatan itu amat sangat bermakna. Kadang juga dengan catatan itu gw juga bisa ngebayangin situasi Jakarta tahun 50-60an yang dijelasin cukup rinci di dalam catatan.

Dan hal tersebut pengen banget gw lakuin dalam kehidupan gw, karena juga gw ngerasa kehidupan yang gw alami dan jalani penuh dengan kebimbangan dan absurd. Artinya, selama ini hidup gw terlalu penuh dengan warna sehingga terkadang membuat semuanya jadi ga bermakna. Bukannya hidup gw ga punya arti! Gw bukan orang yang skeptis dan pesimis menjalani kehidupan, gw sudah punya tujuan dalam hidup sehingga gw hanya tinggal mengikuti jalur tersebut dan Tuhan yang mengatur.

*Kalo iman lo belom kuat jangan baca buku ini!*

Eniwei selain catatan Soe Hok Gie gw juga lagi baca kumpulan cerpen Ernest Hemingway yang judulnya "The Fifth Column". Ceritanya bagus. Ditulis oleh Ernest Hemingway dengan latar belakang Perang Saudara Spanyol tahun 1938. Dari buku itu gw jadi diajak serasa gw tuhh berada di Madrid tahun 1938 dan melihat dengan sendiri situasi rakyat sipil di waktu perang. Man, it's totally awesome!

Selain itu, gw juga udah selesai juga ama "kitab suci" kaum Nazi: Mein Kampf. Katanya sih buku yang ditulis ama Adolf Hitler ini bertujuan buat propaganda kaum Nazi terhadap rakyat Jerman sehingga menimbulkan kebencia terhadap kaum etnis non-Jerman. Setelah gw baca ampe tuntas gw emang menemukan cara berpikir Hitler mengenai kebanggaan dirinya sebagai orang Jerman dan dia berusaha membuat orang Jerman yakin akan kebanggaan mereka sebagai orang Jerman sehingga membuat orang yang bukan Jerman harus dimusuhi. Ini juga termasuk catatan gila yang berhasil menimbulkan sebuah perang besar yang ditulis Hitler di penjara tahun 1920-an.

Berarti catatan harian itu terkadang bisa menjadi sesuatu yang menggemparkan. Contoh paling simpel catatan harian Anne Frank yang ditulis dari tahun 1942-1944 dan meceritakan tentang kehidupan orang Yahudi di Belanda yang dikejar" oleh tentara Nazi dan catatan tersebut menyimpan nilai sejarah yang amat berharga.

So, apakah gw akan mulai menulis catatan" kehidupan gw?

Sapa tahu aja suatu saat orang perlu! :)