Showing posts with label British. Show all posts
Showing posts with label British. Show all posts
, , , , , ,

Arctic Monkeys - Whatever People Say I Am, That's What I'm Not

June 14, 2017 Samuel Yudhistira
Album ini berisi lagu-lagu yang menjadi saksi tumbuh kembang gue dan beberapa orang di generasi gue. Album ini berhasil memecahkan rekor album debut terbaik di Inggris ketika dirilis tahun 2006 mengalahkan debut album Elastica yang dirilis tahun 1995. Gak terasa juga album ini sudah berusia 11 tahun. Time flies, baby. Lagu-lagunya kebanyakan bercerita tentang potret kehidupan remaja di wilayah suburb Inggris. Mungkin ini pula yang pada akhirnya membuat band ini cepat mencuri perhatian anak-anak muda di Inggris: mereka merasa lagu-lagu di album ini mewakili perasaan mereka sebagai anak muda.

The View from the Afternoon

Album ini dimulai dengan gemuruh drum yang asoy dan tone gitar ringan yang dimainkan dalam tempo yang cepat. Gue suka permainan drum di lagu ini. Terutama di bagian chorus akhir sebelum lagu ini berakhir. 

I want to see all of the things that we've already seen
 I Bet You Look Good on the Dancefloor

Single pertama mereka yang diambil dari album ini. Intronya langsung menghentak cepat. Ahh, I love this song. Terutama lick di bagian tengah. Dude,it's totally cool.


Oh, there ain't no love, no Montagues or Capulets
Just banging tunes and DJ sets and
Dirty dance floors and dreams of naughtiness
 Fake Tales of San Francisco 

Gue jujur pertama kali denger lagu ini dari video game. Entahlah game apa tapi yang jelas dari console. Lagu ini adalah lagu Arctic Monkeys pertama yang gue kulik, lagu Arctic Monkeys pertama yang gue mainin bareng band gue jaman SMA, dan lagu ini juga menjadi lagu pembuka pertemuan gue bersama teman-teman skena permusikan. Lagu ini sudah menjadi saksi banyak sekali kejadian bersejarah.

Yeah, but his bird said it's amazing though
So all that's left
Is the proof that love's not only blind, but deaf
 Dancing Shoes

Gue selalu senang ketika mainin lagu ini bareng band. Lagu ini gampang dimainin bahkan ketika band gue personilnya cuman bertiga lagu ini masih terasa padat. Gue teringat audisi acara kampus orang waktu itu kita mainin lagu ini. Efek metalzone, gitar Squire murahan, dan bass yang gak nyetem. Gue juga heran kenapa waktu itu kita lolos-lolos aja audisi itu.

The only reason that you came
So what you scared for?
Well, don't you always do the same?
It's what you’re there for, but no
You Probably Couldn't See for the Lights But You Were Staring Right at Me

Kalo lo lagi di panggung entah dalam occasion apapun dan lampu panggung menyala garang di atas panggung sudah tentu kemampuan mata lo dalam melihat ke arah penonton berkurang drastis. Yang lo lihat cuma cahaya putih di sekeliling lo. Nah, buat yang nonton justru kebalikannya. Orang yang ada di atas panggung terlihat semakin jelas dan matanya seolah-olah menatap ke arah kita. Jangan heran kalo nonton konser kadang kita bia eye contact dengan si penyanyi padahal si penyanyi gak ngeliat apa-apa. hehehe...

They don't want to say hello
Like I want to say hello
Still Take You Home

This one... Ahh gue suka banget. Gue inget pernah bawain lagu ini waktu acara di sebuah kafe halaman belakang beberapa tahun silam. Gue masih inget lho riff sampe lirik lagu ini sekarang. hehe

I fancy you with a passion
Oh, you're a Topshop princess, a rockstar too
But you're a fad and you're a fashion
And I'm having a job trying to talk to you
But it's alright, yeah, I'll put it on one side
Oh, 'cause everybody's looking, you've got control of everyone's eyes including mine
Riot Van

Lagu ini mengingatkan gue pada kejadian cukup memalukan ketika membawakan lagu yang bercerita tentang sekumpulan anak muda sedang bersenang-senang tanpa peduli aturan ini di tahun 2013 kemarin. We played it so bad. Gue gak hafal lirik dan penonton juga kurang respon dengan lagu ini. Wajarlah, lagu ini bukan sebuah hits single yang semua orang tahu.

"Have you been drinking, son?
You don't look old enough to me"
"I'm sorry, officer, is there a certain age you're supposed to be? 'Cause nobody told me"
Red Light Indicates Doors Are Secured

Lagu tentang bocah-bocah remaja mabuk yang berbuat sesuka hatinya. Yeah, emang kebanyakan lagu-lagu di album ini bercerita tentang kehidupan remaja yang masih mencari-cari jati diri di dunia yang sangat luas ini. Semacam usaha untuk menemukan jati diri dan menjadi dewasa lebih dini.

Oh, they wanted to be men
And do some fighting in the street
He said, "No surrender
No chance of retreat"
Mardy Bum

Mardy dalam kosakata urban masyarakat Yorkshire berarti seseorang yang kerjaannya ngambek melulu (tidak kooperatif). Yeah, lagu ini bercerita tentang seorang wanita yang kerjaanya marah-marah melulu walaupun si cowok bisa menenangkan tapi sifat "ngambek" si wanita tetap saja muncul. Banyak orang mungkin yang sudah sangat famliar dengan lagu ini. Beberapa kali gue denger diputar di mall atau jadi scoring di film atau reality show. A very great song.

 just laugh and joke around?
Remember cuddles in the kitchen, yeah
To get things off the ground
And it was' up, up, and away
Oh, but it's right hard to remember that
On a day like today
When you're all argumentative
And you've got the face on
Perhaps Vampires Is a Bit Strong But...

Lagu ini cocok untuk teman kita yang selalu menjadi benalu atau vampire di dalam lingkup tongkrongan.

He said, "I can't believe that you drove all that way
Well how much did they pay ya? How much did they pay ya?
You'd have been better to stay round our way
Thinking about things but not actually doing the things"
When the Sun Goes Down

Lagu ini adalah sejarah. Pertama kali gue manggung bersama band di sebuah kafe sumpek kawasan Jakarta Pusat gue bersama band membawakan lagu ini. Yeah this was the first we played together in a gig. Lagu ini menceritakan tentang prostitusi yang ada sekitaran studio tempat Arctic Monkeys rekaman dan latihan.

Look, here comes a Ford Mondeo
Isn't he Mr. Inconspicuous?
And he don't even have to say owt
She's in the stance ready to get picked up
Bet she's delighted when she sees him
Pulling in and giving her the eye
Because she must be fucking freezing
Scantily-clad beneath the clear night sky
It don't stop in the winter, no

From the Ritz to the Rubble 

Another song about clubbing experience in Sheffield. Singkat kata lagu ini tentang seseorang yang ditendang keluar dari klub malam oleh para bouncers sangar penjaga pintu klub.

Well, I'm so glad they turned us all away
We'll put it down to fate
I thought a thousand million things
That I could never think this morning
Got too deep
But how deep is too deep?
A Certain Romance

Lagu ini adalah sebuah bentuk nyata pendewasaan diri. Orang-orang yang sudah hidup berdampingan sama kita terkadang punya pola hidup dan kesukaan yang berbeda dan apapun yang kita bilang ke mereka hal tersebut tidak akan mengubah pola pikir mereka begitu saja.

Yah, gue juga merasa demikian koq. Most of my friends, been together since high school or something. They turn into something I hate the most. Yeah, you know, they act like chavs, gentlemen, and "scientists" at the same time. Why should I mad at them anyway. Just don't give them a hoot. It's their life. So, this song kinda reminds me of them. 

But over there, there's friends of mine
What can I say? I've known 'em for a long long time
And they might overstep the line
But you just cannot get angry in the same way
No, not in the same way
Said, not in the same way
Oh no, oh no, no

Seperti yang sudah gue utarakan di atas bahwa album ini adalah saksi pendewasaan diri gue. There's some kind of correlation between me and this album. Yeah, it's a great album. I do really love it.

***
Well, it's ever so funny'Cause I don't think you're special, I don't think you're coolYou're just probably alrightBut under these lights you look beautifulAnd I'm struggling, I can't see through your fake tanYeah, and you know it for a fact that everybody's eating out of your hands

***

picture source: http://relayfm.s3.amazonaws.com/assets/Inquisitive/Whatever.jpg 
, , , , , , , , , , ,

The Queen is Dead (1986)

August 23, 2016 Samuel Yudhistira
source

I really can't wait to share about one of the best album of 1980's. Untuk para pendengar dan pengamat musik album The Smiths yang satu ini merupakan puncak musikalitas mereka. Di album ini juga terdapat lagu The Smiths paling ikonik dan puitis yang pernah ada. This album titled: "THE QUEEN IS DEAD".

Dirilis pada tahun 1986 di Britania Raya dan sukses menembus beberapa chart musik ternama di Inggris sampai Amerika Utara. 

Beberapa lagu The Smiths yang paling gue suka juga berasal dari album ini kya: "There Is a Light That Never Goes Out", "Cemetry Gates", "The Boy with the Thorn in His Side", dan "Bigmouth Strikes Again" adalah beberapa lagu The Smiths favorit gue yang berasal dari album ini.

Perpaduan gaya jangle pop,British Invasion,musik orkestra,rockabilly, sampai punk rock menghasilkan sebuah mahakarya yang bahkan sampai sekarang masih memberikan pengaruh yang signifikan terhadap musik. Album ini memberikan sebuah sensasi yang luar biasa dan membuat The Smiths dinobatkan sebagai salah satu band terbesar di Inggris pada saat itu.

Aransemen musik yang luar biasa dan penulisan lirik yang cerdas. Beberapa majalah musik di masa itu menulis banyak review positif terhadap album ini.

Okey, mari kita bahas lagu-lagu di album ini yang berhasil membuat gue semakin tergila-gila dengan mereka.


The Queen is Dead

Jujur, ketukan drum Mike Joyce di awal dan sepanjang lagu ini buat gue sangat heavy dibandingkan permainannya di lagu-lagu The Smiths lainnya. What a song... Ketika Johnny Marr mulai bermain dengan pedal wah-wah semua terasa begitu keras ditambah lagi dengan lirik-lirik pedas ala Morrissey. A very great song.

Pass the pub that wrecks your body
And the church, all they want is your money
The Queen is dead, boys
And it's so lonely on a limb

Frankly Mr. Shankly 

Otokritik. Nuansa music hall sungguh amat terasa di lagu yang jelas-jelas menyindir label musik tempat The Smiths pernah bernaung saat itu: Rough Trade Records. 

Frankly, Mr. Shankly, this position I've held 
It pays my way, and it corrodes my soul
I want to leave, you will not miss me 
I want to go down in musical history 

I Know It's Over

This is an emotional song, very emotional. This song starts with minimal drum, quiet strumming acoustic guitar and a bass that intersperses Morrissey's highlighted voice. Menurut gue lagu ini mengisahkan tentang perpisahan yang abadi, akhir dari sebuah cerita yang panjang dan indah. Sebuah lagu yang sangat-sangat indah. Cocok didengarkan di kala hujan. hehehe

Sad veiled bride, please be happy
Handsome groom, give her room
Loud, loutish lover, treat her kindly
Although she needs you more than she loves you

Never Had No One Before

Lagu tentang kesendirian, tentang seseorang yang kesepian. Gue sering banget dengerin lagu ini ketika gue sedang dilanda kesendirian yang benar-benar parah. Gue merasa seperti tokoh dalam lagu ini yang berjalan entah kemana meratapi kensediriannya. Jujur lagu ini berasa banget nuansa 80-an.

I know I'm alone
I'm alone, I'm alone, I'm alone

And I never, never had no one ever
I never had no one ever

Cemetery Gates

Huah, I love this song. Kaya cerita tentang dua orang yang main-main ke kuburan sambil bawa buku masing-masing. Di lagu ini setidaknya ada 3 nama penulis yang disebut: John Keats,William Butler Yeats, dan Oscar Wilde. Faktanya, Morrissey memang adalah seorang yang sangat mengagumi semua karya dari Oscar Wilde dan lirik-lirik yang dia tulis banyak mengambil inspirasi dari Oscar Wilde.

Bigmouth Strikes Again

Salah satu single yang dirillis dari album ini. Lagu ini punya tema umum tentang perilaku kebanyakan manusia yang lebih banyak bicara daripada bertindak. Yep, BIGMOUTH. Sebagai tokoh yang tidak mainstream lagu ini lebih melihat ke sisi orang yang sebenarnya tahu tapi memilih tidak banyak bicara seperti orang-orang yang sok tahu. Sikap. Suara backing vocal wanita di lagu ini ditulis sebagai Ann Coates yang sebenarnya hanyalah tokoh fiktif rekaan Morrissey dan Johnny Marr sebagai bahan lelucon. Nama Ann Coates sendiri diambil dari nama salah satu distrik di kota Manchester yaitu Ancoats. Dan suara backing vocal wanita tersebut adalah suara Morrissey yang bernyanyi dengan efek suara gas helium.

Bigmouth, bigmouth
Bigmouth strikes again
And I've got no right to take my place
With the human race

The Boy with the Thorn in His Side

"The thorn is the music industry," Morrissey pernah berujar demikian dalam salah satu interview. Industri musik yang tidak pernah mau mendengar dan tidak pernah percaya dengan kemurnian sebuah karya dan menilai bagus atau tidaknya sebuah lagu dari berapa uang yang dapat dihasilkan. Lagu ini adalah lagu The Smiths pertama yang muncul dalam promosi video. Sebuah bentuk materi promosi jenis baru yang meledak di tahun 80-an. Awalnya mereka menolak dengan alasan mereka bukan bagian dari kapitalisasi industri musik tapi pada akhirnya label yang menentukan. Lagu ini menjadi favorit gue jujur gue suka banget suara Morrissey di lagu ini. Harmonisasi dengan musiknya benar-benar menghipnotis.

The boy with the thorn in his side 
Behind the hatred there lies 
A murderous desire for love 
How can they look into my eyes 
And still they don't believe me? 
How can they hear me say those words 
Still they don't believe me? 
And if they don't believe me now 
Will they ever believe me? 
And if they don't believe me now 
Will they ever, they ever, believe me?

Vicar in a Tutu

Lagu yang jika didengarkan oleh "close-minded believer" akan menjadi suatu perkara yang cukup besar. Lagu ini terkesan seperti dark joke untuk gereja Katolik. Mengisahkan tentang seseorang yang ditolak dalam lingkungan Katolik dengan alasan "kurang suci". Topik yang berat dibungkus dengan lirik dan musik yang sangat playful. Morrissey kenyataannya memang dibesarkan dalam lingkungan Katolik yang sangat kuat tapi dia sendiri menyatakan bahwa dia tidak pernah percaya terhadap konsep ke-Tuhan-an.

There is a Light That Never Goes Out

Genius!
Lagu ini hebat..puitis nan romantis. Salah satu lagu paling hebat sepanjang sejarah. Gue suka lagu ini. Saking sukanya bahkan di salah satu tembok kamar gue judul lagu ini gue tulis beserta liriknya. gue gabisa jelasin lagi liriknya. Biarkan kalian menentukan. This is a very very great song. 

Take me out tonight 
Where there's music and there's people 
And they're young and alive 
Driving in your car 
I never never want to go home 
Because I haven't got one 
Anymore 

Take me out tonight 
Because I want to see people and I 
Want to see life 
Driving in your car 
Oh, please don't drop me home 
Because it's not my home, it's their
Home, and I'm welcome no more 

And if a double-decker bus 
Crashes into us 
To die by your side 
Is such a heavenly way to die 
And if a ten-ton truck 
Kills the both of us 
To die by your side 
Well, the pleasure - the privilege is mine 

Take me out tonight 
Take me anywhere, I don't care 
I don't care, I don't care 
And in the darkened underpass 
I thought oh God, my chance has come at last
(But then a strange fear gripped me and I 
Just couldn't ask) 

Take me out tonight 
Oh, take me anywhere, I don't care 
I don't care, I don't care 
Driving in your car 
I never never want to go home 
Because I haven't got one, da
Oh, I haven't got one 

And if a double-decker bus 
Crashes into us 
To die by your side 
Is such a heavenly way to die 
And if a ten-ton truck 
Kills the both of us 
To die by your side 
Well, the pleasure - the privilege is mine 

Oh, there is a light and it never goes out 
There is a light and it never goes out 
There is a light and it never goes out 
There is a light and it never goes out 
There is a light and it never goes out



Some Girls Are Bigger Than Others

Rada sexist deh lagu ini. Tapi itulah The Smiths dan Morrissey secara khusus sebagai penulis lirik yang luar biasa cerdas. Dalam salah satu wawancara dengan majalah NME tahun 1986 Morrissey pernah berkata, "The whole idea of womanhood is something that to me is largely unexplored," sehingga akhirnya lahirlah lagu ini yang mengekspos bagian tubuh dari tiap wanita dan bagaimana hal tersebut bisa menjadi perdebatan panjang antar wanita. This song closes The Smiths' third album, The Queen Is Dead. The comedic and rather frivolous lyrics are noted for standing in ironic contrast to the bleak tales told on the rest of the album. 

Yep, seperti statement dari drummer The Smiths, Mike Joyce, "Only Morrissey could get away with that lyric - vegetarianism, sexism, children being murdered."

, , , , , , ,

Strangeways, Here We Come (1987)

August 08, 2016 Samuel Yudhistira
Another Smiths' album. Wajarlah, berhubung mereka band keren dan gue suka jadi gue mau berbagi tentang pandangan gue mengenai album keempat dan terakhir mereka: "Strangeways, Here We Come" yang dirilis 4 bulan setelah band ini menyatakan bubar di tahun 1987.

Let's just skip about the story behind this album ato musikalitas album ini. Orang lain mungkin punya skill dan tanggung jawab lebih untuk menceritakan hal-hal demikian. Di sini gue cuma mau menceritakan hubungan album ini dengan apa yang gue rasakan dan nikmati.


Ini mungkin adalah album The Smiths pertama yang gue punya dan dengerin. Pertama kali gue dengerin "Stop Me If You Think You've Heard This One Before", "Girfriend in a Coma", sama "A Rush and A Push and The Land is Ours" melalui album yang luar biasa ini.


Sayangnya, The Smiths bubar setelah rekaman album ini (waktu dirilis mereka udah bubar). Menurut sumber-sumber yang gue baca album ini juga adalah album favoritnya Morrissey dan Johnny Marr seperti yang dikutip dari perkataan Morrissey, "We say it quite often. At the same time. In our sleep. But in different beds."


Menjadi satu-satunya album di mana Morrissey memainkan instrumen piano di lagu "Death of a Disco Dancer."


Lagu-lagu di album ini emang rata-rata judulnya panjang. Gatau deh kenapa. Kalau dibandingkan dengan album-album The Smiths sebelumnya kayanya tracklist di sini judulnya agak sedikit panjang.

Mari bahas lagunya satu per satu.

1. A Rush and A Push and The Land is Ours

Suara piano di awal langsung disambung masuknya vokal dari Morrissey. Jangling-nya masih berasa walau faktanya tidak ada gitar sama sekali di lagu ini. Gue suka lagu ini. Morrissey masih sering bawain lagu ini setelah bersolo karir dengan beberapa perubahan pada liriknya.

They said : 
"There's too much caffeine 
In your bloodstream 
And a lack of real spice 
In your life" 
2. I Started Something I Couldn't Finish

Gue suka intro gitarnya. Berdistorsi ringan. Salah satu lagu mereka yang gue dengerin di awal gue tahu The Smiths (sekitar jaman SMA). Gue langsung suka. Lagu ini keren banget  sampe sering gue putar ulang di MP3 player gue di jaman itu. Arti lagu ini kayanya juga mirip-mirip sama sifat geblek gue yang hobi maksain orang untuk ikutan "nyebur" dalam satu hal yang orang lain belum tentu suka dan di tengah jalan malah berubah jadi sedikit bencana.

3. Death of a Disco Dancer

Satu-satunya lagu di mana Morrissey memberikan kontribusi instrumen musik. Yep, doi memainkan piano di lagu ini, satu hal yang patut dicatat. Gue suka lagu ini. Tentang kematian dan betapa rasa kemanusiaan mulai dipertanyakan dalam kehidupan sehari-hari.

And if you think Peace 
Is a common goal 
That goes to show 
How little you know
(sebuah lirik yang kick-ass)

4. Girlfriend in a Coma

Ahhh my favourite song!! Lagu maha sarkas,penuh candaan yang ngehek, dan cerdas seperti biasanya gue suka banget lirik-lirik Morrissey yang puitis tapi tetep liar. Saking liarnya sampe lagu ini gadapet airplay di radio-radio Inggris termasuk BBC masa itu.

5. Stop Me If You Think You've Heard This One Before

I love this song. Gitarnya Johnny Marr bener-bener menghipnotis. Gue dulu sempet ngulik lagu ini dalam versi yang cukup kacau. Dan kembali tidak mendapatkan airplay dari radio di Inggris dikarenakan salah satu liriknya terdapat kata-kata "mass murder" yang dinilai terlalu ofensif termasuk lirik yang berbunyi, "a shy,bald, buddhist reflect." 
Gue suka video klip-nya. Jujur aja gue lagi sempet nyari cara bikin emblem kaya di video klip itu trus naik sepeda keliling kota. hehe.

I crashed down on the crossbar 
And the pain was enough to make 
A shy, bald, buddhist reflect 
And plan a mass murder

6. Last Night I Dreamt That Somebody Loved Me

Lagu yang dinilai oleh David Bowie sebagai yang terbaik di album ini dan menyatakan bahwa Morrissey adalah salah satu penulis lirik terhebat sepanjang sejarah. Gue sangat membenarkan Bowie. This is a great song. Liriknya juga sungguh luar biasa. Simpel tapi penuh arti.

Last night I dreamt
That somebody loved me
No hope - but no harm
Just another false alarm
Last night I felt
Real arms around me
No hope - no harm
Just another false alarm
So, tell me how long
Before the last one?
And tell me how long
Before the right one?
This story is old - I KNOW
But it goes on
This story is old - I KNOW
But it goes on
7. Unhappy Birthday 

Lagu sarkas yang memutarbalikkan kondisi tentang ulang tahun seseorang yang menurut kita "jahat". Gue suka lagu ini secara musikalitas sangat di luar pola pikir. Hal sederhana yang menjadi sebuah hal yang monumental dan begitu indah. Cara yang manis untuk menyindir seseorang.

8. Paint A Vulgar Picture

This song kicks our ears with a very "Marr" jangly thing. Jrruweeengwengwengweng. Disusul riff bass-nya Andy Rourke dan hentakan kick drum Mike Joyce. Sayup-sayup terdengar sedikit aksen tambourine baru deh masuk suara Morrissey.
Dari liriknya kayanya menceritakan tentang retorika dunia hiburan (showbiz) di mana musisi mendapat tekanan dalam berkarya demi keuntungan semata tanpa memikirkan sisi estetikanya. Kenyataan yang masih terjadi dalam dunia hiburan terutama musik akhir-akhir ini.

9. Death at One's Elbow

Salah satu lagu yang liriknya gue masih bingung artinya apa. Entah tentang affair,entah tentang suicide, entah tentang pasangan gay. Ada yang bilang diambil dari buku "James Dean is Not Dead" tapi ada juga statement lain yang bilang lagu ini diambil dari buku "The Orton Diaries" yah apapun itu pokoknya inti lagu ini adalah hal yang tragis dan menyedihkan. 

10. I Won't Share You

Final track. Dan sebuah hal yang benar-benar tepat menutup perjalanan album ini dan karir studio The Smiths. This is their legacy. Lagu ini gue sukaaaaa banget. Johnny Marr mainin autoharp di lagu ini. A very sweet song in my opinion. I won't share you/With the drive/The ambition/And the zeal I feel/This is my time. 

Huaah I really love this song. 

Pada akhirnya ini adalah album yang luar biasa. Secara musikalitas tetap mengejutkan dengan beberapa elemen instrumen yang mengisi beberapa lagu. Sayang memang menjadi karya album terakhir dari band yang sudah menginspirasi musisi di generasi selanjutnya seperti The Stone Roses,OASIS,Blur,The Libertines, dan banyak lagi band-band lain.




, , , , , , , , ,

Belle and Sebastian - The Life Pursuit (2006)

July 25, 2016 Samuel Yudhistira
Untuk yang kedua kalinya gue membahas salah satu album dari band favorit gue: Belle and Sebastian. Setelah sebelumnya gue membahas tentang album mereka "If You're Feeling Sinister" di sini, sekarang gue membahas tentang album ketujuh mereka yang rilis di tahun 2006. Judul album ini "The Life Pursuit" sebuah album yang cukup sukses dan mendapat respon positif dari pengamat maupun pendengar.




Why do I love this album?

Album ini buat gue macam pencerahan karena banyak membahas soal kehidupan pada umumnya dan juga anehnya sinkron dengan beberapa hal yang sudah gue alami sebelumnya. Semacam berkaca dalam nada.

Masih terkesan twee tapi tetep menonjolkan sisi yang menimbulkan kesan kuat dalam lirik yang sebagian besar ditulis oleh si jenius Stuart Murdoch. Album ini juga membahas sisi religi seseorang dan digambarkan dengan sangat cerdas menggunakan bahasa yang simpel. Gue suka kedua part dari lagu "Act of the Apostle " dan "Act of the Apostle II" karena buat gue kedua lagu ini mewakili setiap pergumulan anak-anak muda tentang religi dan hubungan yang sifatnya ke-Tuhan-an.

"The bible's my tool
There's no mention of school!
My Damascan Road's my transistor radio
I tune in at night when my mum and my dad start to fight
I put on my headphones"

Di lagu "Another Sunny Day" gue suka suara gitar di intro awal. A perfect song for summer in my opinion. Lagu "White Collar Boy","The Blues are Still Blue","Sukie in the Graveyard" masih menunjukkan kejeniusan mereka mengkomposisikan musik pop di ambang batas terjauh. twee and jangle masih sangat terciri di album ini.

 "We Are the Sleepyheads" merupakan salah satu lagu favorit gue di album ini waktu pertama dengerin album ini di jaman-jaman kuliah dulu. Gue suka intronya sama bagian chorusnya dan betapa ramainya musik di lagu ini. Gue suka salah satu penggalan liriknya juga.


The beauty of the moment is the beauty sadly lost
Sadly lost


"To Be Myself Completely" sebagai bocoran adalah salah satu inspirasi gue ketika menulis lagu yang temanya gajauh beda dengan tema lagu ini. What do I love the most about this sing is the lyrics. They tuned in and synchronized with all the sudden sorrow happened in my life.

Well my heart has fallen down
Thought I'd talked myself around
Though we say goodbye and wonder 
What's to know and who's to blame
But to be myself completely I will love you just the same

Well, di lagu ini sih seperti ada yang mengalah.

"Funny Little Frog" yang merupakan single pertama dari album ini merupakan salah satu lagu yang bener-bener canggih sepanjang masa pendengaran kuping gue. Gue suka banget lagu ini. Riang,gembira,tapi di satu sisi agak-agak dark dan gloomy juga di beberapa bagian lirik. Hal ini semakin diperkuat ketika gue melihat video klip lagu ini di internet. Mungkin memang banyak orang mengartikan lagu ini secara berbeda tapi buat gue lagi ini kya tentang seseorang yang berfantasi tentang wanita impiannya. Yeah, that kind of thing-lah.
Mungkin di album ini yang jadi favorit gue adalah lagu "Dress Up in You", yap lagu ini sungguh teramat gimana-gituh buat gue. I love it. Tentang teman yang dulu biasa tiba-tiba sekarang jadi superstar dan kita tetap di posisi biasa aja. Sebenarnya kalo dipikir-pikir lagu ini kya ngedumel sih tapi caranya teramat canggih dengan lagu ini. A lovely piece of music.


Blow up in the face of my rivals
I swear and I rant, I make quite an arrival
The men are surprised by the language
They act so discreet, they are hypocrites so fuck them too!

Sebuah album yang luar biasa dari band asal Skotlandia ini. Lagu-lagu ditulis dan dinyanyikan dengan cara yang tidak biasa untuk tolak ukur musik pop. Belle and Sebastian memang adalah produk budaya Do-It-Yourself punk kemudian menjelma dalam bentuk kultur musik pop yang teramat "aneh".

Mengutip dari Pitchfork: "...this record is a deceptively wry, wickedly tuneful testament to the fragile beauty of faith..."

Kesimpulan tentang "The Life Pursuit" kembali datang dari sumber yang sama mengenai album luar biasa ini:

"The Life Pursuit is a baroque pop cathedral, welcoming the faithful and newly converted alike."-PITCHFORK-

picture source
https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/80/78/65/80786525e19ddc7f51bf271e4b3e7ea0.jpg
,

Movie Review: The Damned United

June 19, 2011 Samuel Yudhistira

Well, kali ini gw mau review film... first... it's not a bloody music thing :D

Jangan mentang-mentang gw musisi film yang gw bahas berkaitan dengan musik. Weiitss jangan salah, friend! Kali ini film yang gw bahas gak berkaitan dengan musik.

Film yang gw bahas kali ini judulnya "The Damned United".

Film Inggris produksi tahun 2009 ini bersetting tahun 1970-an di Inggris. Menceritakan tentang perjuangan seorang pelatih sepakbola Brian Clough dan asistennya Peter Taylor. Mereka berdua melatih sebuah klub di kota Derby yaitu Derby County F.C., dan klub ini bukanlah sebuah klub besar, bahkan sedang berjuang dalam krisis finansial dan ancaman degradasi.

Di sini diceritakan perjuangan Brian Clough dan Peter Taylor untuk mensejajarkan diri dengan sebuah klub Inggris yang tengah berjaya, yaitu Leeds United yang dilatih oleh Don Revie.

Diisi juga dengan konflik-konflik batin dalam diri Brian,perpecahannya dengan klub Derby County,putusnya hubungan dengan Peter Taylor, dan Brian yang terobsesi untuk mengalahkan nama besar Don Revie bersama Leeds United.

Banyak pelajaran yang bisa ditarik dari film ini, jadi cukup menarik untuk disaksikan. Lumayan juga bisa mendapatkan potret kehidupan sepakbola Inggris tahun 70-an.

Pokoknya seru deh!

Gw quote kata-kata Brian Clough waktu dia akhirnya ditunjuk sebagai pelatih klub yang dia benci, Leeds United...

"Of course it's just about me and Don. Always has been. But instead of putting frowns on your foreheads, all you elders of Leeds in your blazers and your brass-fucking-buttons, it should put big white Colgate smiles on your big white faces. Because it means I won't eat, and won't sleep until I've taken whatever that man's achieved, and beaten it. Beaten it so I never have to hear the name Don fucking Revie again. Beat it, the only name anyone sings in the Yorkshire ale houses, raising their stinking jars to their stinking mouths, is Brian Clough. Brian Clough uber-fucking-alles! Understand?"




Btw... Film ini berdasarkan kisah nyata lhoo... :D



, , , , , ,

Kasabian - Vlad The Impaler lyric

November 22, 2009 Samuel Yudhistira
Face check I walk this beach
I'm frying in the heat in the cauldron stir me
Chomp down my diamond teeth I ain't got
The simple things in life I feel like
You have got to witness
This is your last retreat
My last repeat

All my friends are as sharp as razors
cut you down if you touch the faders
High class girls hung in elevators
Now we have got the floor

Get loose get loose

You can't miss me I'm still alive
Snake skin shoes I'm pleading homicide
Come on and feel this I'm still alive
Joker meet you on the other side

Banshie I hear you call
We need to raise the dead we
need to raise the people
Cut throat this blood runs thick
It is true the simple things
in life have been lost
You have got to witness
We are the last beatniks
The lost heretics

All my friends are as sharp as razors
cut you down if you touch the faders
Listen up all you masqueraders
Now we have got the floor
Now we have got the floor

Get loose get loose

You can't miss me I'm still alive
Snake skin shoes I'm pleading homicide
Come on and feel this I'm still alive
Joker meet you on the other side
, , ,

Britpop... Berusaha Sok Tahu Dalam Batas Kemampuan!

September 14, 2009 Samuel Yudhistira
Postingan kali ini khusus gw buat beberapa saat setelah gw mendengar kabar kalo OASIS, grup band yang mengenalkan gw pada dunia britpop bubar, band asal Manchester itu akhirnya menyatakan bubar setelah Noel Gallagher menulis secara resmi pada website resmi OASIS.
"Aku ingin mengumumkan sebuah berita yang menyedihkan sekaligus melegakan, aku akan berhenti dari Oasis malam ini. Orang-orang akan menulis dan mengatakan apa yang mereka suka, tapi aku tidak akan lagi bekerja sama dengan Liam walau cuma sehari saja. Aku minta maaf pada semua orang yang telah membeli tiket pertunjukan di Paris, Konstanz, dan Milan," tulis Noel.

Walaupun sejujurnya gw gag tahu terlalu banyak mengenai OASIS tapi yang gw tahu mereka ini udah cukup banyak memberi pengaruh di dunia musik. Eniwei setelah mendengar bubarnya OASIS ini gw justru semakin melirik aliran musik yang mereka mainin, britpop (berarti ada hikmah di balik bubarnya mereka).

Britpop, ada beberapa pendapat mengenai bagaimana aliran musik britpop ini terbentuk, salah satu teori mengatakan bahwa britpop diawali dengan British Invansion pada akhir tahun 60-an yang diawali oleh The Beatles,Pink Floyd, dan The Sex Pistols. Melalui proses yang menuntut kreativitas dari para musisi tersebut, British Invasion tersebut berevolusi menjadi Britpop.

Berarti Britpop tetep juga berakar dari The Beatles, mungkin maksud dari tulisan tersebut kaya githu tapi ada juga teori lain mengenai Britpop.
Istilah "Britpop" telah digunakan pada akhir tahun 1980-an mengacu pada band-band seperti The La's, Stone Roses, dan The Inspiral Carpets Bridewell Taksi. "Britpop" muncul sekitar waktu yang sama dengan istilah "Britart" (yang disebut karya seniman modern Inggris seperti Damien Hirst). Namun, tidak akan sampai tahun 1994 ketika istilah memasuki kesadaran populer, yang digunakan secara luas oleh pers dan radio musik DJ.

Asal usul Britpop berasal di awal tahun 90-an di lokasi pusat kegiatan indie di Inggris yang berpusat di Camden Town di London. Oleh "Melody Maker" hal ini dijuluki dengan "The Scene That Celebrate Itself". Pada masa awal ini band-band pelopor Britpop yang bermunculan antara lain:Blur, Lush, dan Suede. Di masa itu musik yang dianggap sedang trend adalah Grunge dari Amerika Serikat yang dipelopori oleh Nirvana.

Masa Britpop dianggap mulai sejak munculnya single dari Blur yang berjudul "Popscene" dan single dari Suede yang berjudul "The Drowners". Suede dianggap sebagai pencetus dari sound gitar britpop yang muncul sebagai jawaban atas Seattle's Grunge Sound. Album mereka menjadi album pertama dengan penjualan paling tinggi di Inggris pada tahun 1993. Sebuah majalah di Inggris menampilkan vokalis Suede, Brett Anderson pada sampul depan dengan bendera Union Jack sebagai latar belakang dengan headline yang berjudul "Yanks go home!". Dan munculnya Blur dengan album mereka Modern Life Is Rubbish semakin membuat Britpop memuncak di Inggris dan membuat orang Inggris menjadi lebih "British" . Hal tersebut muncul saat mereka menjalani tur Amerika pada tahun 1992 di mana mereka (Blur) menganggap budaya Amerika dengan "Grunge"-nya itu buruk dan terlalu memberi pengaruh terhadap generasi muda di Inggris yang sudah sangat terpengaruh dengan budaya Amerika.

Masa keemasan Britpop muncul (MUNGKIN!!) pada saat OASIS meluncurkan album debut mereka "Definitely Maybe" yang mengalahkan rekor Suede sebagai album pertama terlaris di Inggris pada tahun 1994. Hal ini ditambah lagi dengan kematian vokalis/gitaris band Nirvana, Kurt Cobain pada April 1994 yang secara langsung berpengaruh pada kematian musik Grunge. Hal itu membuat Alternative Rock Inggris semakin kokoh berdiri setelah kematian musik Grunge tersebut. Bahkan mungkin kalo diingat pernah muncul istilah "The Battle of Britpop" yang jelas-jelas memunculkan persaingan antara dua band pengusung Britpop, yaitu: Blur dan OASIS, di mana keduanya sempat bersaing gila-gilaan di media tahun 1995. Ditambah lagi dengan peluncuran single yang tertunda OASIS meluncurkan "Roll With It" dan Blur dengan "Country House". Kedua single yang tertunda tersebut diluncurkan pada hari yang sama dengan maksud untuk saling mengungguli satu dengan yang lain. Bahkan konflik tersebut merembet ke konflik antar kelas dan regional di Inggris dari sisi musik. OASIS dianggap mewakili Inggris bagian Utara sedangkan Blur bagian Selatan. Bahkan persaingan penjualan album dan jumlah penonton dalam konser menjadi bahan "pertempuran" kedua band Britpop tersebut. Pokoknya bener" gila dehh!!

FIRST WAVE OF BRITPOP BANDS (1993-1997)
Dan Britpop mulai mati awal tahun 2000-an. Banyak faktor sih penyebab matinya Brtipop itu sendiri, mulai dari meledaknya Hip-Hop di Amerika,Boyband (mungkin!),Bangkitnya musik Heavy Metal, dan yang terakhir bubarnya OASIS yang digagas oleh Liam dan Noel Gallagher dan bubar akibat perpecahan antara kedua Gallagher tersebut.

Di Indonesia sendiri Band-band yang murni beraliran Britpop juga udah banyak bermunculan. Kebanyakan ber-influence dari band-band Britpop kya OASIS, Blur, ato Stone Roses. Dan para penggemar musik Britpop mungkin sampe sekarang belum bisa menerima kematian aliran musik yang satu ini, walaupun hal itu bisa dibuktikan dengan tidak adanya generasi baru yang secara terang-terangan mengumandangkan Britpop. Yahh, kalaupun ada mungkin gw aja yang belom tahu, hehehe, namanya juga pemula! Kalo ada yang salah" mengenai informasi yang di atas mohon maaf yee!!