Showing posts with label disorder. Show all posts
Showing posts with label disorder. Show all posts
, , , , ,

#4

June 21, 2018 Samuel Yudhistira
Frequently asked questions from those people around me about my mental illness.

1.Kayanya lo baik-baik aja, koq bisa sakit?

Actually, I pretend everyday just to make people around me feel comfortable with me. It went well, year after year, until my mind exploded in 2016.

2. Lo depresi gara-gara putus kali yah?

No it's not. It's a trigger, yes. But it's not the main cause.

3. Trus penyebabnya?

Ada banyak penyebabnya gak cuman ada satu penyebab utama. Rejection, genetic, failing, hormonal disorder are the main causes to this illness and depression.

4. Apa yang lo rasakan ketika depresi menyerang?

Well... halusinasi, bisikan, suara di kepala, perasaan tertekan, visual, emosi yang labil, ada banyak.

5. Visual?

Yeap. Ketika gue lagi bengong atau berada di bawah tekanan depresi biasanya gue bisa membayangkan sebuah visual di dalam kepala gue dan muncul di sekitar gue. Artinya, apa yang bayangkan di dalam kepala itu bisa muncul seperti nyata padahal sebenarnya gak ada. Makanya gue bisa menciptakan banyak karakter fiksi yang gue bayangkan nyata. Masalahnya? Gue hidup di dalam visual tersebut dan gue menghidupi visual tersebut bahkan kadang gue berusaha untuk menjadikan visual tersebut sebagai cara gue untuk hidup. Sialnya, hal itu gak bagus. Semacam memberikan nutrisi ke depresi gue sehingga gue sulit lepas dari depresi.

6. Kapan visual itu bisa muncul?

Anytime. Bahkan di waktu-waktu yang gak bisa diprediksi. Waktu di motor, di gereja, di kantor, lagi ngumpul sama orang-orang, lagi main game, kapan aja bisa muncul. And it's very vivid.

7. Bisa sembuh gak sih?

Bisa. Tapi butuh proses yang lumayan panjang. Semua tergantung dari si penderita. Gue sudah struggle selama dua tahun sekarang sejak pertama kali depresi gue terdeteksi. Sampai hari ini gue masih berjuang melawan diri gue sendiri.

8. Lo konsul ke dokter atau psikolog gitu gak?

Both. Untuk awal gue konsul ke psikolog tapi karena penyakit gue sudah lumayan parah akhirnya gue berobat ke psikiater (dokter penyakit kejiwaan). Gue konsumsi obat-obatan mulai dari penenang, anti depresan, sampe ke benzo buat membantu gue pulih.

9. Gue baca-baca di internet soal ciri-ciri mental disorder dan kayanya gue ngalamin juga. Apa gue minum obat aja?

Wait! Jangan ambil kesimpulan sendiri. Jangan melakukan diagnosa berdasarkan dari apa yang lo baca di internet atau buku. Lo tetep butuh opini dari orang-orang yang punya kualifikasi dan pengalaman profesional. Kalo bisa gak pake obat kenapa mesti pake obat? Mental illness bukan sesuatu yang keren. Mental illness gak bisa dijadikan sesuatu yang membenarkan perilaku orang yang menyebalkan. Please, jangan melakukan hal-hal aneh dan menyalahkan mental disorder. Hal tersebut malah membuat orang-orang menjadi tidak aware dengan penderita yang sebenarnya.

10. Jadi, sebenarnya penyakit lo ini apa sih?

Gue mengidap Major Depression with Psychotic Features dan Obsessive Compulsive Disorder. Intinya adalah gue depresi. Gue masih berjuang untuk memulihkan diri gue dan gue yakin kalo gue bisa pulih. Masih banyak koq penderita lainnya yang berjuang sama beratnya bahkan lebih berat daripada gue. We can live normally hanya saja kadang kita bisa ngeliat atau ngerasain hal-hal yang orang awam gak bisa. Gak, gak, gak ini bukan kesurupan atau ditempelin roh jahat koq. Secara medis bisa dijelaskan. Pada kasus gue otak tengah gue gak bisa ngebedain lagi hormon yang membuat gue senang dan sedih jadinya terjadi badai hormon di otak sehingga menyebabkan perilaku gue jadi super duper aneh. Obat yang gue minum fungsinya adalah menstabilkan kembali hormon-hormon tersebut supaya gue bisa fokus dan gak terdistraksi.

11. Ooohhh gitu toh, terus reaksi orang-orang gimana?

Ada yang kaget, ada yang ngerasa gue boong, ada yang bingung, ada yang bilang gue gila, ada yang sedih, ada yang support, ada yang positif, ada yang seneng, banyak deh heehe.

12. Lo pernah nyoba bunuh diri?

Pernah. Niatan untuk mengakhiri hidup mah sering banget tapi yang nyaris terjadi dan pernah terjadi ada sekitar 10 kali. Terakhir gue hampir nabrakin diri ke kereta. Semua itu terjadi karena gue gak tahan dengan suara-suara di kepala gue yang merendahkan gue ke titik di mana akhirnya gue berkesimpulan kalau hidup itu gaada gunanya.

13. Weh, hebat lo masih hidup...

Gak koq. Banyak yang mengalami hal yang jauh lebih parah dari gue dan mereka masih hidup normal di luar sana. Permasalahan utama sekarang adalah menjalani hidup sepositif mungkin dan gue membangun support system lingkungan yang positif sehingga setiap kali gue mengalami masalah atau kambuh gue bisa meminta pertolongan ke mereka. Hal ini perlu karena orang yang mengalami gangguan kejiwaan atau mental illness atau mental disorder atau mental health issues MEMBUTUHKAN semacam dukungan dari orang-orang terdekat yang sekiranya mengerti mengenai masalah mereka. Di Indonesia hal-hal semacam ini masih sangat tabu. Kebanyakan penderita gangguan kejiwaan dianggap sepele. Bahkan dianggap kurang iman, kerasukan roh jahat, atau kutukan. Gak heran di daerah-daerah kebanyakan penderita diperlakukan secara tidak manusiawi, dipasung, dibuang, dan semacam diasingkan.


, , , , ,

#3

June 12, 2018 Samuel Yudhistira

I hurt myself today
To see if I still feel
I focus on the pain
The only thing that's real
The needle tears a hole
The old familiar sting
Try to kill it all away
But I remember everything

What have I become?
My sweetest friend
Everyone I know
Goes away in the end
You could have it all
My empire of dirt
I will let you down
I will make you hurt

I wear this crown of shit
Upon my liar's chair
Full of broken thoughts
I cannot repair
Beneath the stains of time
The feelings disappear
You are someone else
I am still right here


You could have it all
My empire of dirt
I will let you down
I will make you hurt
If I could start again
A million miles away
I would keep myself
I would find a way

Nine Inch Nails - Hurt


, , ,

Can You Handle It?

December 19, 2017 Samuel Yudhistira
Existence is.. well.. what does it matter?
 I exist on the best terms I can. 
The past is now part of my future. 
The present is well out of hand.
-Ian Curtis-

Kata-kata di atas dari Ian Curtis, vokalisnya Joy Division yang memutuskan untuk gantung diri ketika usianya baru menginjak 23 tahun.

Perbicangan mengenai depresi dan bunuh diri di kalangan musisi kembali mencuat setelah Chester Bennington memutuskan untuk bunuh diri beberapa waktu yang lalu.

He was my first musical idol.

Gue inget ketika ulang tahun ke 10 gue minta hadiah CD Linkin Park sebagai kado ulang tahun gue. 

Shock waktu pertama kali dapat berita dia meninggal. Perasaan gue agak aneh mirip kya waktu dapet kabar David Bowie meninggal.

Depresi yah...

Salah satu "pembunuh" tak terlihat yang berkeliaran di dalam pikiran orang-orang tanoa mereka sadari.

Gue pernah mengalami hal serupa. Yeah, gue orang dengan obsesi kelewat gila yang membuat gue mudah sekali stress dan depresi ketika gue gagal. 

Obat-obat penenang dan konsultasi dengan dokter ahli kejiwaan merupakan solusi paling masuk akal untuk menanggulangi akibat dari depresi.

Gue juga beberapa kali mencoba untuk mengakhiri hidup karena gak tahan dengan tekanan pikiran akibat dari depresi berkepanjangan. I was lucky to survive. 

Untuk orang-orang awam mungkin kelakuan kita bisa dikategorikan sebagai drama, lebay, gak jelas, gak penting, overthinking, blablabla. Yeah I'm sick of those things. I hear them everyday.

Gak semudah yang kalian bayangkan. Kondisi seperti itu tidak mudah untuk dipahami oleh orang-orang yang tidak pernah mengalami kejadian serupa.

Rasanya kaya apa?

Rasanya itu kya elo adalah makhluk paling tidak berguna yang pernah ada di dunia. Dalam beberapa kasus bahkan ada yang bisa denger suara-suara di dalam kepala, bisikan, suara berisik, bahkan percakapan. Gue gak mau sotoy soal hal ini.

Penyebabnya? 

Banyak. Semua itu berbeda-beda setiap orang.

Solusinya?

We can offer tons of solutions if we want tapi seperti yang gue sebutkan depresi datang dengan bentuk yang berbeda-beda tergantung dari orangnya. Paling enggak, dengan lo menganjurkan si pengidap untuk terbuka (berobat ke dokter blabblabla) atau kalau lo punya banyak tenaga dan waktu ada baiknya lo tetap support si pengidap dengan menemani, ajak ngobrol, dan buat si pengidap sadar tentang betapa masalahnya tersebut sebenarnya punya solusi.

Anything's possible.

Gue sebenarnya pengen cerita tentang masa-masa suram tersebut tetapi seperti akan memakan waktu yang cukup lama untuk bisa merangkum semuanya ke dalam satu cerita. Lagian gak menarik juga koq hehehe.

Life works in many strange ways. Sometimes it's cold, fucked up, hot, confusing, messed up, happy, colorful, meaningless, cruel, unfair, delightful, anything!

Tapi seperti yang selalu gue tanamkan di dalam otak gue sehingga pada akhirnya gue berhasil melewati hari-hari tergelap dalam sejarah hidup gue:

HALF OF LIFE IS FUCKING UP AND THE OTHER HALF IS DEALING WITH IT.
-Henry Rollins-


, , , , , , , , ,

Psychocandy.

September 12, 2017 Samuel Yudhistira
Pills to wake you up.
Pills to help you sleep.
Pills to help you stay at night.
Pills to feel happy.
Pills to feel sad.
Pills for breakfast.
Pills for lunch.
Pills for dinner.
Pills to help you laugh.
Pills to help you cry.
Pills to help you to be yourself.
Pills to help you to be a superstar.
Pills to help each other.
Pills to fight the horde.
Pills to sing.
Pills to scream.
Pills to live.
Pills to die.

Kau berbicara kepada langit di malam hari.
"Mereka tuli! Mereka bisu!"

Kau berbicara kepada pisau dapur.
"Ayo kita bervakansi bersama. Bawa aku ke taman hiburan abadi,"

Kau berbicara kepada tali tambang yang tergantung di teralis jendela kamarmu
"Mari menghilang. Jangan pernah percaya kepada retorika. Bahkan Socrates pun masih bisa tertawa ketika dipaksa minum racun,"

Kau berbicara kepada mobil-mobil yang berlarian kencang di Jalan Thamrin sana.
"Terpaksa kujilat ludahku kembali. Kubiarkan kalian yang menentukan hasil akhir"

Kau berbicara kepada tembok kumal penuh coretan di kamarmu.
"Merah! Merah! Merah! Kubiarkan bau amis darah memenuhi ruangan penuh roh jahat ini!"

Kau berbicara kepada cairan obat anti serangga.
"Mari minum darah seperti minum anggur. Kita akan abadi dalam kemudaan kita,"

Kau berbicara kepada pecahan botol di sudut ruangan. Dari ujungnya darah segar menetes.
"Kubiarkan kalian meninggalkan tanda di tubuhku supaya mereka sadar akan perbuatan mereka,"

Kau berbicara kepada pil-pil di tangan kirimu dan segelas air di tangan kananmu.
"Usir hantu di kepalaku. Akan kubuat perusahaan kalian kaya dan kudoakan dia yang menemukan formula kalian masuk surga di mana tidak ada depresi, tidak ada obsessive disorder, tidak ada schizophrenia, tidak ada manic depressive, tidak ada OCD, tidak ada mental disorder, tidak ada paranoid, dan tidak ada lagi dunia di mana rasa sakit merupakan kesenangan,"



Jakarta, 12 September 2017


Berdasarkan pengalaman pribadi.

Judul postingan gue ambil dari judul album salah satu band favorit gue: The Jesus and Mary Chain - Psychocandy. Salah satu album favorit gue yang gue selalu dengerin di masa-masa hancur lebur berantakan. 

Sekarang sudah jauh lebih baik dibanding masa-masa menjengkelkan waktu itu.

Kalo mengutip lirik lagu The Grateful Dead - Touch of Grey:

I will get by
I will get by
I will get by
I will survive

Tetaplah hidup.