Sama seperti malam-malam lainnya terbangunlah dirimu dari tidurmu. Keringat mengucur deras dan mulai basah kaus oblong robek-robek yang sudah lebih cocok menjadi kain lap itu di tubuhmu. Sayup-sayup suara kucing yang berkelahi dan bersenggama terdengar di kamarmu. Kesal dirimu menghadapi matamu yang menolak untuk terpejam barang beberapa jam saja. Bangun, duduk, kau usap-usap wajahmu sembari mencari kesadaran yang entah ada di mana.
"Bukan, bukan, gak ke sini mainnya. Kayaknya kuncinya salah," suara itu tidak asing datang dari sudut kanan kamarmu tepat di ujung tempat tidurmu.
Menolehlah dirimu dan mendapati dia yang seharusnya tidak di sana sedang asik memainkan gitarmu. Jemari-jemarinya sedang berusaha menekan dawai, membentuk chord, menjadi nada yang entah sumbang atau merdu terdengar.
Mata kalian bertemu, kau tersenyum, lalu tertawa, lalu kalian berdua mulai bertukar nada, irama, aksara, dan tanpa sadar matahari mulai datang. Perlahan buyar kawanmu, menguap bersama embun, terbang, hinggap di kepala lainnya yang mungkin sedang butuh teman untuk bicara tentang betapa dunia begitu menyebalkan dan tidak perlu diperjuangkan.
Perlahan mulailah kau berjalan gontai turun dari tempat tidurmu, kakimu lengket, perih rasanya. Kau nyalakan lampu kamarmu, terlihat jelas sekarang genangan darah kering mulai menghitam menghiasi lantai kamarmu. Bau anyir darah dan asap tembakau sekarang semakin jelas mengisi indera penciumanmu. Kau tengok telapak kakimu dan bergaris-garis luka menyapa dirimu. Tertegun, kau mulai tersenyum, menggelengkan kepala, dan pergilah kau menuju kota untuk menjadi "normal" kembali selama beberapa jam ke depan. Diguyur air dingin, kena macet, digencet dalam gerbong KRL, kesal, mengumpat, diburu waktu, tertawa-tawa, bergosip ria, dan kena macet kembali, hingga tiba kembali kau ke kamarmu untuk berbincang dengan dia yang seharusnya tidak ada di sana.
Begitu terus sampai kau mati...
***
Nothing in this world can take the place of persistence. Nothing is more common than unsuccessful men with talent. Persistence and determination alone are omnipotent” Hard work beats talent every single time.