Showing posts with label Britpop. Show all posts
Showing posts with label Britpop. Show all posts
, , , , , , , , , , ,

The Libertines - The Libertines (2004)

March 07, 2017 Samuel Yudhistira



Ini adalah album yang merupakan jawaban atas penantian deg-degan para fans The Libertines di tahun 2004. Setelah vokalis sekaligus salah satu frontmen mereka Pete Doherty dijebloskan ke bui akibat aksi pencurian di apartemen salah satu personil bandnya sendiri: Carl Barât. Banyak yang menduga kalau band ini bakalan bubar jalan. 



The Libertines sempat mencuri perhatian dengan album perdana mereka yang berjudul "Up The Bracket" dan menjadi ikon musik garage rock di awal tahun 2000-an. Konflik internal,perilaku ugal-ugalan,dan gaya hidup para personilnya yang berujung pada ditangkapnya Pete Doherty membuat publik sempat berasumsi kalau band ini tidak akan bertahan lama.

"FREEDOM GIG"

Tap 'n' Tin, Chatham, Kent

Acara ini menjadi tonggak awal kembalinya The Libertines sebagai sebuah band setelah Pete Doherty keluar dari penjara dan  beberapa jam kemudian langsung manggung bareng teman-teman bandnya. Publik kembali bertanya-tanya apakah kembalinya Doherty bersama bandnya apakah hanya sementara atau mungkin The Libertines kembali dengan karya-karya terbaru mereka.

Album ini menjawab semuanya.

Dirilis tahun 2004 di bawah label Rough Trade album ini merupakan album The Libertines yang pertama kali gue dengeri justru di tahun 2014. Yeah, gue terlambat satu dekade karena jujur gue belum begitu tertarik dengan musik mereka pada saat itu. Dengan bantuan dari seorang penggemar berat The Libertines (nama disamarkan) gue berhasil mendapatkan materi-materi album ini. 

Gue suka. 

This is an amazing stuffs. Album ini kaya biografi. Kebanyakan menceritakan tentang relasi pertemanan antara Pete Doherty dan Carl Barât yang sempat gonjang-ganjing karena kasus pencurian tersebut. 

Langsung digeber dengan single pertama dari album ini yaitu lagu "Can't Stand Me Now" yang juga merupakan hit palng cihuy dari The Libertines yang pernah dibuat. Lagu ini jelas tentang pertemanan yang mengalami turbulensi di tengah perjalanan. Yeah, sebuah hal yang mungkin juga banyak dialami sama kita semua.

An ending fitting for the start
you twist and tore our love apart
your light fingers through the dark
that shattered the lamp and into the darkness cast us...

No you've got it the wrong way round
you shut me up and blamed it on the brown
cornered the boy kicked out at the world...the world kicked back
alot fuckin' harder now

Gue suka track yang judulnya "Don't Be Shy","Narcissist","The Ha Ha Wall", sampe "Arbeit Macht Frei" yang masih menggunakan formula yang sama: lirik simpel,distorsi ringan,tempo cepat, dan attitude yang urakan. Album ini memang penuh dengan energi. Mungkin pengaruh absennya Pete Doherty yang tiba-tiba kembali dan membawa energi yang baru untuk The Libertines sehingga empat belas lagu di album ini menjadi penuh semangat.

Mungkin lagu "Music When The Lights Go Out" adalah lagu yang paling gue suka di album ini. Lagu ini menyentuh emosi gue secara berlebihan di masa-masa depresi gue dulu. Ahh, how I really love this song man. Lagu ini mengingatkan gue pada teman-teman dan keseruan dengan mereka. 


and all the memories of the pubs and the clubs, and the drugs and the tubs we shared together
will stay with me forever..
but all the highs and the lows and the to's and the fro's they left me dizzy oh wont you please
forgive me

but i no longer hear the music oh no no no no

Di lagu "What Katie Did" gue suka intronya dan harmonisasi vokal yang ringan tapi keren. Gue suka liriknya. Menceritakan tentang Pete Doherty yang lari dari kesedihan setelah putus dengan cara mengkonsumsi heroin.

What you gonna do Katie? 
You're a sweet, sweet girl 
But it's a cruel, cruel world 
a cruel, cruel world 

Safety pins are none too strong Katie
they hold my life together 
And I never say never 
And I never say never again 

But since you said goodbye 
The polka dots fill my eyes
And I don't know why 

Kebanyakan majalah musik memberikan review yang cukup positif tentang album ini. Tapi yang menurut gue sangat mencuri perhatian gue ketika gue dapet album ini jujur aja cover albumnya. Gue suka sama cover album ini. Sederhana tapi pesannya kuat. Foto Carl dan Pete waktu acara "Freedom Gig" yang legendaris tersebut dipilih menjadi cover album yang berisi kisah tentang mereka berdua.





Please don't get me wrong

See I forgive you with a song

We'll call the Likely Lads

But if it's left to you

I know exactly what you'd do

With all the dreams we had


picture source: https://en.wikipedia.org/wiki/The_Libertines_(album)
, , , , , , , , , , ,

The Queen is Dead (1986)

August 23, 2016 Samuel Yudhistira
source

I really can't wait to share about one of the best album of 1980's. Untuk para pendengar dan pengamat musik album The Smiths yang satu ini merupakan puncak musikalitas mereka. Di album ini juga terdapat lagu The Smiths paling ikonik dan puitis yang pernah ada. This album titled: "THE QUEEN IS DEAD".

Dirilis pada tahun 1986 di Britania Raya dan sukses menembus beberapa chart musik ternama di Inggris sampai Amerika Utara. 

Beberapa lagu The Smiths yang paling gue suka juga berasal dari album ini kya: "There Is a Light That Never Goes Out", "Cemetry Gates", "The Boy with the Thorn in His Side", dan "Bigmouth Strikes Again" adalah beberapa lagu The Smiths favorit gue yang berasal dari album ini.

Perpaduan gaya jangle pop,British Invasion,musik orkestra,rockabilly, sampai punk rock menghasilkan sebuah mahakarya yang bahkan sampai sekarang masih memberikan pengaruh yang signifikan terhadap musik. Album ini memberikan sebuah sensasi yang luar biasa dan membuat The Smiths dinobatkan sebagai salah satu band terbesar di Inggris pada saat itu.

Aransemen musik yang luar biasa dan penulisan lirik yang cerdas. Beberapa majalah musik di masa itu menulis banyak review positif terhadap album ini.

Okey, mari kita bahas lagu-lagu di album ini yang berhasil membuat gue semakin tergila-gila dengan mereka.


The Queen is Dead

Jujur, ketukan drum Mike Joyce di awal dan sepanjang lagu ini buat gue sangat heavy dibandingkan permainannya di lagu-lagu The Smiths lainnya. What a song... Ketika Johnny Marr mulai bermain dengan pedal wah-wah semua terasa begitu keras ditambah lagi dengan lirik-lirik pedas ala Morrissey. A very great song.

Pass the pub that wrecks your body
And the church, all they want is your money
The Queen is dead, boys
And it's so lonely on a limb

Frankly Mr. Shankly 

Otokritik. Nuansa music hall sungguh amat terasa di lagu yang jelas-jelas menyindir label musik tempat The Smiths pernah bernaung saat itu: Rough Trade Records. 

Frankly, Mr. Shankly, this position I've held 
It pays my way, and it corrodes my soul
I want to leave, you will not miss me 
I want to go down in musical history 

I Know It's Over

This is an emotional song, very emotional. This song starts with minimal drum, quiet strumming acoustic guitar and a bass that intersperses Morrissey's highlighted voice. Menurut gue lagu ini mengisahkan tentang perpisahan yang abadi, akhir dari sebuah cerita yang panjang dan indah. Sebuah lagu yang sangat-sangat indah. Cocok didengarkan di kala hujan. hehehe

Sad veiled bride, please be happy
Handsome groom, give her room
Loud, loutish lover, treat her kindly
Although she needs you more than she loves you

Never Had No One Before

Lagu tentang kesendirian, tentang seseorang yang kesepian. Gue sering banget dengerin lagu ini ketika gue sedang dilanda kesendirian yang benar-benar parah. Gue merasa seperti tokoh dalam lagu ini yang berjalan entah kemana meratapi kensediriannya. Jujur lagu ini berasa banget nuansa 80-an.

I know I'm alone
I'm alone, I'm alone, I'm alone

And I never, never had no one ever
I never had no one ever

Cemetery Gates

Huah, I love this song. Kaya cerita tentang dua orang yang main-main ke kuburan sambil bawa buku masing-masing. Di lagu ini setidaknya ada 3 nama penulis yang disebut: John Keats,William Butler Yeats, dan Oscar Wilde. Faktanya, Morrissey memang adalah seorang yang sangat mengagumi semua karya dari Oscar Wilde dan lirik-lirik yang dia tulis banyak mengambil inspirasi dari Oscar Wilde.

Bigmouth Strikes Again

Salah satu single yang dirillis dari album ini. Lagu ini punya tema umum tentang perilaku kebanyakan manusia yang lebih banyak bicara daripada bertindak. Yep, BIGMOUTH. Sebagai tokoh yang tidak mainstream lagu ini lebih melihat ke sisi orang yang sebenarnya tahu tapi memilih tidak banyak bicara seperti orang-orang yang sok tahu. Sikap. Suara backing vocal wanita di lagu ini ditulis sebagai Ann Coates yang sebenarnya hanyalah tokoh fiktif rekaan Morrissey dan Johnny Marr sebagai bahan lelucon. Nama Ann Coates sendiri diambil dari nama salah satu distrik di kota Manchester yaitu Ancoats. Dan suara backing vocal wanita tersebut adalah suara Morrissey yang bernyanyi dengan efek suara gas helium.

Bigmouth, bigmouth
Bigmouth strikes again
And I've got no right to take my place
With the human race

The Boy with the Thorn in His Side

"The thorn is the music industry," Morrissey pernah berujar demikian dalam salah satu interview. Industri musik yang tidak pernah mau mendengar dan tidak pernah percaya dengan kemurnian sebuah karya dan menilai bagus atau tidaknya sebuah lagu dari berapa uang yang dapat dihasilkan. Lagu ini adalah lagu The Smiths pertama yang muncul dalam promosi video. Sebuah bentuk materi promosi jenis baru yang meledak di tahun 80-an. Awalnya mereka menolak dengan alasan mereka bukan bagian dari kapitalisasi industri musik tapi pada akhirnya label yang menentukan. Lagu ini menjadi favorit gue jujur gue suka banget suara Morrissey di lagu ini. Harmonisasi dengan musiknya benar-benar menghipnotis.

The boy with the thorn in his side 
Behind the hatred there lies 
A murderous desire for love 
How can they look into my eyes 
And still they don't believe me? 
How can they hear me say those words 
Still they don't believe me? 
And if they don't believe me now 
Will they ever believe me? 
And if they don't believe me now 
Will they ever, they ever, believe me?

Vicar in a Tutu

Lagu yang jika didengarkan oleh "close-minded believer" akan menjadi suatu perkara yang cukup besar. Lagu ini terkesan seperti dark joke untuk gereja Katolik. Mengisahkan tentang seseorang yang ditolak dalam lingkungan Katolik dengan alasan "kurang suci". Topik yang berat dibungkus dengan lirik dan musik yang sangat playful. Morrissey kenyataannya memang dibesarkan dalam lingkungan Katolik yang sangat kuat tapi dia sendiri menyatakan bahwa dia tidak pernah percaya terhadap konsep ke-Tuhan-an.

There is a Light That Never Goes Out

Genius!
Lagu ini hebat..puitis nan romantis. Salah satu lagu paling hebat sepanjang sejarah. Gue suka lagu ini. Saking sukanya bahkan di salah satu tembok kamar gue judul lagu ini gue tulis beserta liriknya. gue gabisa jelasin lagi liriknya. Biarkan kalian menentukan. This is a very very great song. 

Take me out tonight 
Where there's music and there's people 
And they're young and alive 
Driving in your car 
I never never want to go home 
Because I haven't got one 
Anymore 

Take me out tonight 
Because I want to see people and I 
Want to see life 
Driving in your car 
Oh, please don't drop me home 
Because it's not my home, it's their
Home, and I'm welcome no more 

And if a double-decker bus 
Crashes into us 
To die by your side 
Is such a heavenly way to die 
And if a ten-ton truck 
Kills the both of us 
To die by your side 
Well, the pleasure - the privilege is mine 

Take me out tonight 
Take me anywhere, I don't care 
I don't care, I don't care 
And in the darkened underpass 
I thought oh God, my chance has come at last
(But then a strange fear gripped me and I 
Just couldn't ask) 

Take me out tonight 
Oh, take me anywhere, I don't care 
I don't care, I don't care 
Driving in your car 
I never never want to go home 
Because I haven't got one, da
Oh, I haven't got one 

And if a double-decker bus 
Crashes into us 
To die by your side 
Is such a heavenly way to die 
And if a ten-ton truck 
Kills the both of us 
To die by your side 
Well, the pleasure - the privilege is mine 

Oh, there is a light and it never goes out 
There is a light and it never goes out 
There is a light and it never goes out 
There is a light and it never goes out 
There is a light and it never goes out



Some Girls Are Bigger Than Others

Rada sexist deh lagu ini. Tapi itulah The Smiths dan Morrissey secara khusus sebagai penulis lirik yang luar biasa cerdas. Dalam salah satu wawancara dengan majalah NME tahun 1986 Morrissey pernah berkata, "The whole idea of womanhood is something that to me is largely unexplored," sehingga akhirnya lahirlah lagu ini yang mengekspos bagian tubuh dari tiap wanita dan bagaimana hal tersebut bisa menjadi perdebatan panjang antar wanita. This song closes The Smiths' third album, The Queen Is Dead. The comedic and rather frivolous lyrics are noted for standing in ironic contrast to the bleak tales told on the rest of the album. 

Yep, seperti statement dari drummer The Smiths, Mike Joyce, "Only Morrissey could get away with that lyric - vegetarianism, sexism, children being murdered."

, , , , , , ,

Strangeways, Here We Come (1987)

August 08, 2016 Samuel Yudhistira
Another Smiths' album. Wajarlah, berhubung mereka band keren dan gue suka jadi gue mau berbagi tentang pandangan gue mengenai album keempat dan terakhir mereka: "Strangeways, Here We Come" yang dirilis 4 bulan setelah band ini menyatakan bubar di tahun 1987.

Let's just skip about the story behind this album ato musikalitas album ini. Orang lain mungkin punya skill dan tanggung jawab lebih untuk menceritakan hal-hal demikian. Di sini gue cuma mau menceritakan hubungan album ini dengan apa yang gue rasakan dan nikmati.


Ini mungkin adalah album The Smiths pertama yang gue punya dan dengerin. Pertama kali gue dengerin "Stop Me If You Think You've Heard This One Before", "Girfriend in a Coma", sama "A Rush and A Push and The Land is Ours" melalui album yang luar biasa ini.


Sayangnya, The Smiths bubar setelah rekaman album ini (waktu dirilis mereka udah bubar). Menurut sumber-sumber yang gue baca album ini juga adalah album favoritnya Morrissey dan Johnny Marr seperti yang dikutip dari perkataan Morrissey, "We say it quite often. At the same time. In our sleep. But in different beds."


Menjadi satu-satunya album di mana Morrissey memainkan instrumen piano di lagu "Death of a Disco Dancer."


Lagu-lagu di album ini emang rata-rata judulnya panjang. Gatau deh kenapa. Kalau dibandingkan dengan album-album The Smiths sebelumnya kayanya tracklist di sini judulnya agak sedikit panjang.

Mari bahas lagunya satu per satu.

1. A Rush and A Push and The Land is Ours

Suara piano di awal langsung disambung masuknya vokal dari Morrissey. Jangling-nya masih berasa walau faktanya tidak ada gitar sama sekali di lagu ini. Gue suka lagu ini. Morrissey masih sering bawain lagu ini setelah bersolo karir dengan beberapa perubahan pada liriknya.

They said : 
"There's too much caffeine 
In your bloodstream 
And a lack of real spice 
In your life" 
2. I Started Something I Couldn't Finish

Gue suka intro gitarnya. Berdistorsi ringan. Salah satu lagu mereka yang gue dengerin di awal gue tahu The Smiths (sekitar jaman SMA). Gue langsung suka. Lagu ini keren banget  sampe sering gue putar ulang di MP3 player gue di jaman itu. Arti lagu ini kayanya juga mirip-mirip sama sifat geblek gue yang hobi maksain orang untuk ikutan "nyebur" dalam satu hal yang orang lain belum tentu suka dan di tengah jalan malah berubah jadi sedikit bencana.

3. Death of a Disco Dancer

Satu-satunya lagu di mana Morrissey memberikan kontribusi instrumen musik. Yep, doi memainkan piano di lagu ini, satu hal yang patut dicatat. Gue suka lagu ini. Tentang kematian dan betapa rasa kemanusiaan mulai dipertanyakan dalam kehidupan sehari-hari.

And if you think Peace 
Is a common goal 
That goes to show 
How little you know
(sebuah lirik yang kick-ass)

4. Girlfriend in a Coma

Ahhh my favourite song!! Lagu maha sarkas,penuh candaan yang ngehek, dan cerdas seperti biasanya gue suka banget lirik-lirik Morrissey yang puitis tapi tetep liar. Saking liarnya sampe lagu ini gadapet airplay di radio-radio Inggris termasuk BBC masa itu.

5. Stop Me If You Think You've Heard This One Before

I love this song. Gitarnya Johnny Marr bener-bener menghipnotis. Gue dulu sempet ngulik lagu ini dalam versi yang cukup kacau. Dan kembali tidak mendapatkan airplay dari radio di Inggris dikarenakan salah satu liriknya terdapat kata-kata "mass murder" yang dinilai terlalu ofensif termasuk lirik yang berbunyi, "a shy,bald, buddhist reflect." 
Gue suka video klip-nya. Jujur aja gue lagi sempet nyari cara bikin emblem kaya di video klip itu trus naik sepeda keliling kota. hehe.

I crashed down on the crossbar 
And the pain was enough to make 
A shy, bald, buddhist reflect 
And plan a mass murder

6. Last Night I Dreamt That Somebody Loved Me

Lagu yang dinilai oleh David Bowie sebagai yang terbaik di album ini dan menyatakan bahwa Morrissey adalah salah satu penulis lirik terhebat sepanjang sejarah. Gue sangat membenarkan Bowie. This is a great song. Liriknya juga sungguh luar biasa. Simpel tapi penuh arti.

Last night I dreamt
That somebody loved me
No hope - but no harm
Just another false alarm
Last night I felt
Real arms around me
No hope - no harm
Just another false alarm
So, tell me how long
Before the last one?
And tell me how long
Before the right one?
This story is old - I KNOW
But it goes on
This story is old - I KNOW
But it goes on
7. Unhappy Birthday 

Lagu sarkas yang memutarbalikkan kondisi tentang ulang tahun seseorang yang menurut kita "jahat". Gue suka lagu ini secara musikalitas sangat di luar pola pikir. Hal sederhana yang menjadi sebuah hal yang monumental dan begitu indah. Cara yang manis untuk menyindir seseorang.

8. Paint A Vulgar Picture

This song kicks our ears with a very "Marr" jangly thing. Jrruweeengwengwengweng. Disusul riff bass-nya Andy Rourke dan hentakan kick drum Mike Joyce. Sayup-sayup terdengar sedikit aksen tambourine baru deh masuk suara Morrissey.
Dari liriknya kayanya menceritakan tentang retorika dunia hiburan (showbiz) di mana musisi mendapat tekanan dalam berkarya demi keuntungan semata tanpa memikirkan sisi estetikanya. Kenyataan yang masih terjadi dalam dunia hiburan terutama musik akhir-akhir ini.

9. Death at One's Elbow

Salah satu lagu yang liriknya gue masih bingung artinya apa. Entah tentang affair,entah tentang suicide, entah tentang pasangan gay. Ada yang bilang diambil dari buku "James Dean is Not Dead" tapi ada juga statement lain yang bilang lagu ini diambil dari buku "The Orton Diaries" yah apapun itu pokoknya inti lagu ini adalah hal yang tragis dan menyedihkan. 

10. I Won't Share You

Final track. Dan sebuah hal yang benar-benar tepat menutup perjalanan album ini dan karir studio The Smiths. This is their legacy. Lagu ini gue sukaaaaa banget. Johnny Marr mainin autoharp di lagu ini. A very sweet song in my opinion. I won't share you/With the drive/The ambition/And the zeal I feel/This is my time. 

Huaah I really love this song. 

Pada akhirnya ini adalah album yang luar biasa. Secara musikalitas tetap mengejutkan dengan beberapa elemen instrumen yang mengisi beberapa lagu. Sayang memang menjadi karya album terakhir dari band yang sudah menginspirasi musisi di generasi selanjutnya seperti The Stone Roses,OASIS,Blur,The Libertines, dan banyak lagi band-band lain.




, , , , , , , , ,

Belle and Sebastian - The Life Pursuit (2006)

July 25, 2016 Samuel Yudhistira
Untuk yang kedua kalinya gue membahas salah satu album dari band favorit gue: Belle and Sebastian. Setelah sebelumnya gue membahas tentang album mereka "If You're Feeling Sinister" di sini, sekarang gue membahas tentang album ketujuh mereka yang rilis di tahun 2006. Judul album ini "The Life Pursuit" sebuah album yang cukup sukses dan mendapat respon positif dari pengamat maupun pendengar.




Why do I love this album?

Album ini buat gue macam pencerahan karena banyak membahas soal kehidupan pada umumnya dan juga anehnya sinkron dengan beberapa hal yang sudah gue alami sebelumnya. Semacam berkaca dalam nada.

Masih terkesan twee tapi tetep menonjolkan sisi yang menimbulkan kesan kuat dalam lirik yang sebagian besar ditulis oleh si jenius Stuart Murdoch. Album ini juga membahas sisi religi seseorang dan digambarkan dengan sangat cerdas menggunakan bahasa yang simpel. Gue suka kedua part dari lagu "Act of the Apostle " dan "Act of the Apostle II" karena buat gue kedua lagu ini mewakili setiap pergumulan anak-anak muda tentang religi dan hubungan yang sifatnya ke-Tuhan-an.

"The bible's my tool
There's no mention of school!
My Damascan Road's my transistor radio
I tune in at night when my mum and my dad start to fight
I put on my headphones"

Di lagu "Another Sunny Day" gue suka suara gitar di intro awal. A perfect song for summer in my opinion. Lagu "White Collar Boy","The Blues are Still Blue","Sukie in the Graveyard" masih menunjukkan kejeniusan mereka mengkomposisikan musik pop di ambang batas terjauh. twee and jangle masih sangat terciri di album ini.

 "We Are the Sleepyheads" merupakan salah satu lagu favorit gue di album ini waktu pertama dengerin album ini di jaman-jaman kuliah dulu. Gue suka intronya sama bagian chorusnya dan betapa ramainya musik di lagu ini. Gue suka salah satu penggalan liriknya juga.


The beauty of the moment is the beauty sadly lost
Sadly lost


"To Be Myself Completely" sebagai bocoran adalah salah satu inspirasi gue ketika menulis lagu yang temanya gajauh beda dengan tema lagu ini. What do I love the most about this sing is the lyrics. They tuned in and synchronized with all the sudden sorrow happened in my life.

Well my heart has fallen down
Thought I'd talked myself around
Though we say goodbye and wonder 
What's to know and who's to blame
But to be myself completely I will love you just the same

Well, di lagu ini sih seperti ada yang mengalah.

"Funny Little Frog" yang merupakan single pertama dari album ini merupakan salah satu lagu yang bener-bener canggih sepanjang masa pendengaran kuping gue. Gue suka banget lagu ini. Riang,gembira,tapi di satu sisi agak-agak dark dan gloomy juga di beberapa bagian lirik. Hal ini semakin diperkuat ketika gue melihat video klip lagu ini di internet. Mungkin memang banyak orang mengartikan lagu ini secara berbeda tapi buat gue lagi ini kya tentang seseorang yang berfantasi tentang wanita impiannya. Yeah, that kind of thing-lah.
Mungkin di album ini yang jadi favorit gue adalah lagu "Dress Up in You", yap lagu ini sungguh teramat gimana-gituh buat gue. I love it. Tentang teman yang dulu biasa tiba-tiba sekarang jadi superstar dan kita tetap di posisi biasa aja. Sebenarnya kalo dipikir-pikir lagu ini kya ngedumel sih tapi caranya teramat canggih dengan lagu ini. A lovely piece of music.


Blow up in the face of my rivals
I swear and I rant, I make quite an arrival
The men are surprised by the language
They act so discreet, they are hypocrites so fuck them too!

Sebuah album yang luar biasa dari band asal Skotlandia ini. Lagu-lagu ditulis dan dinyanyikan dengan cara yang tidak biasa untuk tolak ukur musik pop. Belle and Sebastian memang adalah produk budaya Do-It-Yourself punk kemudian menjelma dalam bentuk kultur musik pop yang teramat "aneh".

Mengutip dari Pitchfork: "...this record is a deceptively wry, wickedly tuneful testament to the fragile beauty of faith..."

Kesimpulan tentang "The Life Pursuit" kembali datang dari sumber yang sama mengenai album luar biasa ini:

"The Life Pursuit is a baroque pop cathedral, welcoming the faithful and newly converted alike."-PITCHFORK-

picture source
https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/80/78/65/80786525e19ddc7f51bf271e4b3e7ea0.jpg
, , , , , ,

Kasabian - Vlad The Impaler lyric

November 22, 2009 Samuel Yudhistira
Face check I walk this beach
I'm frying in the heat in the cauldron stir me
Chomp down my diamond teeth I ain't got
The simple things in life I feel like
You have got to witness
This is your last retreat
My last repeat

All my friends are as sharp as razors
cut you down if you touch the faders
High class girls hung in elevators
Now we have got the floor

Get loose get loose

You can't miss me I'm still alive
Snake skin shoes I'm pleading homicide
Come on and feel this I'm still alive
Joker meet you on the other side

Banshie I hear you call
We need to raise the dead we
need to raise the people
Cut throat this blood runs thick
It is true the simple things
in life have been lost
You have got to witness
We are the last beatniks
The lost heretics

All my friends are as sharp as razors
cut you down if you touch the faders
Listen up all you masqueraders
Now we have got the floor
Now we have got the floor

Get loose get loose

You can't miss me I'm still alive
Snake skin shoes I'm pleading homicide
Come on and feel this I'm still alive
Joker meet you on the other side
, , ,

Britpop... Berusaha Sok Tahu Dalam Batas Kemampuan!

September 14, 2009 Samuel Yudhistira
Postingan kali ini khusus gw buat beberapa saat setelah gw mendengar kabar kalo OASIS, grup band yang mengenalkan gw pada dunia britpop bubar, band asal Manchester itu akhirnya menyatakan bubar setelah Noel Gallagher menulis secara resmi pada website resmi OASIS.
"Aku ingin mengumumkan sebuah berita yang menyedihkan sekaligus melegakan, aku akan berhenti dari Oasis malam ini. Orang-orang akan menulis dan mengatakan apa yang mereka suka, tapi aku tidak akan lagi bekerja sama dengan Liam walau cuma sehari saja. Aku minta maaf pada semua orang yang telah membeli tiket pertunjukan di Paris, Konstanz, dan Milan," tulis Noel.

Walaupun sejujurnya gw gag tahu terlalu banyak mengenai OASIS tapi yang gw tahu mereka ini udah cukup banyak memberi pengaruh di dunia musik. Eniwei setelah mendengar bubarnya OASIS ini gw justru semakin melirik aliran musik yang mereka mainin, britpop (berarti ada hikmah di balik bubarnya mereka).

Britpop, ada beberapa pendapat mengenai bagaimana aliran musik britpop ini terbentuk, salah satu teori mengatakan bahwa britpop diawali dengan British Invansion pada akhir tahun 60-an yang diawali oleh The Beatles,Pink Floyd, dan The Sex Pistols. Melalui proses yang menuntut kreativitas dari para musisi tersebut, British Invasion tersebut berevolusi menjadi Britpop.

Berarti Britpop tetep juga berakar dari The Beatles, mungkin maksud dari tulisan tersebut kaya githu tapi ada juga teori lain mengenai Britpop.
Istilah "Britpop" telah digunakan pada akhir tahun 1980-an mengacu pada band-band seperti The La's, Stone Roses, dan The Inspiral Carpets Bridewell Taksi. "Britpop" muncul sekitar waktu yang sama dengan istilah "Britart" (yang disebut karya seniman modern Inggris seperti Damien Hirst). Namun, tidak akan sampai tahun 1994 ketika istilah memasuki kesadaran populer, yang digunakan secara luas oleh pers dan radio musik DJ.

Asal usul Britpop berasal di awal tahun 90-an di lokasi pusat kegiatan indie di Inggris yang berpusat di Camden Town di London. Oleh "Melody Maker" hal ini dijuluki dengan "The Scene That Celebrate Itself". Pada masa awal ini band-band pelopor Britpop yang bermunculan antara lain:Blur, Lush, dan Suede. Di masa itu musik yang dianggap sedang trend adalah Grunge dari Amerika Serikat yang dipelopori oleh Nirvana.

Masa Britpop dianggap mulai sejak munculnya single dari Blur yang berjudul "Popscene" dan single dari Suede yang berjudul "The Drowners". Suede dianggap sebagai pencetus dari sound gitar britpop yang muncul sebagai jawaban atas Seattle's Grunge Sound. Album mereka menjadi album pertama dengan penjualan paling tinggi di Inggris pada tahun 1993. Sebuah majalah di Inggris menampilkan vokalis Suede, Brett Anderson pada sampul depan dengan bendera Union Jack sebagai latar belakang dengan headline yang berjudul "Yanks go home!". Dan munculnya Blur dengan album mereka Modern Life Is Rubbish semakin membuat Britpop memuncak di Inggris dan membuat orang Inggris menjadi lebih "British" . Hal tersebut muncul saat mereka menjalani tur Amerika pada tahun 1992 di mana mereka (Blur) menganggap budaya Amerika dengan "Grunge"-nya itu buruk dan terlalu memberi pengaruh terhadap generasi muda di Inggris yang sudah sangat terpengaruh dengan budaya Amerika.

Masa keemasan Britpop muncul (MUNGKIN!!) pada saat OASIS meluncurkan album debut mereka "Definitely Maybe" yang mengalahkan rekor Suede sebagai album pertama terlaris di Inggris pada tahun 1994. Hal ini ditambah lagi dengan kematian vokalis/gitaris band Nirvana, Kurt Cobain pada April 1994 yang secara langsung berpengaruh pada kematian musik Grunge. Hal itu membuat Alternative Rock Inggris semakin kokoh berdiri setelah kematian musik Grunge tersebut. Bahkan mungkin kalo diingat pernah muncul istilah "The Battle of Britpop" yang jelas-jelas memunculkan persaingan antara dua band pengusung Britpop, yaitu: Blur dan OASIS, di mana keduanya sempat bersaing gila-gilaan di media tahun 1995. Ditambah lagi dengan peluncuran single yang tertunda OASIS meluncurkan "Roll With It" dan Blur dengan "Country House". Kedua single yang tertunda tersebut diluncurkan pada hari yang sama dengan maksud untuk saling mengungguli satu dengan yang lain. Bahkan konflik tersebut merembet ke konflik antar kelas dan regional di Inggris dari sisi musik. OASIS dianggap mewakili Inggris bagian Utara sedangkan Blur bagian Selatan. Bahkan persaingan penjualan album dan jumlah penonton dalam konser menjadi bahan "pertempuran" kedua band Britpop tersebut. Pokoknya bener" gila dehh!!

FIRST WAVE OF BRITPOP BANDS (1993-1997)
Dan Britpop mulai mati awal tahun 2000-an. Banyak faktor sih penyebab matinya Brtipop itu sendiri, mulai dari meledaknya Hip-Hop di Amerika,Boyband (mungkin!),Bangkitnya musik Heavy Metal, dan yang terakhir bubarnya OASIS yang digagas oleh Liam dan Noel Gallagher dan bubar akibat perpecahan antara kedua Gallagher tersebut.

Di Indonesia sendiri Band-band yang murni beraliran Britpop juga udah banyak bermunculan. Kebanyakan ber-influence dari band-band Britpop kya OASIS, Blur, ato Stone Roses. Dan para penggemar musik Britpop mungkin sampe sekarang belum bisa menerima kematian aliran musik yang satu ini, walaupun hal itu bisa dibuktikan dengan tidak adanya generasi baru yang secara terang-terangan mengumandangkan Britpop. Yahh, kalaupun ada mungkin gw aja yang belom tahu, hehehe, namanya juga pemula! Kalo ada yang salah" mengenai informasi yang di atas mohon maaf yee!!