Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts
, , , ,

Eulogy

February 21, 2023 Samuel Yudhistira

Samuel Yudhistira was an exceptional man. He was a bundle of joy who would never stop making people laugh. His selflessness is his strongest characteristic. His willingness to do something for a friend is something that will never can be imitate by other people. He's one of a kind. A rare breed of a person. A little bit shy but he has the biggest heart. I am proud to have known him in my life.

I just want people to know that he was my best friend.

Sam,  too soon my friend...too soon. I'll cherish all the memories that we share together, all the good and bad things, and all the love we...sorry... *crying in spanish*

I met him at the very strange time of my life. He was so kind to me. I was filled with rage and anxiety when he first greeted me. He was such a sweet soul. I love him like my own brother. 

Heaven done called another good person back home.

Karena pada suatu hari yang cerah nanti ketika dunia lama ini sudah musnah diterjang cahaya terang dari langit di saat itulah kita akan bertemu kembali dan bercerita tentang betapa kita sudah memuliakan hidup dengan cara kita yang ajaib dan betapa kita menikmati setiap detik terjadi di dalam kehidupan kita. Mungkin kamu tidak akan ingat diriku. Begitupun aku tidak akan mengenal dirimu. Bukankah lebih menyenangkan ketika kita bisa bertemu kembali dan berkenalan kembali untuk pertama kalinya? 


*Senayan, 2017*

I don't think you need another lover anyway. 

Yeah? What do you think I need the most right now?

Pasta.

Pasta? You gotta be kidding me, right?

Nope. And I know a place with the best pasta.

Well, would you be my guide then, MR PROFESSIONAL?

With pleasure! 


Lalu dimulailah ritual panjang menjelang pagi ketika semua orang masih terlelap dan bermain dengan mimpi-mimpi mereka yang tidak seberapa itu. Mulailah kalian berdua mementaskan tarian pemanggil matahari dengan lampu-lampu jalan dan gembel tidur yang menjadi audiens kalian. Tak peduli lagi! Hanya mau bergerak dan terus bergerak. Mau mereka tidak memperhatikan pun yasudahlah, ngapain juga dipikirkan? Hanya pecundang-pecundang tolol yang berpentas hanya untuk memuaskan penonton. Kita adalah mereka yang bergerak karena kita cinta terhadap hidup dan cinta terhadap diri kita sendiri.   


Life's a bitch! *sambil tertawa-tawa dengan gelas cocktail yang menyala-nyala*


Kamu sudah biasa melihat punggung seseorang berjalan menjauhi dirimu yang tak bisa lagi bergerak. Terpaku kakimu di atas tanah. Kau biarkan dirimu dihantam angin, panas, dan hujan karena kau begitu yakin bahwa dia yang kau percaya sepenuh hatimu akan menjaga dirimu dan juga kau bersumpah kalau kau tidak akan pernah berjalan mendahului dirinya. Pada akhirnya...kau sadar dirinya hanyalah ilusi yang muncul karena kesepian sudah menguasai kepalamu. 


Dengan tenang tanpa suara kau mulai berjalan menuju ke dapur. Matamu menerawang seisi ruangan...sayup-sayup terdengar suara dari luar, anak-anak tetangga bermain riang gembira tanpa pernah tahu bapak ibunya telah babak belur demi memenuhi kebutuhan hidup yang semakin mencekik isi rekening mereka. Berat langkahmu untuk meninggalkan rumah...kau dianggap sebagai manusia super, penyelamat dunia, dan seorang tangguh nan tegas penuh wibawa. Tapi tembok kamarmu selalu menertawai dirimu setiap malam ketika kau memeluk bantal dan mulai menangisi hidup. Seharusnya kau tahu bahwa dunia adalah tentang menderita dan hidup adalah tentang menguasai dunia. Mulailah bibirmu bergerak...komat-kamit baca doa yang tidak jelas akan didengar oleh siapa. Tiada air mata, tiada rasa takut, tiada rasa gentar, tiada rasa ragu, dan mulailah kau berkarya. Karya terbesar dalam hidupmu akan segera dirilis, karya terindah dalam hidupmu akan segera muncul. MONUMENTAL!!! Akan banyak orang yang terinspirasi dan mungkin tergerak dengan apa yang akan kau kerjakan. Kau cungkil tabung gas di dapur. Desis gas yang keluar dari tabung bagaikan orkestra yang mengiringi kau berkarya. Kau tarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan karbon dioksida untuk terakhir kalinya. 


HIRUUUUP!! HIRUUUP!! TAHAAAAAAAN!! AHHH MULAI KABUR PANDANGANMU!! BETAPA BAHAGIANYA DIRIMU KETIKA KAU MELIHAT WARNA UNGU KELABU MENGUASAI MATAMU....DALAM HATI KAU MENJERIT: KITA AKAN HIDUP SELAMANYA!! 


...........jadilah terang dan jadilah gelap.....jadilah terang dan jadilah gelap.....jadilah terang dan jadilah gelap.........jadilah terang dan jadilah gelap......Kita semua adalah mereka yang menjalani apa yang sudah tertulis dengan begitu rapi selama ribuan tahun dan mempercayai orang-orang yang secara bergantian menguasai panggung megah maha suci sedari kita kecil. Rasa takut akan penderitaan yang abadi membuat kita bertahan dalam penderitaan "sementara" yang dijanjikan. Kalau memang keabadian itu adalah tentang menikmati waktu tak terbatas dalam kebahagiaan mengapa kita tidak pernah diberikan kebahagiaan sementara sebagai sebuah "teaser" untuk mengejar kebahagiaan abadi. Bukankah produk-produk dunia juga diawali dengan tester? Bukankah para pedagang juga memberikan garansi kenikmatan dan manfaat atas produk yang mereka jual? 

Aku adalah dia yang dijual dan dibeli oleh orang-orang yang mampu membelinya dengan iming-iming rasa aman dan meminimalisir potensi kerugian finansial di masa depan. Aku adalah dia yang jatuh cinta pada ide dan membuang semua peluang karena yakin pada sesuatu yang tidak tentu arahnya. Aku adalah dia yang mengumpat tentang hidup tetapi secara bersamaan turut menikmatinya. Aku adalah dia yang benci hirarki tetapi tunduk pada sistem. Aku adalah dia yang tertawa di siang hari dan menangis hingga keluar darah di malam hari. Aku adalah dia yang menyajikan nasi hangat pada mereka yang tidak butuh-butuh amat sementara setengah mati menahan lapar. Aku adalah dia, aku adalah kamu, aku adalah kita, dan aku adalah mereka. 


Kembali kepada para para hadirin yang tidak terhormat. Mereka yang berduka selama beberapa jam lalu berpesta pora dan lupa bahwa satu jiwa telah hilang dari antara mereka. Kita dengarkan kembali omong kosong yang mereka ingin sampaikan di depan khalayak:


Samuel Yudhistira was an extraordinary man in ordinary world. He was unique. He was kind, sweet, exceptional, and.....*sobbing*......sorry....I can't....I love him....I love him....Why? Why God? Why him? 


Good man dies young. God loves him more...


#SCENE 173#

<MASIH DI RUMAH DUKA>

<RANGKAIAN ADAT>

<ORANG GEREJA DATANG>

<TUTUP PETI>

<BRIEFING TENTANG PENGANTARAN JENAZAH>

<PERJALANAN>

<MASUK JALUR BUSWAY. KARENA...WHY THE FUCK NOT?>

<TIBA DI TPU...YAH KARENA DIA ORANG BIASA...LAGIAN NGAPAIN JUGA DIKUBUR??>

*do our ruins benefit the earth?*

<LIANG LAHAT: READY!>

<DOA GAK PENTING>

<NYANYI>

<TABUR BUNGA>

<KELAR>

<PULANG>

<SAMPAI RUMAH MAKAN-MAKAN>

<CERTA TENTANG KENANGAN>

<CERITA TENTANG HARI-HARI TERAKHIR>

<PENYESALAN>

<TAMU-TAMU PULANG>


......and in another six weeks he'll be unknown....OH! Lupa! Selama scene berlangsung gawai-gawai sibuk mengabadikan momen-momen tersebut! IHHH GILAAAK! YAKALI GAK DIUPDATE!! Sam tuh friend gue bangeeett!!


The stars are not wanted now: put out every one
Pack up the moon and dismantle the sun
Pour away the ocean and sweep up the wood,
For nothing now can ever come to any good


Don't shed your tears because I've gone. But please put back that smile because I have lived...I know...nobody dies tonight...you will live a lit bit longer than me, that's for sure, and to that I'm totally grateful that i've blessed with love and to be loved was the best feeling ever. 


Dear parents,

Don't kill your children! 


Dear lovers,

Stop pretending! 


Dear friends,

Thank you for not giving up on me! 


Dear sinners,

May Lord have mercy on you


Dear saints,

FUCK YOU ALL!


Dear government,

I don't believe in you!


Dear you,

Happy now?

, ,

Di Atas Langit Mereka Bicara Tentang Kita

September 26, 2022 Samuel Yudhistira

Pada suatu hari ketika puncak dari segala keraguan mulai terkikis sedikit demi sedikit hingga menyisakan sedikit teror minor di kepala masing-masing, di hari itulah kita dipertemukan karena malam sedang memanas oleh uap-uap keringat keriaan. Bahkan dari jarak yang tidak dekat pun sudah tersiar aura menyenangkan dari dirimu yang berdansa sedikit resah penuh keraguan. Setelah sebelumnya kita saling berpandangan penuh kagum di layar kaca gawai kita, sekarang untuk pertama kalinya mata kita berjumpa, tangan kita saling menggenggam, dan kudengar namamu untuk pertama kalinya lalu tersimpan di dalam memori otak yang mulai rapi setelah bertahun-tahun didera kerusakan parah akibat serangan virus-virus kehidupan.

Lalu bicaralah kita penuh canda tawa hingga lupa kalau kita sudah memulai hari yang baru dan matahari akan muncul kembali membawa harapan baru bagi mereka yang menantikan dengan penuh harap. Dengan penuh ragu kuturuti kemaunmu untuk membawaku kembali ke rumah.  Kulawan rasa ragu, malu, dan mau untuk duduk di kursi depan mobilmu. Penuh curiga, kugenggam erat totebag yang kubawa karena takut kalau-kalau ada "booby trap" di glovebox mobilmu. Kau ajak aku tenggelam dalam genangan kenangan yang baru saja aku coba keringkan dengan penuh dan keringat. Aku benci dunia seperti aku membenci diriku sendiri. Amuk redam yang tertumpah dan membekas di kepalaku mulai perlahan digosok hingga hilang semua bekasnya. 

Semua diam tanpa suara, lampu-lampu jalan memancar menujukkan sosok wajahmu yang tersenyum. Di balik senyum itulah kulihat derita minim cinta. Di balik senyum itulah terlihat rasa takut. Di balik senyum itulah terpancar rasa was-was. Di balik senyum itulah terlihat kau sedang mengkalkulasikan baik/buruk, senang/sedih, untung/rugi.

Karena suatu hari nanti kamu akan memeluk rembulan, menyerap habis cahayanya, lalu berjalanlah kamu di jalanan Jakarta penuh cahaya hingga semua mata tertuju tajam hanya kepada kamu seorang. 

Matamu bicara kepadaku tentang betapa engkau menolak untuk percaya kembali kepada setiap laki-laki yang datang dan bicara tentang pengharapan. Gelap sudah semua cahaya hilang diterkam kejamnya kehidupan dan tanpa suara matamu bicara tentang betapa engkau pasrah menerima keadaan sekarang dan hilanglah semua cahaya pengharapan dari matamu. Tetapi mataku menusuk masuk menerjang semua tirai matamu dan berkata kalau dunia itu punya spektrum yang jauh lebih banyak daripada yang engkau lihat di masa lalumu. 

Ke dalam ketidakpastian kuserahkan kehidupanku dan atas nama mereka yang berjalan terus ke barat kubersumpah akan mengangkat semua rasa malu dalam diriku. 

Dalam gelap malam ketika peraduan memanggil raga yang letih akibat didera oleh angin kejam jalanan seorang bijak berkata: "Your road I enter upon and look around, I believe you are not all that is here, I believe that much unseen is also here."

Karena sesungguhnya saya pun merasa kalau jalan menuju ke dalam pikiranmu yang berlik-liku itu sungguh menyenangkan. Kamu mengajarkan saya untuk menghajar setiap halangan dan bertindaklah sesuai dengan filsafat paling sederhana yang pernah dibuat oleh umat manusia. Apalah artinya hidup kalau kau  hanya berputar-putar di dalam ruangan 3x4 sambil berpikir kalau mereka yang menikmati hidup saat ini adalah segelintir manusia yang memenangkan lotere kehidupan, datang dari keluarga yang punya kendali sekaligus kuasa? 

Kesederhanaanku lahir dari ketiadaan, kesederhanaanmu lahir dari kemampuanmu menolak. 

Hey! Bukankah kita berdua sama-sama tahu kalau kita adalah benih-benih yang ditanam lalu diharapkan untuk tidak tumbuh? Bukankah kita juga sama-sama tahu kalau hari-hari itu aneh dan hidup ini adalah hidup yang paling ajaib? Sudah sepatutnya kita menerima ketidakpastian dan menerima kalau kita adalah seonggok daging diberi nyawa dan kebodohan untuk bisa belajar dari kesalahan.

Nobody wants me, nobody needs me.

Ketika dunia menimpamu, ketika mereka meludahimu, ketika manusia lain memanfaatkan keindahanmu, akan kuberi tahu kepadamu:

All seems beautiful to me,
I can repeat over to men and women 
You have done such good to me I would do the same to you,
I will recruit for myself and you as I go,
I will scatter myself among men and women as I go,
I will toss a new gladness and roughness among them,
Whoever denies me it shall not trouble me,
Whoever accepts me he or she shall be blessed and shall bless me.

Kalau kau berpikir bahwa dirimu adalah bencana gila yang datang dari antah-berantah untuk menanamkan
luka dalam kulitku, maka dengan lantang dan lugas aku berkata bahwa dirimu adalah alien dari planet di 
ujung galaksi, datang untuk membawa cerita-cerita tentang betapa lucunya kehidupan.

Kalau kau berpikir bahwa kau tidak mengubah dunia...maka aku akan berkata bahwa setidaknya kau telah
mengubah duniaku. Dunia penuh distraksi, dunia penuh distorsi, dunia penuh delusi....bukankah....itu 
semua cukup, manisku?

Angkat tinggi gelasmu, tantang gravitasi egomu, dan bersulanglah untuk kepahitan masa lalu yang akan kita hajar bersama.