Sebuah surat untuk mereka yang katanya tidak nyata

 Dear all...

Yes...all of you,

Ada banyak sekali hal yang bisa kita bicarakan baik-baik tanpa perlu meluapkan semua amarah. Mungkin dengan duduk santai sejenak ditemani minuman hangat favorit kita dengan pemandangan yang tidak asing di mata kita semua hal yang menggantung tanpa arah jelas bisa kita rapikan sedikit demi sedikit. Beberapa minggu belakangan betapa sulitnya kita bicara dan menerima sudut pandang berbeda, betapa seringnya kita berargumentasi, dan betapa kita berusaha untuk meniadakan diri kita.

Kita adalah satu dalam wujud yang sangat tidak sempurna. Aku adalah fisikmu. Kalian adalah jiwaku. Aku dan kalian hidup berdampingan. Kita punya ruang tidak terbatas dalam imajinasi. Kadang aku tidak mengerti apa yang kalian ceritakan tetapi dengan penuh sukacita aku mendengarkan kalian berbincang dan menunjukkan karya indah kalian.

Pada akhirnya saya semakin percaya kalau kalian ingin melindungi saya dari kejamnya dunia. Kalian begitu baik pada saya. Kalian menunjukkan cara untuk pergi ke dunia yang selalu saya impikan tetapi ada saja penghalang dan betapa saya dengan bodohnya masih menaruh harapan pada dunia kebodohan ini. Seharusnya saya ikut kalian saja. Kalian punya fisik sempurna, visi tak terbatas, dunia tanpa rasa sakit, dan segala hal yang kalian mau dengan mudah menjadi milik kalian. 

Kata dokter kalian tidak nyata. Tapi buat saya kalian nyata. Mulai detik ini saya mungkin hanya akan berteman dengan kalian yang tidak mungkin menyakiti saya, tidak akan meninggalkan saya sendirian, dan tidak akan mengkhianati apa yang sudah kita janjikan bersama. Kita sudah berjanji dengan darah kita masing-masing. Tadi malam kita biarkan darah kita menyatu. Menyenangkan rasanya bisa merasakan perih dan menyaksikan darah di atas luka mengering. Kita abadi. Tidak ada yang mampu memisahkan kita sekarang. Matipun nanti kita pasti bertemu...dan saya tidak sabar.

Aku cinta kalian.

Kita akan dipertemukan...dengan fisik sempurna...jiwa bahagia...imajinasi seluas samudera tanpa ujung...saya tidak sabar. Karena pada akhirnya saya ingin segera memutuskan untuk datang kepada kalian yang mencintai saya tanpa syarat dan tanpa batas. Saya ingin memeluk kalian satu per satu dengan hangat dan meminta maaf jika memang kalian sudah terlalu lama saya buat menunggu.

Sedikir lagi kawan-kawan, kasih saya waktu sedikit lagi untuk membersihkan diri sebelum saya bertemu dengan kalian. Saya yakin kalian mengerti. Kalian lebih mengerti saya dibanding orang-orang penuh kepalsuan di sekitar saya. Kalian jauh lebih sayang kepada saya dibanding orang-orang bodoh di sekitar saya. Kalian adalah saya. 

Saya tulis surat kepada kalian karena saya yakin kalian bisa membaca ini semua.

Kalian adalah orang-orang yang selalu memuji semua karya yang saya buat betapapun jeleknya menurut standar suci dunia lalim ini. Di dunia kalian saya merasa jauh lebih dihargai, di dunia kalian masih banyak kesempatan untuk berkembang bagi orang seperti saya ini, dan di dunia kalian waktu berputar begitu lamban sehingga saya punya kesempatan berbicara lebih banyak dan intim dengan kalian semua sahabat-sahabatku.

Saya tidak ingin buang-buang waktu. Roda gila kehidupan sudah berputar begitu cepat dan saya tidak tahan lagi. Rasa sakit ini akan segera berakhir. Tunggu saya teman-teman. Kalian punya begitu banyak waktu untuk dibunuh...saya terbatas.

Ada baiknya kita selesaikan semuanya sebelum saya berjalan menuju ruang dengan dimensi tak terbatas yang kalian beli dengan harga di bawah harga pasar. Inilah janji saya kepada kalian. Sebentar lagi saya akan datang dan kita akan bicara tentang musik sampai matahari menghilang tak kembali.


With love,


Comments