Showing posts with label band. Show all posts
Showing posts with label band. Show all posts
, , , , , , , , , , ,

The Libertines - The Libertines (2004)

March 07, 2017 Samuel Yudhistira



Ini adalah album yang merupakan jawaban atas penantian deg-degan para fans The Libertines di tahun 2004. Setelah vokalis sekaligus salah satu frontmen mereka Pete Doherty dijebloskan ke bui akibat aksi pencurian di apartemen salah satu personil bandnya sendiri: Carl Barât. Banyak yang menduga kalau band ini bakalan bubar jalan. 



The Libertines sempat mencuri perhatian dengan album perdana mereka yang berjudul "Up The Bracket" dan menjadi ikon musik garage rock di awal tahun 2000-an. Konflik internal,perilaku ugal-ugalan,dan gaya hidup para personilnya yang berujung pada ditangkapnya Pete Doherty membuat publik sempat berasumsi kalau band ini tidak akan bertahan lama.

"FREEDOM GIG"

Tap 'n' Tin, Chatham, Kent

Acara ini menjadi tonggak awal kembalinya The Libertines sebagai sebuah band setelah Pete Doherty keluar dari penjara dan  beberapa jam kemudian langsung manggung bareng teman-teman bandnya. Publik kembali bertanya-tanya apakah kembalinya Doherty bersama bandnya apakah hanya sementara atau mungkin The Libertines kembali dengan karya-karya terbaru mereka.

Album ini menjawab semuanya.

Dirilis tahun 2004 di bawah label Rough Trade album ini merupakan album The Libertines yang pertama kali gue dengeri justru di tahun 2014. Yeah, gue terlambat satu dekade karena jujur gue belum begitu tertarik dengan musik mereka pada saat itu. Dengan bantuan dari seorang penggemar berat The Libertines (nama disamarkan) gue berhasil mendapatkan materi-materi album ini. 

Gue suka. 

This is an amazing stuffs. Album ini kaya biografi. Kebanyakan menceritakan tentang relasi pertemanan antara Pete Doherty dan Carl Barât yang sempat gonjang-ganjing karena kasus pencurian tersebut. 

Langsung digeber dengan single pertama dari album ini yaitu lagu "Can't Stand Me Now" yang juga merupakan hit palng cihuy dari The Libertines yang pernah dibuat. Lagu ini jelas tentang pertemanan yang mengalami turbulensi di tengah perjalanan. Yeah, sebuah hal yang mungkin juga banyak dialami sama kita semua.

An ending fitting for the start
you twist and tore our love apart
your light fingers through the dark
that shattered the lamp and into the darkness cast us...

No you've got it the wrong way round
you shut me up and blamed it on the brown
cornered the boy kicked out at the world...the world kicked back
alot fuckin' harder now

Gue suka track yang judulnya "Don't Be Shy","Narcissist","The Ha Ha Wall", sampe "Arbeit Macht Frei" yang masih menggunakan formula yang sama: lirik simpel,distorsi ringan,tempo cepat, dan attitude yang urakan. Album ini memang penuh dengan energi. Mungkin pengaruh absennya Pete Doherty yang tiba-tiba kembali dan membawa energi yang baru untuk The Libertines sehingga empat belas lagu di album ini menjadi penuh semangat.

Mungkin lagu "Music When The Lights Go Out" adalah lagu yang paling gue suka di album ini. Lagu ini menyentuh emosi gue secara berlebihan di masa-masa depresi gue dulu. Ahh, how I really love this song man. Lagu ini mengingatkan gue pada teman-teman dan keseruan dengan mereka. 


and all the memories of the pubs and the clubs, and the drugs and the tubs we shared together
will stay with me forever..
but all the highs and the lows and the to's and the fro's they left me dizzy oh wont you please
forgive me

but i no longer hear the music oh no no no no

Di lagu "What Katie Did" gue suka intronya dan harmonisasi vokal yang ringan tapi keren. Gue suka liriknya. Menceritakan tentang Pete Doherty yang lari dari kesedihan setelah putus dengan cara mengkonsumsi heroin.

What you gonna do Katie? 
You're a sweet, sweet girl 
But it's a cruel, cruel world 
a cruel, cruel world 

Safety pins are none too strong Katie
they hold my life together 
And I never say never 
And I never say never again 

But since you said goodbye 
The polka dots fill my eyes
And I don't know why 

Kebanyakan majalah musik memberikan review yang cukup positif tentang album ini. Tapi yang menurut gue sangat mencuri perhatian gue ketika gue dapet album ini jujur aja cover albumnya. Gue suka sama cover album ini. Sederhana tapi pesannya kuat. Foto Carl dan Pete waktu acara "Freedom Gig" yang legendaris tersebut dipilih menjadi cover album yang berisi kisah tentang mereka berdua.





Please don't get me wrong

See I forgive you with a song

We'll call the Likely Lads

But if it's left to you

I know exactly what you'd do

With all the dreams we had


picture source: https://en.wikipedia.org/wiki/The_Libertines_(album)
, , ,

Britpop... Berusaha Sok Tahu Dalam Batas Kemampuan!

September 14, 2009 Samuel Yudhistira
Postingan kali ini khusus gw buat beberapa saat setelah gw mendengar kabar kalo OASIS, grup band yang mengenalkan gw pada dunia britpop bubar, band asal Manchester itu akhirnya menyatakan bubar setelah Noel Gallagher menulis secara resmi pada website resmi OASIS.
"Aku ingin mengumumkan sebuah berita yang menyedihkan sekaligus melegakan, aku akan berhenti dari Oasis malam ini. Orang-orang akan menulis dan mengatakan apa yang mereka suka, tapi aku tidak akan lagi bekerja sama dengan Liam walau cuma sehari saja. Aku minta maaf pada semua orang yang telah membeli tiket pertunjukan di Paris, Konstanz, dan Milan," tulis Noel.

Walaupun sejujurnya gw gag tahu terlalu banyak mengenai OASIS tapi yang gw tahu mereka ini udah cukup banyak memberi pengaruh di dunia musik. Eniwei setelah mendengar bubarnya OASIS ini gw justru semakin melirik aliran musik yang mereka mainin, britpop (berarti ada hikmah di balik bubarnya mereka).

Britpop, ada beberapa pendapat mengenai bagaimana aliran musik britpop ini terbentuk, salah satu teori mengatakan bahwa britpop diawali dengan British Invansion pada akhir tahun 60-an yang diawali oleh The Beatles,Pink Floyd, dan The Sex Pistols. Melalui proses yang menuntut kreativitas dari para musisi tersebut, British Invasion tersebut berevolusi menjadi Britpop.

Berarti Britpop tetep juga berakar dari The Beatles, mungkin maksud dari tulisan tersebut kaya githu tapi ada juga teori lain mengenai Britpop.
Istilah "Britpop" telah digunakan pada akhir tahun 1980-an mengacu pada band-band seperti The La's, Stone Roses, dan The Inspiral Carpets Bridewell Taksi. "Britpop" muncul sekitar waktu yang sama dengan istilah "Britart" (yang disebut karya seniman modern Inggris seperti Damien Hirst). Namun, tidak akan sampai tahun 1994 ketika istilah memasuki kesadaran populer, yang digunakan secara luas oleh pers dan radio musik DJ.

Asal usul Britpop berasal di awal tahun 90-an di lokasi pusat kegiatan indie di Inggris yang berpusat di Camden Town di London. Oleh "Melody Maker" hal ini dijuluki dengan "The Scene That Celebrate Itself". Pada masa awal ini band-band pelopor Britpop yang bermunculan antara lain:Blur, Lush, dan Suede. Di masa itu musik yang dianggap sedang trend adalah Grunge dari Amerika Serikat yang dipelopori oleh Nirvana.

Masa Britpop dianggap mulai sejak munculnya single dari Blur yang berjudul "Popscene" dan single dari Suede yang berjudul "The Drowners". Suede dianggap sebagai pencetus dari sound gitar britpop yang muncul sebagai jawaban atas Seattle's Grunge Sound. Album mereka menjadi album pertama dengan penjualan paling tinggi di Inggris pada tahun 1993. Sebuah majalah di Inggris menampilkan vokalis Suede, Brett Anderson pada sampul depan dengan bendera Union Jack sebagai latar belakang dengan headline yang berjudul "Yanks go home!". Dan munculnya Blur dengan album mereka Modern Life Is Rubbish semakin membuat Britpop memuncak di Inggris dan membuat orang Inggris menjadi lebih "British" . Hal tersebut muncul saat mereka menjalani tur Amerika pada tahun 1992 di mana mereka (Blur) menganggap budaya Amerika dengan "Grunge"-nya itu buruk dan terlalu memberi pengaruh terhadap generasi muda di Inggris yang sudah sangat terpengaruh dengan budaya Amerika.

Masa keemasan Britpop muncul (MUNGKIN!!) pada saat OASIS meluncurkan album debut mereka "Definitely Maybe" yang mengalahkan rekor Suede sebagai album pertama terlaris di Inggris pada tahun 1994. Hal ini ditambah lagi dengan kematian vokalis/gitaris band Nirvana, Kurt Cobain pada April 1994 yang secara langsung berpengaruh pada kematian musik Grunge. Hal itu membuat Alternative Rock Inggris semakin kokoh berdiri setelah kematian musik Grunge tersebut. Bahkan mungkin kalo diingat pernah muncul istilah "The Battle of Britpop" yang jelas-jelas memunculkan persaingan antara dua band pengusung Britpop, yaitu: Blur dan OASIS, di mana keduanya sempat bersaing gila-gilaan di media tahun 1995. Ditambah lagi dengan peluncuran single yang tertunda OASIS meluncurkan "Roll With It" dan Blur dengan "Country House". Kedua single yang tertunda tersebut diluncurkan pada hari yang sama dengan maksud untuk saling mengungguli satu dengan yang lain. Bahkan konflik tersebut merembet ke konflik antar kelas dan regional di Inggris dari sisi musik. OASIS dianggap mewakili Inggris bagian Utara sedangkan Blur bagian Selatan. Bahkan persaingan penjualan album dan jumlah penonton dalam konser menjadi bahan "pertempuran" kedua band Britpop tersebut. Pokoknya bener" gila dehh!!

FIRST WAVE OF BRITPOP BANDS (1993-1997)
Dan Britpop mulai mati awal tahun 2000-an. Banyak faktor sih penyebab matinya Brtipop itu sendiri, mulai dari meledaknya Hip-Hop di Amerika,Boyband (mungkin!),Bangkitnya musik Heavy Metal, dan yang terakhir bubarnya OASIS yang digagas oleh Liam dan Noel Gallagher dan bubar akibat perpecahan antara kedua Gallagher tersebut.

Di Indonesia sendiri Band-band yang murni beraliran Britpop juga udah banyak bermunculan. Kebanyakan ber-influence dari band-band Britpop kya OASIS, Blur, ato Stone Roses. Dan para penggemar musik Britpop mungkin sampe sekarang belum bisa menerima kematian aliran musik yang satu ini, walaupun hal itu bisa dibuktikan dengan tidak adanya generasi baru yang secara terang-terangan mengumandangkan Britpop. Yahh, kalaupun ada mungkin gw aja yang belom tahu, hehehe, namanya juga pemula! Kalo ada yang salah" mengenai informasi yang di atas mohon maaf yee!!