Sunday, 21 May 2017

The Strokes - Room on Fire (2003)

We were young, darling
We don’t have no control
We’re out of control

Album ini memuat lagu The Strokes pertama yang gue denger dalam sejarah hidup gue dan membuat gue pada akhirnya tergila-gila dengan band ini sampai sekarang. Album kedua dari band indie rock asal New York ini setelah gue perhatikan ternyata berisi banyak lagu-lagu yang terlalu asoy untuk tidak didengarkan.

What Ever Happened

Album ini dimulai dengan lumayan apik. I love this song. Lagu yang juga mengisi soundtrack film "Marie Antoinette" ini memang "sangat The Strokes" dengan tone tidak jauh berbeda dari album pertama mereka. Liriknya sedap terutama di bagian pertama yang merupakan favorit gue.

I wanna be forgotten
And I don't want to be reminded

Reptilia

Salah satu lagu The Strokes yang pertama kali gue mainkan bersama teman-teman satu band waktu masa SMA adalah lagu ini. It sounds simple tapi komposisi lumayan rumit ketika memasuki reff yang bikin gue dan teman-teman satu band waktu itu ngulik lumayan lama untuk lagu ini. 

The wait is over, I'm now taking over
You're no longer laughing, I'm not drowning fast enough

Automatic Stop

Seriously, the intro of this song is really something. Setiap kali gue denger lagu ini memori gue membawa gue kembali ke tahun 2011 di sebuah acara "Tribute to The Strokes" yang berujung bencana. We played really awful back then. Lagu ini waktu itu harusnya jadi salah satu lagu yang kita bawain tapi gajadi karena persoalan teknis dan internal. 

Yeah, I know you warned me but this is too important
Now I got a different view, it's you

12:51

Yep! This was their first song of them that I hear during my high school time. I remember we were at my friend's room and listening to this album. Hal paling unik mungkin riff-nya Nick Valensi yang benar-benar mengimitasi suara synth keyboard. 

12:51 is the time my voice found the words I sought
Is it this stage I want?
The world is shutting out for us
Oh, we were tense for sure but we was confident

You Talk Way Too Much

Okay, sebuah lagu breakup yang pas gue baca liriknya gue langsung merasa seperti orang di lagu tersebut. Ahh, suka merasa-merasa deh lo. Eits, tapi beneran. I feel you man in the song. I really am. 
Karena ketika kita dikejutkan oleh sesuatu yang berhenti mendadak kita akan mencoba berbagai cara untuk tetap bergerak walau kadang tindakan harus diambil dan justru membuat semuanya semakin berantakan.

Now we're out of time
I said, it's my fault, it's my fault
Can't make good decisions
It won't stop, I can't stop

Between Love and Hate

Another breakup song...

Intro drumnya catchy sih beneran. Liriknya tentang laki-laki,diputusin pacarnya,sendirian,kosong,berusaha untuk membuat pihak wanita merasa bersalah atas perbuatannya,mengingat masa-masa indah yang sudah berakhir, dan tetap bilang, "I'm okay!" walau sebenarnya enggak. Tapi yaudahlah semua sudah selesai. 

Never needed anybody, I never needed nobody
I never needed anybody, I never needed anybody
Don't worry about it, honey, I never needed anybody
I never needed anybody, it won't change now

Meet Me in the Bathroom

Intro lagunya gue suka deh. Gue inget dulu pernah ngulik lagu ini di ruangan kantor temen gue waktu jaman-jaman kuliah. 

Never was on time, yes, I once was mine
Well, that was long ago and darling, I don't mind
Yeah, they were just two fucks in lust
Oh, baby, that just don't mean much
Oh yeah, you trained me not to love
After you taught me what it was


Under Control

Anda terjebak dalam hubungan yang tidak mungkin? 
Beda suku? 
Beda agama?
Orang tua tidak setuju?
Beda visi dan misi?

Maka lagu ini cocok sekali untuk anda ketika hubungan anda yang tidak mungkin tersebut tiba pada akhirnya.

I don't want to change your mind
I don't want to waste your time
I just want to know you're alright
I've got to know you're alright

The Way It Is

Breakups are hard - even for the dumper. 

Walaupun gue merasa kalau si dumper tersebut merasa berat tapi jauh lebih berat beban si dumped. Gue merasa agak kurang 'sreg' sama lagu ini karena buat gue orang yang mencampakkan tentu saja bisa dengan enteng melaju kencang. 

Said she's not sorry the wind blows her way
Accidents happen, there's one planned today

The End Has No End

This song is about society. Di sini kaya dijelasin tentang semuanya akan terus berputar dan hidup begitu-begitu saja. Sama kaya orang yang sedang menggambar lingkaran. Mungkin yang membedakan hanya warna dan cara gambarnya tapi yang digambar tetap lingkaran.

Hoiya, di salah satu part ada selipan tentang Lou Reed dan The Velvet Underground. :)

He want it easy, he want it relaxed
Said I can do a lot of things, but I can't do that
Two steps forward then three steps back, it won't be easy

I Can't Win

Lagu ini adalah lagu yang waktu itu gue dan teman-teman band bawain dalam sebuah audisi untuk acara "Tribute to The Strokes" tahun 2011. Gue masih inget studionya di lantai dua di seberang minimarket (sekarang dah gaada) dan waktu itu temen gue si Thari bantu mengisi keyboard untuk menutupi kekurangan gitar. 

I love this song. Vokalnya Julian Casablancas di lagu ini buat gue keren banget dan solo gitarnya Nick Valensi menurut gue yang terbaik di album ini. A great song  to end a great album.

Things in bars that people do
When no one wants to talk to you
Failing can be quite a breeze
He told me that these girls were easy
Happy that you said you'd mount me
Felt unlucky when you found me
Some nights come up empty handed
Yes, I'll take it



picture source: http://www.jyonnobitime.com/time/2011/04/

Related Articles

0 komentar: