Wednesday, 25 January 2012

The Fifth Column and Four Stories of The Spanish Civil War



Well, ini adalah buku yang sangat gokil sodara-sodara, wajib dimiliki bagi setiap penggemar sastra klasik Amerika.

"The Fifth Column and Four Stories of The Spanish Civil War"

Berisi satu naskah drama yaitu "The Fifth Column" yang sudah pernah dipentaskan di Broadway, dan 4 buah cerita pendek yang ditulis Hemingway selama Perang Saudara Spanyol (1936-1939) antara kaum fasis dan kaum komunis.

Buku ini adalah buku Ernest Hemingway gw yang paling pertama, gw beli tahun 2003. Artinya gw masih berumur 11 tahun ketika membaca buku ini (emang gila selera buku gw). Dan udah gw baca beberapa kali tanpa pernah bosan. Oke, kalo gitu mari bahas cerpen-cerpen yang ada di dalem buku sakti ini.

Cerpen-cerpen ini semua adalah kisah hidup Ernest Hemingway selama ia bertugas di Spanyol untuk meliput perang tersebut.

1. The Denunciation (Pengaduan)

Berkisah tentang sebuah bar yang ada di Madrid tempat favorit Hemingway selepas tugas di garis depan. Sebuah tempat yang digambarkan sebagai tempat yang sangat familiar dan nyaman untuk saling berbagi kisah tentang politik dan perang. Hingga tak jarang ada orang yang mempertaruhkan nyawa-nya untuk menikmati suasana di Chicote's Bar, Madrid, kala perang berkecamuk dan memecah Spanyol menjadi dua

2. The Butterfly and the Tank (Kupu-kupu dan Tank)

Masih seputar Chicote's, kisah tragis tentang seorang pria yang kehilangan nyawa demi hal-hal yang konyol dan tidak punya makna sama sekali.
Keceriaan seseorang yang disalahmaknakan menjadi teror bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

3. Night Before Battle (Malam Sebelum Pertempuran)

Kisah yang paling gw suka di buku ini.
Mengisahkan tentang seorang prajurit yang akan maju ke garis depan dan memiliki firasat akan terbunuh dalam tugas. Menggambarkan perasaan seseorang yang menghabiskan malam terakhirnya di dunia sebelum ia maju ke sebuah misi yang mungkin akan merenggut nyawanya.
Dan cara Hemingway menggambarkan pergolakan prajurit yang menumpuk dendam atas kematian rekan-rekannya sangat luar biasa.

4. Under The Ridge (Di Balik Punggung Bukit)

Kisah tragis yang menimpa seorang prajurit asing di medan laga, di mana ia "lari" dari pertempuran, dan ia merasakan beban berat yang selama ini ia pikul terlepas dengan damai dari pundaknya. Walaupun semua itu harus dibayar dengan nyawanya sendiri yang dipaksa untuk kembali ke medan laga.

Pokoknya kisah-kisah di buku ini sungguh menggambarkan suasana Spanyol di masa perang. Banyak kecurigaan,ketakutan,amarah,dendam,kebingungan,dan kedukaan yang digambarkan secara gamblang di buku ini.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Ernest Hemingway:

"They wrote in the old days that it is sweet and fitting to die for one's country. But in modern war, there is nothing sweet nor fitting in your dying. You will die like a dog for no good reason."



Related Articles

0 komentar: