Monday, 22 August 2016

The Queen is Dead (1986)

source

I really can't wait to share about one of the best album of 1980's. Untuk para pendengar dan pengamat musik album The Smiths yang satu ini merupakan puncak musikalitas mereka. Di album ini juga terdapat lagu The Smiths paling ikonik dan puitis yang pernah ada. This album titled: "THE QUEEN IS DEAD".

Dirilis pada tahun 1986 di Britania Raya dan sukses menembus beberapa chart musik ternama di Inggris sampai Amerika Utara. 

Beberapa lagu The Smiths yang paling gue suka juga berasal dari album ini kya: "There Is a Light That Never Goes Out", "Cemetry Gates", "The Boy with the Thorn in His Side", dan "Bigmouth Strikes Again" adalah beberapa lagu The Smiths favorit gue yang berasal dari album ini.

Perpaduan gaya jangle pop,British Invasion,musik orkestra,rockabilly, sampai punk rock menghasilkan sebuah mahakarya yang bahkan sampai sekarang masih memberikan pengaruh yang signifikan terhadap musik. Album ini memberikan sebuah sensasi yang luar biasa dan membuat The Smiths dinobatkan sebagai salah satu band terbesar di Inggris pada saat itu.

Aransemen musik yang luar biasa dan penulisan lirik yang cerdas. Beberapa majalah musik di masa itu menulis banyak review positif terhadap album ini.

Okey, mari kita bahas lagu-lagu di album ini yang berhasil membuat gue semakin tergila-gila dengan mereka.


The Queen is Dead

Jujur, ketukan drum Mike Joyce di awal dan sepanjang lagu ini buat gue sangat heavy dibandingkan permainannya di lagu-lagu The Smiths lainnya. What a song... Ketika Johnny Marr mulai bermain dengan pedal wah-wah semua terasa begitu keras ditambah lagi dengan lirik-lirik pedas ala Morrissey. A very great song.

Pass the pub that wrecks your body
And the church, all they want is your money
The Queen is dead, boys
And it's so lonely on a limb

Frankly Mr. Shankly 

Otokritik. Nuansa music hall sungguh amat terasa di lagu yang jelas-jelas menyindir label musik tempat The Smiths pernah bernaung saat itu: Rough Trade Records. 

Frankly, Mr. Shankly, this position I've held 
It pays my way, and it corrodes my soul
I want to leave, you will not miss me 
I want to go down in musical history 

I Know It's Over

This is an emotional song, very emotional. This song starts with minimal drum, quiet strumming acoustic guitar and a bass that intersperses Morrissey's highlighted voice. Menurut gue lagu ini mengisahkan tentang perpisahan yang abadi, akhir dari sebuah cerita yang panjang dan indah. Sebuah lagu yang sangat-sangat indah. Cocok didengarkan di kala hujan. hehehe

Sad veiled bride, please be happy
Handsome groom, give her room
Loud, loutish lover, treat her kindly
Although she needs you more than she loves you

Never Had No One Before

Lagu tentang kesendirian, tentang seseorang yang kesepian. Gue sering banget dengerin lagu ini ketika gue sedang dilanda kesendirian yang benar-benar parah. Gue merasa seperti tokoh dalam lagu ini yang berjalan entah kemana meratapi kensediriannya. Jujur lagu ini berasa banget nuansa 80-an.

I know I'm alone
I'm alone, I'm alone, I'm alone

And I never, never had no one ever
I never had no one ever

Cemetery Gates

Huah, I love this song. Kaya cerita tentang dua orang yang main-main ke kuburan sambil bawa buku masing-masing. Di lagu ini setidaknya ada 3 nama penulis yang disebut: John Keats,William Butler Yeats, dan Oscar Wilde. Faktanya, Morrissey memang adalah seorang yang sangat mengagumi semua karya dari Oscar Wilde dan lirik-lirik yang dia tulis banyak mengambil inspirasi dari Oscar Wilde.

Bigmouth Strikes Again

Salah satu single yang dirillis dari album ini. Lagu ini punya tema umum tentang perilaku kebanyakan manusia yang lebih banyak bicara daripada bertindak. Yep, BIGMOUTH. Sebagai tokoh yang tidak mainstream lagu ini lebih melihat ke sisi orang yang sebenarnya tahu tapi memilih tidak banyak bicara seperti orang-orang yang sok tahu. Sikap. Suara backing vocal wanita di lagu ini ditulis sebagai Ann Coates yang sebenarnya hanyalah tokoh fiktif rekaan Morrissey dan Johnny Marr sebagai bahan lelucon. Nama Ann Coates sendiri diambil dari nama salah satu distrik di kota Manchester yaitu Ancoats. Dan suara backing vocal wanita tersebut adalah suara Morrissey yang bernyanyi dengan efek suara gas helium.

Bigmouth, bigmouth
Bigmouth strikes again
And I've got no right to take my place
With the human race

The Boy with the Thorn in His Side

"The thorn is the music industry," Morrissey pernah berujar demikian dalam salah satu interview. Industri musik yang tidak pernah mau mendengar dan tidak pernah percaya dengan kemurnian sebuah karya dan menilai bagus atau tidaknya sebuah lagu dari berapa uang yang dapat dihasilkan. Lagu ini adalah lagu The Smiths pertama yang muncul dalam promosi video. Sebuah bentuk materi promosi jenis baru yang meledak di tahun 80-an. Awalnya mereka menolak dengan alasan mereka bukan bagian dari kapitalisasi industri musik tapi pada akhirnya label yang menentukan. Lagu ini menjadi favorit gue jujur gue suka banget suara Morrissey di lagu ini. Harmonisasi dengan musiknya benar-benar menghipnotis.

The boy with the thorn in his side 
Behind the hatred there lies 
A murderous desire for love 
How can they look into my eyes 
And still they don't believe me? 
How can they hear me say those words 
Still they don't believe me? 
And if they don't believe me now 
Will they ever believe me? 
And if they don't believe me now 
Will they ever, they ever, believe me?

Vicar in a Tutu

Lagu yang jika didengarkan oleh "close-minded believer" akan menjadi suatu perkara yang cukup besar. Lagu ini terkesan seperti dark joke untuk gereja Katolik. Mengisahkan tentang seseorang yang ditolak dalam lingkungan Katolik dengan alasan "kurang suci". Topik yang berat dibungkus dengan lirik dan musik yang sangat playful. Morrissey kenyataannya memang dibesarkan dalam lingkungan Katolik yang sangat kuat tapi dia sendiri menyatakan bahwa dia tidak pernah percaya terhadap konsep ke-Tuhan-an.

There is a Light That Never Goes Out

Genius!
Lagu ini hebat..puitis nan romantis. Salah satu lagu paling hebat sepanjang sejarah. Gue suka lagu ini. Saking sukanya bahkan di salah satu tembok kamar gue judul lagu ini gue tulis beserta liriknya. gue gabisa jelasin lagi liriknya. Biarkan kalian menentukan. This is a very very great song. 

Take me out tonight 
Where there's music and there's people 
And they're young and alive 
Driving in your car 
I never never want to go home 
Because I haven't got one 
Anymore 

Take me out tonight 
Because I want to see people and I 
Want to see life 
Driving in your car 
Oh, please don't drop me home 
Because it's not my home, it's their
Home, and I'm welcome no more 

And if a double-decker bus 
Crashes into us 
To die by your side 
Is such a heavenly way to die 
And if a ten-ton truck 
Kills the both of us 
To die by your side 
Well, the pleasure - the privilege is mine 

Take me out tonight 
Take me anywhere, I don't care 
I don't care, I don't care 
And in the darkened underpass 
I thought oh God, my chance has come at last
(But then a strange fear gripped me and I 
Just couldn't ask) 

Take me out tonight 
Oh, take me anywhere, I don't care 
I don't care, I don't care 
Driving in your car 
I never never want to go home 
Because I haven't got one, da
Oh, I haven't got one 

And if a double-decker bus 
Crashes into us 
To die by your side 
Is such a heavenly way to die 
And if a ten-ton truck 
Kills the both of us 
To die by your side 
Well, the pleasure - the privilege is mine 

Oh, there is a light and it never goes out 
There is a light and it never goes out 
There is a light and it never goes out 
There is a light and it never goes out 
There is a light and it never goes out



Some Girls Are Bigger Than Others

Rada sexist deh lagu ini. Tapi itulah The Smiths dan Morrissey secara khusus sebagai penulis lirik yang luar biasa cerdas. Dalam salah satu wawancara dengan majalah NME tahun 1986 Morrissey pernah berkata, "The whole idea of womanhood is something that to me is largely unexplored," sehingga akhirnya lahirlah lagu ini yang mengekspos bagian tubuh dari tiap wanita dan bagaimana hal tersebut bisa menjadi perdebatan panjang antar wanita. This song closes The Smiths' third album, The Queen Is Dead. The comedic and rather frivolous lyrics are noted for standing in ironic contrast to the bleak tales told on the rest of the album. 

Yep, seperti statement dari drummer The Smiths, Mike Joyce, "Only Morrissey could get away with that lyric - vegetarianism, sexism, children being murdered."

Sunday, 21 August 2016

I Choose to be Sad

I love sad. Sadness makes you feel more than anything - Jeff Ament- (Pearl Jam)

Sadness is a very interesting idea, this idea of sadness being some kind of default setting that artists will go into. And then I started thinking about this idea of sadness and happiness, and the idea that sadness is very loud, and happiness is quiet. -Glen Hansard- (The Frames,Solo)

I find sadness and strife to be so much more interesting with an upbeat melody. -Zooey Deschanel- (She & Him, Solo)

Sedih. Kemungkinan adalah sesuatu yang teramat dihindari oleh kebanyakan orang. Sangat-sangat dihindari sampai-sampai kalau bisa tidak perlu merasakannya.

Tapi gue menemukan sesuatu yang cukup aneh untuk dilakukan. Kesedihan itu menarik. Suatu perasaan yang menyeimbangkan kehidupan. Coba bayangkan jika di dunia ini tidak ada kesedihan. God, it might be as boring as a plain cracker. 

Untuk mencapai kebahagiaan yang nyaris sempurna terkadang kita harus mengalami kesedihan dalam batas yang nyaris ekstrim. Wah bagaimana tuh maksudnya? Logikanya kya orang lapar, kalo orang kelaparan dikasih makan sederhana aja udah bener-bener senang. Nah, sama kaya gitulah kira-kira.

Intinya jangan sampe terlalu berlarut-larut. Kesedihan yang gue maksud di sini hanya sebagai sumber alternatif untuk membuat karya seni. Sedih boleh koq, berlarut-larut juga sebenarnya hak orang sih. Cuman kalo gue menemukan "fungsi" lain kesedihan sebagai bahan gue menciptakan banyak karya terutama di musik. Bukan jadi "emo thing" tapi lebih ke arah sedih sebagai lelucon. Life is just a joke.

Lagipula hidup gue lebih dekat dengan kesedihan. Kapan terakhir kali gue senyum? Is it wicked when you smile even though you feel like crying?

Iya yah, baru nyadar.

Marilah kita bersedih bersama-sama. Sedihlah. Lalu kemudian tertawa-tawa bukan dalam pengaruh "substansi" tetapi karena kita sadar kalau semua hanya lelucon yang luar biasa lucu. Happy sad. 

"It's really easy to slide into a depression fueled by the pointlessness of existence." -Robert Smith- (The Cure)



Monday, 8 August 2016

Strangeways, Here We Come (1987)

Another Smiths' album. Wajarlah, berhubung mereka band keren dan gue suka jadi gue mau berbagi tentang pandangan gue mengenai album keempat dan terakhir mereka: "Strangeways, Here We Come" yang dirilis 4 bulan setelah band ini menyatakan bubar di tahun 1987.

Let's just skip about the story behind this album ato musikalitas album ini. Orang lain mungkin punya skill dan tanggung jawab lebih untuk menceritakan hal-hal demikian. Di sini gue cuma mau menceritakan hubungan album ini dengan apa yang gue rasakan dan nikmati.


Ini mungkin adalah album The Smiths pertama yang gue punya dan dengerin. Pertama kali gue dengerin "Stop Me If You Think You've Heard This One Before", "Girfriend in a Coma", sama "A Rush and A Push and The Land is Ours" melalui album yang luar biasa ini.


Sayangnya, The Smiths bubar setelah rekaman album ini (waktu dirilis mereka udah bubar). Menurut sumber-sumber yang gue baca album ini juga adalah album favoritnya Morrissey dan Johnny Marr seperti yang dikutip dari perkataan Morrissey, "We say it quite often. At the same time. In our sleep. But in different beds."


Menjadi satu-satunya album di mana Morrissey memainkan instrumen piano di lagu "Death of a Disco Dancer."


Lagu-lagu di album ini emang rata-rata judulnya panjang. Gatau deh kenapa. Kalau dibandingkan dengan album-album The Smiths sebelumnya kayanya tracklist di sini judulnya agak sedikit panjang.

Mari bahas lagunya satu per satu.

1. A Rush and A Push and The Land is Ours

Suara piano di awal langsung disambung masuknya vokal dari Morrissey. Jangling-nya masih berasa walau faktanya tidak ada gitar sama sekali di lagu ini. Gue suka lagu ini. Morrissey masih sering bawain lagu ini setelah bersolo karir dengan beberapa perubahan pada liriknya.

They said : 
"There's too much caffeine 
In your bloodstream 
And a lack of real spice 
In your life" 
2. I Started Something I Couldn't Finish

Gue suka intro gitarnya. Berdistorsi ringan. Salah satu lagu mereka yang gue dengerin di awal gue tahu The Smiths (sekitar jaman SMA). Gue langsung suka. Lagu ini keren banget  sampe sering gue putar ulang di MP3 player gue di jaman itu. Arti lagu ini kayanya juga mirip-mirip sama sifat geblek gue yang hobi maksain orang untuk ikutan "nyebur" dalam satu hal yang orang lain belum tentu suka dan di tengah jalan malah berubah jadi sedikit bencana.

3. Death of a Disco Dancer

Satu-satunya lagu di mana Morrissey memberikan kontribusi instrumen musik. Yep, doi memainkan piano di lagu ini, satu hal yang patut dicatat. Gue suka lagu ini. Tentang kematian dan betapa rasa kemanusiaan mulai dipertanyakan dalam kehidupan sehari-hari.

And if you think Peace 
Is a common goal 
That goes to show 
How little you know
(sebuah lirik yang kick-ass)

4. Girlfriend in a Coma

Ahhh my favourite song!! Lagu maha sarkas,penuh candaan yang ngehek, dan cerdas seperti biasanya gue suka banget lirik-lirik Morrissey yang puitis tapi tetep liar. Saking liarnya sampe lagu ini gadapet airplay di radio-radio Inggris termasuk BBC masa itu.

5. Stop Me If You Think You've Heard This One Before

I love this song. Gitarnya Johnny Marr bener-bener menghipnotis. Gue dulu sempet ngulik lagu ini dalam versi yang cukup kacau. Dan kembali tidak mendapatkan airplay dari radio di Inggris dikarenakan salah satu liriknya terdapat kata-kata "mass murder" yang dinilai terlalu ofensif termasuk lirik yang berbunyi, "a shy,bald, buddhist reflect." 
Gue suka video klip-nya. Jujur aja gue lagi sempet nyari cara bikin emblem kaya di video klip itu trus naik sepeda keliling kota. hehe.

I crashed down on the crossbar 
And the pain was enough to make 
A shy, bald, buddhist reflect 
And plan a mass murder

6. Last Night I Dreamt That Somebody Loved Me

Lagu yang dinilai oleh David Bowie sebagai yang terbaik di album ini dan menyatakan bahwa Morrissey adalah salah satu penulis lirik terhebat sepanjang sejarah. Gue sangat membenarkan Bowie. This is a great song. Liriknya juga sungguh luar biasa. Simpel tapi penuh arti.

Last night I dreamt
That somebody loved me
No hope - but no harm
Just another false alarm
Last night I felt
Real arms around me
No hope - no harm
Just another false alarm
So, tell me how long
Before the last one?
And tell me how long
Before the right one?
This story is old - I KNOW
But it goes on
This story is old - I KNOW
But it goes on
7. Unhappy Birthday 

Lagu sarkas yang memutarbalikkan kondisi tentang ulang tahun seseorang yang menurut kita "jahat". Gue suka lagu ini secara musikalitas sangat di luar pola pikir. Hal sederhana yang menjadi sebuah hal yang monumental dan begitu indah. Cara yang manis untuk menyindir seseorang.

8. Paint A Vulgar Picture

This song kicks our ears with a very "Marr" jangly thing. Jrruweeengwengwengweng. Disusul riff bass-nya Andy Rourke dan hentakan kick drum Mike Joyce. Sayup-sayup terdengar sedikit aksen tambourine baru deh masuk suara Morrissey.
Dari liriknya kayanya menceritakan tentang retorika dunia hiburan (showbiz) di mana musisi mendapat tekanan dalam berkarya demi keuntungan semata tanpa memikirkan sisi estetikanya. Kenyataan yang masih terjadi dalam dunia hiburan terutama musik akhir-akhir ini.

9. Death at One's Elbow

Salah satu lagu yang liriknya gue masih bingung artinya apa. Entah tentang affair,entah tentang suicide, entah tentang pasangan gay. Ada yang bilang diambil dari buku "James Dean is Not Dead" tapi ada juga statement lain yang bilang lagu ini diambil dari buku "The Orton Diaries" yah apapun itu pokoknya inti lagu ini adalah hal yang tragis dan menyedihkan. 

10. I Won't Share You

Final track. Dan sebuah hal yang benar-benar tepat menutup perjalanan album ini dan karir studio The Smiths. This is their legacy. Lagu ini gue sukaaaaa banget. Johnny Marr mainin autoharp di lagu ini. A very sweet song in my opinion. I won't share you/With the drive/The ambition/And the zeal I feel/This is my time. 

Huaah I really love this song. 

Pada akhirnya ini adalah album yang luar biasa. Secara musikalitas tetap mengejutkan dengan beberapa elemen instrumen yang mengisi beberapa lagu. Sayang memang menjadi karya album terakhir dari band yang sudah menginspirasi musisi di generasi selanjutnya seperti The Stone Roses,OASIS,Blur,The Libertines, dan banyak lagi band-band lain.




Sunday, 31 July 2016

Surat Untuk Diriku (Bagian Kedua)

Jakarta, 31 Juli 2016


Perubahan besar-besaran terjadi dalam kehidupan. Tidak bisa dihindari hanya bisa dihadapi. Waow, tantangan yang muncul di depan masih abu-abu. Sekarang waktunya mengejar dan mewujudkan mimpi gue dan teman-teman. Iyah, ini adalah mimpi kita bersama bukan cuma milik gue seorang. Singkirkan semua ego,sifat oportunis,dan amarah. Untuk sejenak gue merasa begitu tenang. Selagi tenang mari pacu lagi kecepatan. Please, don't slow me down if I'm going too fast. Teringat salah satu tulisan tentang kehidupan yang digencet sengsara. Sekarang saya mengalaminya. Entah sudah berlalu atau bisa kambuh kapan saja dia mau tergantung isi kepala ini saja.

Haruskah saya menyerah? 

Tergeletak tak bernafsu menunggu ajal yang bisa mampir kapanpun dalam sepi maupun ramai.

Sudah cukup dengan ide. Sekarang waktunya merealisasikan ide tersebut. Jangan pernah puas dengan ide. Inovasi dan inovasi dan inovasi. Hidup ini dinamis bukan stagnan dalam satu posisi nyaman. Halah, kebanyakan tidur juga gak bagus buat kesehatan. 

Teman dalam kepalaku, maaf, bukan waktunya engkau bicara tentang derita dunia. Saya senang berbagi denganmu, sungguh, saya senang engkau menemani tanpa mengkhianati. Entah engkau berwujud atau tidak tapi setidaknya ruang-ruang kosong yang diabaikan sekarang sudah terisi.

Saya mau lihat dunia. Seberangi lautan luas sana. Menyentuh daratan yang tak terjamah sebelumnya. Hilang dari peradaban omong kosong ini. 

Hai diriku, sekarang saatnya bangun. Cuci mukamu! Biarkan segar sesaat sudah cukup untuk menambah energi kebahagiaan. Diriku, engkau butuh itu. Bersyukur kau masih berjiwa.Asap-asap penuh racun pembunuh bersarang membangun benteng penyakit dalam tubuh dan darahmu.

Diriku, tetap hidup. Warnai dunia ini. Karena esok akan terasa kosong dan enggan datang jika engkau tidak hadir. 

Gentlemen, start your engines.

Pacu adrenalin hingga keceparan maksimal hingga tak terlihat oleh mata telanjang manusia mainstream. Life won't wait. Clock's ticking. Destiny, here I am.

Sunday, 24 July 2016

Belle and Sebastian - The Life Pursuit (2006)

Untuk yang kedua kalinya gue membahas salah satu album dari band favorit gue: Belle and Sebastian. Setelah sebelumnya gue membahas tentang album mereka "If You're Feeling Sinister" di sini, sekarang gue membahas tentang album ketujuh mereka yang rilis di tahun 2006. Judul album ini "The Life Pursuit" sebuah album yang cukup sukses dan mendapat respon positif dari pengamat maupun pendengar.




Why do I love this album?

Album ini buat gue macam pencerahan karena banyak membahas soal kehidupan pada umumnya dan juga anehnya sinkron dengan beberapa hal yang sudah gue alami sebelumnya. Semacam berkaca dalam nada.

Masih terkesan twee tapi tetep menonjolkan sisi yang menimbulkan kesan kuat dalam lirik yang sebagian besar ditulis oleh si jenius Stuart Murdoch. Album ini juga membahas sisi religi seseorang dan digambarkan dengan sangat cerdas menggunakan bahasa yang simpel. Gue suka kedua part dari lagu "Act of the Apostle " dan "Act of the Apostle II" karena buat gue kedua lagu ini mewakili setiap pergumulan anak-anak muda tentang religi dan hubungan yang sifatnya ke-Tuhan-an.

"The bible's my tool
There's no mention of school!
My Damascan Road's my transistor radio
I tune in at night when my mum and my dad start to fight
I put on my headphones"

Di lagu "Another Sunny Day" gue suka suara gitar di intro awal. A perfect song for summer in my opinion. Lagu "White Collar Boy","The Blues are Still Blue","Sukie in the Graveyard" masih menunjukkan kejeniusan mereka mengkomposisikan musik pop di ambang batas terjauh. twee and jangle masih sangat terciri di album ini.

 "We Are the Sleepyheads" merupakan salah satu lagu favorit gue di album ini waktu pertama dengerin album ini di jaman-jaman kuliah dulu. Gue suka intronya sama bagian chorusnya dan betapa ramainya musik di lagu ini. Gue suka salah satu penggalan liriknya juga.


The beauty of the moment is the beauty sadly lost
Sadly lost


"To Be Myself Completely" sebagai bocoran adalah salah satu inspirasi gue ketika menulis lagu yang temanya gajauh beda dengan tema lagu ini. What do I love the most about this sing is the lyrics. They tuned in and synchronized with all the sudden sorrow happened in my life.

Well my heart has fallen down
Thought I'd talked myself around
Though we say goodbye and wonder 
What's to know and who's to blame
But to be myself completely I will love you just the same

Well, di lagu ini sih seperti ada yang mengalah.

"Funny Little Frog" yang merupakan single pertama dari album ini merupakan salah satu lagu yang bener-bener canggih sepanjang masa pendengaran kuping gue. Gue suka banget lagu ini. Riang,gembira,tapi di satu sisi agak-agak dark dan gloomy juga di beberapa bagian lirik. Hal ini semakin diperkuat ketika gue melihat video klip lagu ini di internet. Mungkin memang banyak orang mengartikan lagu ini secara berbeda tapi buat gue lagi ini kya tentang seseorang yang berfantasi tentang wanita impiannya. Yeah, that kind of thing-lah.
Mungkin di album ini yang jadi favorit gue adalah lagu "Dress Up in You", yap lagu ini sungguh teramat gimana-gituh buat gue. I love it. Tentang teman yang dulu biasa tiba-tiba sekarang jadi superstar dan kita tetap di posisi biasa aja. Sebenarnya kalo dipikir-pikir lagu ini kya ngedumel sih tapi caranya teramat canggih dengan lagu ini. A lovely piece of music.


Blow up in the face of my rivals
I swear and I rant, I make quite an arrival
The men are surprised by the language
They act so discreet, they are hypocrites so fuck them too!

Sebuah album yang luar biasa dari band asal Skotlandia ini. Lagu-lagu ditulis dan dinyanyikan dengan cara yang tidak biasa untuk tolak ukur musik pop. Belle and Sebastian memang adalah produk budaya Do-It-Yourself punk kemudian menjelma dalam bentuk kultur musik pop yang teramat "aneh".

Mengutip dari Pitchfork: "...this record is a deceptively wry, wickedly tuneful testament to the fragile beauty of faith..."

Kesimpulan tentang "The Life Pursuit" kembali datang dari sumber yang sama mengenai album luar biasa ini:

"The Life Pursuit is a baroque pop cathedral, welcoming the faithful and newly converted alike."-PITCHFORK-

picture source
https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/80/78/65/80786525e19ddc7f51bf271e4b3e7ea0.jpg

Friday, 22 July 2016

Surat Untuk Diriku (bagian pertama)

Jakarta, 22/7/2016

Semalam gue berbincang tentang topik paling pasaran dan paling murah yang kerap muncul di kepala setiap anak bocah yang sedang tumbuh dewasa: BUNUH DIRI.

Buat gue it's not a stupid thing. Bukannya mendukung setiap tindakan bunuh diri tapi kalo buat gue yasudah itu adalah hak setiap manusia toh. Each man for himself. Lagian kebanyakan yang bilang bunuh diri itu bodoh ujung-ujungnya mau mencoba... yah minimal kepikiranlah..

Killing yourself to live.

Bukan lagunya Black Sabbath... Tapi statement kalo lo mati lo bakal terus hidup tanpa pernah jadi tua. Secara raga mungkin kita nihil tapi kita abadi dalam kenangan baik maupun buruk. Selagi banyak kenangan baik lebih baik akhiri sekarang daripada menciptakan keburukan-keburukan lain.

Statement bagus...buat orang-orang tertentu.

"There's beauty in people's fucked up lives." (Kurt Cobain)


Kurt committed suicide in 1994. Yah disertai dengan kecanduan berat heroin dan penyakit perut langka dan yah perasaan tertekan karena ketenaran Nirvana.

Entahlah saya juga sulit menerima logika bunuh diri dari setiap orang dan juga sulit menerima logika menolak bunuh diri. Saya berdiri di antara dua paham.

Life is worthless. The World doesn't deserve me.

Sepertinya semua hanya ilusi. Serius deh... Gue ngebayangin kalo gue mati trus ngapain yah. Lahir kembali sebagai penjahat paling ngeri sepanjang masa ato jadi orang paling suci yang tidak tersentuh oleh keduniaan ato jadi orang paling kaya yang sanggup beli gunung.. I don't know man teori reinkarnasi terlalu muluk-muluk sepertinya.

Saya tidak bisa percaya apapun dan siapapun sekarang. Put your trust in a man or woman then he/she will fuck up your life. I believe in... Gatau deh. Jangan bicara teologi karena percuma sepertinya bicara hal-hal seperti itu di waktu seperti ini.

Sacrifice...bicara pengorbanan...Pada akhirnya pengorbanan sembunyi di balik kebohongan. Beruntung orang-orang lain dan terkutuklah saya.

Tertawa itu kya drugs. It cures for a while. Kesedihan itu racun. Sekali tenggak nyawa melayang.

Saya tidak terbayang menjadi tua dan lamban. Saya ingin abadi. Abadi dalam setiap memori orang-orang yang pernah dekat dengan saya. Saya adalah masa lalu. Dosa tak terampuni yang akan menghantui diri mereka masing-masing.

Entah apa yang gue tulis ini. Bagian dari membuang perasaan tertekan dan depresi tingkat menengah karena buat gue hidup gue sudah hampir gagal. I'm not a quitter. Anggap saja saya ambil jalan pintas menjadi abadi dan mengurangi resiko akan bertambahnya keburukan. Tangan saya bersih. Hidup saya bebas. Jadilah seperti demikian.

Happy now? :)

Thursday, 23 June 2016

The Smiths - Meat is Murder

Diluncurkan tahun 1985, salah satu album paling canggih yang pernah mereka buat. Salah satu album mereka yang paling gue suka secara musikal maupun lirik benar-benar cerdas. The Smiths adalah salah satu band yang banyak memberikan andil buat gue dalam bermain musik. Kadang mereka manis, kadang marah, kadang terang, kadang gelap, penuh dengan lirik yang simpel tapi cerdas.



Album ini dimulai dengan track "The Headmaster Ritual" yep, sebuah lagu cerdas dan menggambarkan situasi sekolah yang mengamalkan disiplin ekstra ketat  terkadang terkesan berlebihan. Morrissey sendiri di buku autobiografi sudah cukup gamblang menceritakan tentang sistem sekolah di masanya. Lagu berikutnya yang sangat gue suka "I Want the One I Can't Have" ahhh I love this song. Lagu ini kayanya bener-bener memahami kondisi setiap orang yang bener-bener menginginkan banyak hal dalam hidupnya tapi gak bisa berbuat banyak karena kondisi yang tidak memungkinkan. Ini adalah lagu yang secara tidak sadar dinyanyikan dalam kehidupan sehari-hari setiap orang di mana kebutuhan dan keinginan sudah nyaris sulit dibedakan.

"Nowhere Fast" bikin kita pengen goyang mengikuti alur musik yang sungguh tak terbantahkan nikmatnya. Kembali liriknya berisi kritikan yang puitis dan cerdas. Gue suka gaya Johnny Marr dalam mengisi gitar di lagu ini. Riff-riff sibuk nan jangling yang jadi ciri khasnya. Lagu ini selesai dan tiba-tiba...


Well I wonder
do you hear me when you sleep?
I hoarsely cry

Well I wonder
do you see me when we pass?
I half-die

Please keep me in mind
please keep me in mind

Gasping - but somehow still alive
this is the fierce last stand of all I am

Gasping - dying - but somehow still alive
this is the final stand of all I am

Please keep me in mind

Lagu ini adalah lagu kesukaan gue ketika gue kemarin mengalami peristiwa yang cukup sulit dalam kehidupan (cielah). Yes this song is called "Well I Wonder". Ahh pokoknya suara Morrissey di lagu ini bener-bener bikin perasan acak kadul gak keruan. Tapi serius, I survived because of this song.

Album ini buat gue salah satu album paling gilak yang pernah dibuat sama The Smiths. I love them. Cara mereka menggubah lagu merupakan cara yang teramat tidak biasa dan hebatnya membuat banyak orang terinspirasi untuk menciptakan banyak karya. Salah satu artikel di majalah NME bahkan pernah menyebut, "If The Smiths’ and ‘Hatful Of Hollow’ had sparked a scene, ‘Meat Is Murder’ defined a sub-culture" dan menuliskan 10 album yang terinspirasi dari album "Meat is Murder". Here is the article: LINK

Bahkan salah satu album yang terinspirasi dari album Meat is Murder ini pernah gue revie juga di sini

Judging by all listeners around globe, this is the album that changed music culture. Menciptakan begitu banyak kultur-kultur baru yang menginspirasi lebih banyak lagi orang untuk menciptakan karya.

"scratch my name on your arm with a fountain pen
(this means you really love me)
and though I walk home alone
my faith in love is still devout"


picture source: http://genius.com/The-smiths-meat-is-murder-album-art-lyrics

Saturday, 18 June 2016

Bukan Dunia Khayal

Realita itu bengisnya agak sulit dijelaskan dengan kata-kata. Banyak yang berusaha tak peduli dan melarikan diri dari kesepian karena kesepian akan mengajaknya bicara tentang realita di dalam kepalanya. Kesendirian menimbulkan banyak tanda tanya. Dia dan kesepian mengajak kita bicara tentang realita yang selama ini kita hindari. Sialnya, mereka berdua bisa datang kapan saja mereka mau. Di tengah perbicangan,di tengah keramaian,di jalan kala macet menghadang, di kamar, entah dari kolong langit mana mereka bisa hadir tiba-tiba.

Dunia khayal itu menyenangkan. Penuh tawa dan cinta. Land of milk and honey, sebuah Tanah Perjanjian yang eksistensinya masih dipertanyakan.

Realita bisa membuat orang produktif tapi bisa juga membuat orang menabrakkan diri ke lokomotif kereta. Mereka yang mampu bernegosiasi dengan nasib akan selamat dan mereka yang salah bicara akan langsung binasa ditelan gelombang nestapa realita.

Aku cinta padamu realita.
Aku cinta bercumbu dengan masalah.
Aku cinta didekap rasa sedih.
Aku cinta pelarian sejenak.
Aku cinta ketika pada akhirnya aku ditemukan sendiri tak berkawan dan berbicara pada diriku sendiri.
Aku cinta padamu depresi dan pil penenang yang diminum 12 jam sekali.
Aku cinta kalian semua.

...Hujan...

Bodoh kau! Datang disaat yang sangat tidak tepat!

Saturday, 11 June 2016

What's Your Story? Hey Look! We've Made History.

Kita hari ini kita kemarin kita adalah bagian dari sejarah.


Cerita ini semua berawal dan bermuara dengan kebahagiaan. Wah, saya sungguh amat terhormat menjadi bagian dari sejarah dirimu yang penuh sensasi. Mulai sekarang kita masih akan merasakan perasaan yang sama dari sudut pandang yang berbeda. Perasaan senang,sedih,bahagia,dibenci,dicintai semua akan tetap sama hanya cerita yang ditampilkan akan sangat berbeda antara saya dan kamu.

Kita tetap akan menulis cerita yang entah kapan berakhirnya ini. Tinta kehidupan di atas kertas dunia masih harus diisi dengan cerita. People come and go. Entah siapa subjekmu nanti dan entah siapa objek favoritmu yang mengisi memory di kameramu nanti. Ceritaku sudah tamat. Lega rasanya dan senang ketika membaca kembali semua tulisan yang kita tulis di buku kenangan tak berwujud. Ini masih merupakan bagian dari dirimu. 

Benda Langit

Bulan sudah mengalihkan pandangan. Dia geleng-geleng kepala melihat kelakuan kita. Matahari terkejut dan kebingungan mencari bayangan kita yang hilang. Bintang-bintang di langit nampaknya kesal karena akan kembali muncul dalam repetisi pop murahan. Objek angkasa, malangnya kalian tak bisa lagi mengganggu kami dan untuk Bintang di langit sebaiknya kalian cari pengacara dan menuntut royalti atas setiap karya yang mencatut nama kalian tanpa izin resmi.

Sedih

Hey Rindu, mengapa engkau membuat hidupku sangat membosankan tanpa kegalauan? Maafkan saya terlalu cepat untuk memaafkan setiap langkah yang salah dalam percaturan kehidupan kemarin. Seharusnya saya menjerit dan menangis memohon mati supaya engkau dapat bekerja dengan baik. Yah, dengan segala hormat saya minta maaf kepadamu Rindu.

Masa Lalu

Terima kasih! Saya senang. Terima kasih saya belajar. Terima kasih saya pernah dicintai dan dibenci. Terima kasih saya pernah memiliki rasa. Terima kasih saya mencintai dan mengasihi. Terima kasih saya pernah berbagi. Terima kasih saya pernah menjadi laki-laki paliiiing bahagia di dunia. Terima kasih saya ucapkan. 

Masa Depan

Halo, saya bertemu lagi dengan dirimu yang kemarin lama menganggur karena saya tak pernah berpikir hal lain selain sensasi sekejab kehidupan. Kita punya banyak pekerjaan yang menumpuk. Semua sudah berdebu penuh sarang laba-laba di sudut gudang. Sebentar, saya harus menyingkirkan dan memilah. Yang terpakai akan disimpan kembali dengan rapi dan yang lain akan saya buang ke api supaya jadi abu dan tak teringat lagi. Hadeeh... Maafkan saya. Terlalu lama saya dibuai kesedihan, bung! Sekarang saya dibuai rasa ingin kembali mengebut kencang bersamamu. Jangan hentikan saya yah. Kita lompati semua bersama-sama semua aral terjang yang menantang di depan mata. Jangan tinggalkan saya sendirian.

Ceritaku sungguh sangat tidak biasa. Kita adalah orang-orang pilihan yang boleh merasakan semua hal yang mungkin orang lain tidak akan pernah rasakan. Berbahagialah dirimu, karena semua tidak akan berakhir di sini. Kamu tetap menjadi tokoh fiktif dalam setiap surat yang kutulis. Kisah ini akan menjadi hal monumental dalam kehidupan dan setiap orang yang merasakan akan larut dalam petualangan mencari arti kehidupan. Semuanya, mari kita berbahagia. Apalagi yang kau kejar? Hiduplah dalam kesukacitaan dan berbagilah dengan yang lain. Hidup terlalu singkat untuk dibuat sedih. Saya bangga dan tersenyum. Tidak ada rasa sedih yang menyelimuti sekarang. Aww yeah, life keeps on turning, my friends!

Saya bahagia. Dan ceritaku tak henti sampai di sini.

Tuesday, 31 May 2016

On the Go

Awrite this is my first post using my mobile device.

Setelah sebelumnya gue sedikit idealis keukeuh gamau nulis pake mobile phone dan tetep dengan versi PC/resmi.
Gue pernah cerita tentang perubahan dan berubah adalah salah satu bagian dari kita sebagai manusia. Dan ini adalah salah satu cara atau bentuk dari perubahan yang mungkin bisa memberi efek positif buat gue. At least sekarang gue bisa nulis kapanpun dimanapun dan kondisi yang sulit buat gue bawa laptop andalan gue.

Technology kills society indeed.
It changes the social scheme.
It changes the way we talk to each other
It changes the way we live our lifes.
It changes us.

Wah jahat sekali teknologi.
Yah sama kaya obat. Klo sakit ya bisa nyembuhin penyakit kalo gasakit bisa bikin giting. Hehehe

Anyhow,

Semoga lebih banyak nilai positifnya dibandih negatifnya yeeh hehehe

Cheerio!