Tuesday, 5 October 2010

Manusia dan Kebudayaan

Dalam kajian berikut ini akan dijelaskan mengenai pemahaman hubunga antara kebudayaan dan manusia serta mengetahui hakekat manusia dan unsur-unsur kebudayaan manusia.



I. Manusia

Unsur-unsur yang membangun manusia secara sempurna adalah sebagai berikut:

1. Jasmani/Fisik: merupakan unsur manusia yang secara riil dapat dilihat dan disentuh, merupakan unsur yang secara pasti dan absolut dimiliki oleh setiap manusia, unsur jasmani ini merupakan unsur yang paling mutlak yang harus dimiliki oleh setiap individu.

2.Rohani: unsur rohani merupakan kecenderungan manusia untuk melakukan hal-hal yang berbau spiritual dan rohani, merupakan suatu kebutuhan yang mengedepankan segala hal yang dapat memberikan ketenangan,perasaan kedekatan dengan Sang Pencipta, dan rasa aman bagi masing-masing individu yang menganutnya.

II. Hakekat Manusia

Hakekat manusia adalah hal-hal yang berkaitan mutlak dalam kehidupan manusia dan merupakan hal-hal yang secara pasti akan terjadi secara historis. Hakekat manusia itu sendiri adalah suatu sejarah, maka hakekat manusia itu sendiri hanya dapat dilihat dalam sejarah perjalanan manusia itu sendiri.

Sehingga dapat pula diartikan bahwa hakekat manusia itu sendiri adalah sesuatu yang pasti ada dalam kehidupan manusia.

Suatu hal yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah akal budi yang dimiliki manusia secara mutlak tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya di muka bumi ini, makhluk hidup lain mengandalkan kemampuan insting dalam berpikir dan bertindak, tidak menggunakan akal budi yang merupakan suatu anugerah tertinggi yang dimiliki setiap manusia yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lain.

Manusia adalah mahluk yang paling Mulia, karena kita di anugrahi Akal pikiran.

Saat manusia tak mau mempergunakan akal pikirannya, dia menjadi sama dengan binatang yang hanya mengumbar nafsu belaka.

III. Kepribadian Bangsa Timur

Kepribadian Bangsa Timur adalah suatu hal yang dicerminkan masyarakat yang menganut budaya dari Timur (Asia & Timur-Tengah), yang menunjukkan ke-khasan dan pola pikir dan kebiasaan yang diterapkan di daerah Timur.

Kebudayaan timur memahami kesadaran dengan pembinaan diri melalui berbagai macam latihan baik secara fisik maupun mental. Latihan fisik dapat berupa vegetarian, yoga, dsb. Latihan mental dapat dilakukan dengan pembacaan mantra, sutra, mudra, meditasi, dsb.

Melalui berbagai latihan, para master spiritual yang memiliki dasar kebudayaan timur akan terus berlatih. Dimana pada umumnya, semakin tinggi tingkat pencapaiannya, dirinya semakin menjauhkan diri dari kehidupan duniawi dan masyarakat. Sehingga semakin tinggi tingkat pencapaiannya, semakin sedikit murid yang dapat mengerti dan mengikuti jalannya.

Berikut adalah bagan psiko sosiogram manusia:



IV. Pengertian Kebudayaan

Definisi kebudayaan menurut para ahli:

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Unsur-unsur Kebudayaan

7 Unsur Kebudayaan Universal adalah sebagai berikut:

1. Sistem religi dan upacara keagamaan

2. Sistem organisasi kemasyarakatan

3. Sistem pengetahuan'

4. Sistem bahasa

5. Sistem kesenian

6. Sistem mata pencaharian hidup

7. Sistem teknologi dan peralatan


V. Wujud Kebudayaan


Wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat terbagi menjadi 3, yaitu:

1. Berupa pikiran atau gagasan atau konsep atau pikiran manusia
Merupakan suatu bentuk budaya yang berasal dari alam pikiran manusia itu sendiri yang tidak memiliki wujud namun berwujud abstrak

2. Berupa sistem tindakan budaya
Bersifat konkret, dapat dilihat dan difoto. Misalnya, petani bekerja di sawah, karyawan bekerja di pabrik, atau siswa belajar di sekolah. Masing-masing aktivitas tersebut berada dalam satu sistem tindakan dan tingkah laku yang berbeda.

3.Berupa Hasil Karya Manusia
Hasil karya manusia Wujud budaya dalam kategori ini konkret, dapat dilihat, diraba, dan difoto. Misalnya, hasil karya manusia berupa proyek-proyek raksasa seperti waduk pembangkit tenaga listrik, industri-industri besar, bangunan megah, hasil karya dalam bentuk ukuran kecil seperti jarum dan kancing baju.

Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:

* Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.

* Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.


5 Masalah Pokok Dalam Sistem Budaya

1. Hakekat Hidup

2. Hakekat Karya

3. Persepsi manusia tentang waktu

4. Pandangan manusia terhadap alam

5. Hakekat hubungan antara manusia dan sesamanya

Perubahan Kebudayaan

VI. Hal-hal yang dapat mempengaruhi perubahan kebudayaan:

> Internal = perubahan dari dalam masyarakat itu sendiri seperti perubahan jumlah penduduk, konflik, perubahan masa/zaman.

>Eksternal = perubahan dari luar masyarakat akibat pengaruh dari luar sepert, asimilasi,perang,globalisasi,dll

Berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya:

1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontrak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut
2. Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama, maka penerimaan unsur baru itu mengalami hambatan dan harus disaring oleh berbagai ajaran yang berlaku
3.Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menetukan proses penerimaan kebudayaan baru
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan baru tersebut
5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.

VII. Hubungan Antara Kebudayaan dan Manusia

Hubungan antara manusia dengan kebudayaan sangat erat kaitannya terutama dalam kehidupan sehari-hari di mana ada beberapa hal yang merupakan kegiatan pokok manusia bersentuhan dengan nilai-nilai kebudayaan yang ada di dalam masyarakat tersebut.

Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui 3 tahap yaitu:

1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.


Referensi:

1. Hommage untuk Prof.Dr.M.Sastrapratedja "Manusia: Teka-teki yang Mencari Solusi" ,Penerbit Kanisius, diakses melalui http://books.google.co.id/books?id=u2IT-dTUlVkC&pg=PA5&dq=%22hakekat+manusia%22&hl=id&ei=VuOrTL3bFoHRcZLDuesE&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=6&ved=0CDwQ6AEwBQ#v=onepage&q=%22hakekat%20manusia%22&f=false

2. http://www.goldenmother.org/info/Kisah-Kasih/K/Kebudayaan%20Timur%20dan%20Kebudayaan%20Barat.html

3. Wikipedia: http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#Hubungan_Antara_Unsur-Unsur_Kebudayaan

4. http://www.wiziq.com/tutorial/41378-Budaya-Nusantara

5. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/bab-2-manusia-dan-kebudayaan-13/

6. http://argyo.staff.uns.ac.id/files/2010/08/sistem-sosial-budaya-indonesiai.pdf

7. http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100531062243AAlB2uC

8. http://www.docstoc.com/docs/1049027/PowerISBD


Related Articles

0 komentar: