Showing posts with label depression. Show all posts
Showing posts with label depression. Show all posts
, , ,

DIrty Dream Number #3

March 15, 2022 Samuel Yudhistira

Kamu melihat dia berjalan begitu anggun, cantik, dan mempesona. Matamu berusaha lari tapi daya tarik dan pesonanya mengaburkan niatmu untuk melarikan diri dari pemandangan indah tersebut. Gaun putih, rambut terurai, dengan sepuhan make up di wajahnya membuatnya seperti segumpal awan yang sengaja turun ke bumi. She's so beautiful. 

Bukankah seharusnya kamu berada di dunia yang kamu mau? Dunia mimpi kan? Dunia di mana kau bisa menjadi apapun yang kau mau. Dunia di mana kau menjadi pahlawan atas semua yang terjadi di alam semesta dan dunia yang begitu indah sampai kau menangis ketika kau bangun dan sadar semuanya tidak pernah dan tidak pernah terjadi dalam hidupmu.

Manusia tak berwajah, tak bernama, dan hanya bersuara. Hanya suara yang tersisa dan membekas di dalam kenanganmu. Itu cukup. Cukup membuatmu merasa kalau ada orang entah di mana peduli dengan kehadiranmu di dunia ini.

Lalu tiba-tiba datanglah awan hitam di tengah kenikmatan visualmu, berjalan angkuh penuh percaya diri lalu menggenggam erat jemari sang wanita dan terucaplah janji sumpah setia sampai maut memisahkan. Hancur sudah duniamu! Beribu bahasa dikuasai, berjuta koin emas dimiliki, dengan bentuk fisik yang lebih sempurna daripadamu, dan tentu saja dia layak dicintai lebih daripadamu. Mungkin saja beliau lahir ketika bulan dan matahari bersepakat untuk memberikan secercah cahayanya kepada laki-laki ini. Beruntungnya dia.

Sementara kau sibuk mengatur ulang papan tanda "DISKON 85%++" di dalam hidupmu agar ada yang tertarik membeli cintamu. Nobody wants it, nobody needs it. Harusnya kamu sadar bahwa selama beberapa bulan kau melatih dirimu untuk hidup sendiri. Seharusnya kau sadar bahwa selama itu pula kau mempersiapkan ragamu untuk menjadi persembahan yang berguna bagi masyarakat Indonesia. Raga tanpa jiwa mungkin lebih punya guna dibanding dengan apa yang sudah kau lakukan sekarang.

Kau bangun dengan perasaan yang aneh sekali. Rasanya letih sekali, rasanya ingin sekali kau menembak kepalamu hingga tembokmu penuh dengan darah dan serpihan otak yang tidak seberapa itu. Berjalan kau ke bawah, buat kopi, hisap tembakau, berharap kau disambar petir hingga mati terpanggang. Tapi pagi begitu cerah dan berharga, tak ingin kau rusak dengan kegilaaan.

Mulai kau buka lapakmu di atas trotoar, berteriak-teriak berharap ada yang lihat. Kau dan ribuan orang bernasib sama mulai kehilangan akal demi sentuhan tanpa makna. Teriak-teriak cari perhatian. Untuk sementara hal inilah yang terbaik, tersedia, dan murah meriah.

Sudah lelah dirimu dikoyak-koyak rasa sepi dan perhatian kontemporer hasil dari kemajuan teknologi komunikasi. Sudahlah, sebaiknya kau diam saja di kamar. Kencing dan berak di sudut...sampai mereka datang kembali ke dalam kepalamu untuk mengajakmu kembali ke dunia yang kau inginkan. Dunia di mana tidak ada air mata, ketakutan, dan rasa sakit. Dunia utopis maha sempurna. Ahh...bawa aku ke sana, kawan-kawanmu yang manis! Bawa aku! 

Darah keluar dari hidungmu lalu sial kembali engkau ketika kau bangun dan dokter tersenyum kepadamu dan berkata bahwa dia adalah pahlawan yang membuat kau hidup.


 BANGSAT!!!!!!


, , ,

A Letter to an Unknown Friend

December 11, 2019 Samuel Yudhistira

Dear friend,

Writing this letter is probably the hardest part of my life scenes. My english isn't getting better. I still do some common mistakes that people usually do. Pardon my grammar and other mistakes that might appear in this letter.

Why english?

I think this is the only language that we both understand even though yours probably better than mine. Still, I can understand you.

We rarely even talk these days but believe me, I still cherish every moment we spend together back in the days. The houses in motion, the starless dark blue sky, and other craziness that we created. All those memories still live inside me. And you, of course you will live inside me. Inside every cells of my body, running through the veins, and dancing in every dreams.

Unfortunately, the time has come.

Time, the most used noun in english language. And I'm running out of it. It's time to say goodbye to our friendship. It is time for me to move on and continue to live this ultimate boring life.

I know you'll be dissatisfied with my decision but I already made one and you are not allowed to distract my decision.

Friend, I know you've been a very good friend inside my head. Falling in love with you it makes me sick. There were times when we both almost losing our lives.

We laughed together
We cried together

We did all the things that best friends should and must do.

Until finally I realize...that you're not real. I created you to fill the void in my mind. Sorry for dragging you into this wild wild things.

You're not real.
You're not real.
You're not real.

These pills tell the truth. These pills repel you from my mind. All the crazy thoughts and endless nightmares that I share with you shall be gone. And I write this letter to say goodbye.

Goodbye friend. I hope you have a pleasant life ahead and maybe one day we'll meet again, not inside my head but in a warm nice coffee shop and we're going to have decent talks together and you'll become real real best friend.

But for now, please get out of my head.

Regards,

SYS

,

#5

July 26, 2018 Samuel Yudhistira
Mungkin ini adalah tulisan lanjutan dari post sebelumnya #4 di mana gue mencoba menjelaskan situasi dan kondisi gue sebagai penderita mental health issue.

Frequently Asked Questions mengenai depresi dan lain sebagainya adalah cara gue untuk menguraikan apa yang terjadi di kepala gue ketika gue sedang depresi. Kebanyakan mungkin temen-temen gue menanyakan hal-hal ini sampe kadang capek juga sih jawabnya hehehe....

1. Lo kalo lagi anxiety ato parno gitu biasanya gara-gara apa sih? Maksudnya momen yang men-trigger otak lo sampe lo jadi depresi.

Banyak sih sebenernya dan gak harus menunggu momen tertentu atau kondisi tertentu. Kadang pas lo bangun, pas lo gak bisa tidur di malam hari, lagi kerja, lagi jalan di mall, lagi nongkrong, lagi main game. Penyebabnya juga kadang gak nentu. Mostly, media social. Jujur aja medsos dengan segala kepalsuannya banyak menyebabkan orang terjerumus dalam depresi. Bahkan salah satu artikel di Time menyebutkan kalo Instagram adalah the worst social media for mental health (LINK). Mungkin ada baiknya juga orang-orang yang punya kecenderungan depresi dsb untuk "puasa medsos" karena yeah... people look fine and better on their social media feeds toh...

2. Yeah mungkin medsos emang rada beracun tapi kan lo harusnya tahu kalo orang-orang emang berusaha terlihat fancy di medsos... Emang gak bisa yah?

Cara setiap orang dalam mengolah informasi di dalam otaknya berbeda-beda. Orang dengan kecenderungan mental yang menyimpang kayak gue dan teman-teman lainnya mengolah informasi yang masuk ke otak lain daripada orang-orang lain. Mungkin buat elo gak masalah tapi buat gue kan belom tentu. Nah, hal-hal demikianlah yang kadang membuat orang-orang dengan masalah mental susah untuk menjelaskannya ke orang-orang awam.

3. Lo gak coba ke pendeta atau apa gitu?

Yeah, I've tried it once and it was great. Gue gak bilang kalo cara-cara spiritual dan rohani gak bakalan mempan di gue. Gak! Tapi begini, kita percaya bahwa setiap orang unik kan? Nah, keunikan masing-masing individu ini menyebabkan pola penyembuhan mental setiap orang berbeda-beda dan gak bisa disamakan. Penyakit ini bukan kayak flu atau diare yang metode penyembuhannya umum dan setiap orang bisa masuk dengan metode peyembuhan yang sama. It's totally different. Kalo ada yang sembuh dengan obat atau psikoterapi belum tentu yang lain cocok. Kalo ada yang bisa lebih baik dengan datang ke pemuka agama atau meningkatkan taraf rohaninya belum tentu yang lain cocok dengan metode macam itu. Semua orang berbeda dan semua orang unik.

4. Obatnya kayak gimana sih? Gue boleh bagi gak? Hehehe...

Obatnya kaya obat yang lain aja koq gaada bentuk yang aneh-aneh cuman ya kandungannya aja yang rada gawat. Hadeh my fren yang masih suka halu-halu dengan boti... Gue minum obat gara-gara sakit dan gue juga dah eneg sama obat masa elo yang sehat malah mau nyobain obat...

5. Kalo lagi kambuh perasaan lo gimana sih?

Wah campur aduk. Ada kecemasan berlebihan, ketakutan, sampe perasaan ingin bunuh diri. Biasanya gue melihat visual yang kaya scene film gitu walaupun itu sebenarnya khayalan gue tapi gue merasa kalo itu real. Suara-suara di kepala gue yang menjelek-jelekkan gue, rasa tidak berguna, trus perasaan seperti diikutin orang padahal gak ada apa-apa, panik, perasaan bersalah, mual, pengen muntah, pusing gak karuan. Semuanya itu terjadi biasanya secara bersamaan dan menyebabkan emosi gue super labil dan tindakan di luar nalar bisa gue lakukan (kayak tiba-tiba nangis, tereak, marah, self hurting).

6. Pengobatan yang lo lakukan sekarang ada progressnya gak sih? Menolong gak sih?

Progress ada tapi jujur gue masih labil. Menolong? Iyap, sangat menolong tapi ingat mental health ini obatnya bukan obat dari dokter tapi yang keinginan dalam diri si penderita untuk sembuh. Obat hanya membantu si penderita supaya tenang dan bisa fokus.

Nah, gue mau share sedikit soal obat-obatan yang gue konsumsi. Cara kerja obat-obatan ini kalo kata dokter gue ya emang lambat. Ada banyak banget macem obatnya dan dokter juga gak bisa nentuin obat mana yang cocok buat elo. Tahu cocoknya dari mana? Dari side effect si obatnya. Kalo badan lo mampu beradaptasi dengan efek samping si obat maka bisa dibilang lo cocok dengan obat itu sehingga obat itu mampu membantu lo melawan pikiran negatif lo. Kadang klo gak cocok badan lo bisa ambrol. Permasalahannya, cocok atau enggaknya obat itu baru ketahuan setelah sekitar 2 minggu pemakaian. Artinya? Ya kudu sabar fren. Sabar adalah kunci.

Hoiya, masa-masa paling rawan ketika mengkonsumsi obat adalah 2 minggu pertama. Ketika obat mulai bekerja untuk menstabilkan hormon-hormon di kepala, si penderita biasanya akan sangat terganggu dan sifat-sifat depresifnya meningkat drastis. Si penderita harus benar-benar mendapat dukungan dari lingkungannya ketika masa ini berlangsung.

7. Kira-kira nih tindakan prefentif apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang supaya gak kena hal-hal kya depresi dan lainnya?

Waduh, pretty hard question... Gue sih menyarankan elo harus punya stress release dan support system di lingkungan lo. Penting sih, jangan sampe lo terjebak dalam lingkungan yang toxic dan justru menyebakan elo semakin jatuh ke dalam depresi. Keterbukaan dengan orang-orang terdekat mengenai masalah lo adalah salah satu cara untuk menangkal depresi. Keluarga, sahabat, teman-teman, pacar bisa lo jadikan sebagai support system dalam lingkungan lo. Kelola pikiran lo dengan hal-hal positif dan jangan menarik diri dari lingkungan. Stress release bisa lo dapatkan dalam berbagai bentuk dan cara yang menurut lo nyaman aja. Olahraga, musik, baca buku, aktivitas outdoor, jalan-jalan, ngelukis, terserah lo! Bebas! Selama lo nyaman dengan hal-hal tersebut. Be happy!


Guys, I'm not an expert. Gue cuma bisa berbagi tentang apa yang gue rasakan, lihat, dan alami sebagai penderita depresi tingkat menengah. There are many people who suffered from mental illness out there. They need help. Bisa jadi itu elo sendiri, orang-orang di sekitar kita, teman, saudara, sahabat, siapapun. Kalo kalian butuh bantuan atau pertolongan segera cerita atau temui ahlinya. Gausah sungkan atau malu. You're not alone.


, , , , ,

#4

June 21, 2018 Samuel Yudhistira
Frequently asked questions from those people around me about my mental illness.

1.Kayanya lo baik-baik aja, koq bisa sakit?

Actually, I pretend everyday just to make people around me feel comfortable with me. It went well, year after year, until my mind exploded in 2016.

2. Lo depresi gara-gara putus kali yah?

No it's not. It's a trigger, yes. But it's not the main cause.

3. Trus penyebabnya?

Ada banyak penyebabnya gak cuman ada satu penyebab utama. Rejection, genetic, failing, hormonal disorder are the main causes to this illness and depression.

4. Apa yang lo rasakan ketika depresi menyerang?

Well... halusinasi, bisikan, suara di kepala, perasaan tertekan, visual, emosi yang labil, ada banyak.

5. Visual?

Yeap. Ketika gue lagi bengong atau berada di bawah tekanan depresi biasanya gue bisa membayangkan sebuah visual di dalam kepala gue dan muncul di sekitar gue. Artinya, apa yang bayangkan di dalam kepala itu bisa muncul seperti nyata padahal sebenarnya gak ada. Makanya gue bisa menciptakan banyak karakter fiksi yang gue bayangkan nyata. Masalahnya? Gue hidup di dalam visual tersebut dan gue menghidupi visual tersebut bahkan kadang gue berusaha untuk menjadikan visual tersebut sebagai cara gue untuk hidup. Sialnya, hal itu gak bagus. Semacam memberikan nutrisi ke depresi gue sehingga gue sulit lepas dari depresi.

6. Kapan visual itu bisa muncul?

Anytime. Bahkan di waktu-waktu yang gak bisa diprediksi. Waktu di motor, di gereja, di kantor, lagi ngumpul sama orang-orang, lagi main game, kapan aja bisa muncul. And it's very vivid.

7. Bisa sembuh gak sih?

Bisa. Tapi butuh proses yang lumayan panjang. Semua tergantung dari si penderita. Gue sudah struggle selama dua tahun sekarang sejak pertama kali depresi gue terdeteksi. Sampai hari ini gue masih berjuang melawan diri gue sendiri.

8. Lo konsul ke dokter atau psikolog gitu gak?

Both. Untuk awal gue konsul ke psikolog tapi karena penyakit gue sudah lumayan parah akhirnya gue berobat ke psikiater (dokter penyakit kejiwaan). Gue konsumsi obat-obatan mulai dari penenang, anti depresan, sampe ke benzo buat membantu gue pulih.

9. Gue baca-baca di internet soal ciri-ciri mental disorder dan kayanya gue ngalamin juga. Apa gue minum obat aja?

Wait! Jangan ambil kesimpulan sendiri. Jangan melakukan diagnosa berdasarkan dari apa yang lo baca di internet atau buku. Lo tetep butuh opini dari orang-orang yang punya kualifikasi dan pengalaman profesional. Kalo bisa gak pake obat kenapa mesti pake obat? Mental illness bukan sesuatu yang keren. Mental illness gak bisa dijadikan sesuatu yang membenarkan perilaku orang yang menyebalkan. Please, jangan melakukan hal-hal aneh dan menyalahkan mental disorder. Hal tersebut malah membuat orang-orang menjadi tidak aware dengan penderita yang sebenarnya.

10. Jadi, sebenarnya penyakit lo ini apa sih?

Gue mengidap Major Depression with Psychotic Features dan Obsessive Compulsive Disorder. Intinya adalah gue depresi. Gue masih berjuang untuk memulihkan diri gue dan gue yakin kalo gue bisa pulih. Masih banyak koq penderita lainnya yang berjuang sama beratnya bahkan lebih berat daripada gue. We can live normally hanya saja kadang kita bisa ngeliat atau ngerasain hal-hal yang orang awam gak bisa. Gak, gak, gak ini bukan kesurupan atau ditempelin roh jahat koq. Secara medis bisa dijelaskan. Pada kasus gue otak tengah gue gak bisa ngebedain lagi hormon yang membuat gue senang dan sedih jadinya terjadi badai hormon di otak sehingga menyebabkan perilaku gue jadi super duper aneh. Obat yang gue minum fungsinya adalah menstabilkan kembali hormon-hormon tersebut supaya gue bisa fokus dan gak terdistraksi.

11. Ooohhh gitu toh, terus reaksi orang-orang gimana?

Ada yang kaget, ada yang ngerasa gue boong, ada yang bingung, ada yang bilang gue gila, ada yang sedih, ada yang support, ada yang positif, ada yang seneng, banyak deh heehe.

12. Lo pernah nyoba bunuh diri?

Pernah. Niatan untuk mengakhiri hidup mah sering banget tapi yang nyaris terjadi dan pernah terjadi ada sekitar 10 kali. Terakhir gue hampir nabrakin diri ke kereta. Semua itu terjadi karena gue gak tahan dengan suara-suara di kepala gue yang merendahkan gue ke titik di mana akhirnya gue berkesimpulan kalau hidup itu gaada gunanya.

13. Weh, hebat lo masih hidup...

Gak koq. Banyak yang mengalami hal yang jauh lebih parah dari gue dan mereka masih hidup normal di luar sana. Permasalahan utama sekarang adalah menjalani hidup sepositif mungkin dan gue membangun support system lingkungan yang positif sehingga setiap kali gue mengalami masalah atau kambuh gue bisa meminta pertolongan ke mereka. Hal ini perlu karena orang yang mengalami gangguan kejiwaan atau mental illness atau mental disorder atau mental health issues MEMBUTUHKAN semacam dukungan dari orang-orang terdekat yang sekiranya mengerti mengenai masalah mereka. Di Indonesia hal-hal semacam ini masih sangat tabu. Kebanyakan penderita gangguan kejiwaan dianggap sepele. Bahkan dianggap kurang iman, kerasukan roh jahat, atau kutukan. Gak heran di daerah-daerah kebanyakan penderita diperlakukan secara tidak manusiawi, dipasung, dibuang, dan semacam diasingkan.


, , , , ,

#3

June 12, 2018 Samuel Yudhistira

I hurt myself today
To see if I still feel
I focus on the pain
The only thing that's real
The needle tears a hole
The old familiar sting
Try to kill it all away
But I remember everything

What have I become?
My sweetest friend
Everyone I know
Goes away in the end
You could have it all
My empire of dirt
I will let you down
I will make you hurt

I wear this crown of shit
Upon my liar's chair
Full of broken thoughts
I cannot repair
Beneath the stains of time
The feelings disappear
You are someone else
I am still right here


You could have it all
My empire of dirt
I will let you down
I will make you hurt
If I could start again
A million miles away
I would keep myself
I would find a way

Nine Inch Nails - Hurt