Showing posts with label blues. Show all posts
Showing posts with label blues. Show all posts
, , , , , , , ,

satu dasawarsa yang lalu ketika semua dimulai

August 28, 2019 Samuel Yudhistira


Tanggal 5 September 2019 blog ini usianya menginjak 10 tahun. Sinting juga... Gila sih, kalo baca postingan-postingan awal-awal yang isinya ngalor-ngidul gak jelas juntrungannya dan bahasanya sok iye banget. Hehehe...

Makluminlah, namanya juga seorang remaja yang ingin menjadi edgy dengan caranya sendiri.

Gilak! 

Waktu kayaknya cepet banget yah. Sepuluh tahun lalu gue memulai nulis-nulis gak jelas di sini melalui komputer pentium IV yang kece badai pada masanya, kadang ke warnet cuman buat nulis, mengandalkan modem stick dengan kuota internet yang cekak, pake laptop IBM jadul yang tahan serangan nuklir keknya, dan akhirnya sekarang gue ngetik ini sambil duduk di kantor dengan laptop spek mutakhir.

Kalau mau merefleksikan diri sejenak dan melihat ke belakang tepat di bulan September tahun 2009 ketika blog ini pertama kali memajang tulisan pertamanya bakalan pegel, apalagi gak bakal banyak waktu untuk maintenance blog ini dikarenakan gue sendiri sibuk banget di kantor.

Wuah.... blog ini juga menjadi saksi bisu masa remaja gue yang gak indah-indah amat, masa kasmaran, masa frustrasi, pencarian jati diri, masa depresi, masa pulih dari depresi, sampe sekarang masa bodo apapun yang terjadi. Hehehehe...

Mau dirayain?

Gak usahlah. Toh blog ini hanyalah sebuah space yang nyaman buat gue cerita hal-hal yang terjadi di sekitar gue dengan gaya gue sendiri. Jelas-jelas gaada tujuan untuk menghibur sih emang. This blog has become a part of me. 

Tsssaaaaaahelaaaa.... 

Ehh tapi gak sepenuhnya bercanda lho kalo dipikir-pikir setiap tahun selalu ada postingan di blog ini walau intensitasnya menurun drastis. Menulis membuat gue bebas. Yah, walaupun gaada diksi-diksi yang kece atau alur cerita menarik di blog ini tapi tetap aja gue nulis di sini. Hehehe...

Banyak hal luar biasa sudah terjadi selama sepuluh tahun ini. Banyak yang berubah. Ada yang nambah ada yang kurang ada yang tadinya oke jadi gak oke ada yang biasa aja jadinya kece badai, wuaah, warna-warnilah pokoknya. 

Simpelnya?

Waktu gue mulai blog ini KRL masih brutal mampus, jalur busway masih beberapa koridor aja, trayek bus reguler/patas masih banyak dan rame, Summarecon Mall Bekasi belom ada, MRT belom ada, angkot masih primadona, iPhone keknya masih 2G deh, whatsapp belum rame, Blackberry masih jadi barang khusus anak-anak tajir melintir, MKG baru sampe 3, ke Kemang udah berasa ke Amerika, Gojek/Grab dkk belom ada, apalagi aplikasi e-wallet, android aja masih minim pengguna keknya.... 

Dan lihat aja sekarang...

Dalam waktu sepuluh tahun udah buaaanyaaak banget yang berubah drastis. 

Gue makin tua, bumi makin tua, dan rasanya mulai begah yah hidup di dunia. Hehehe...

Waktu mulai blog ini ada sih rasa-rasanya pengen tenar macam orang lain tapi yaudahlah yaaa akhirnya jadi konsumsi pribadi saja sudah cukup menyenangkan koq. hehehe.

Inget banget dulu judul blognya:

Now That's What We Call: SAMUEL!!

Sampe akhirnya gue ubah karena.... yahhh.... ikut-ikutan minimalis aja biar kek orang-orang edgy di luar sana. Hehehe... Sempet ada gambar burger gede.... Sempet warnanya macam langit malam.... Wuah tampilan di blog ini aja udah banyak banget yang berubah.... 


Masa-masa dulu blogger masih rame banget sampe ketemu teman-teman baru di ranah blog-blogan. Beberapa pada akhirnya sudah vakum dari dunia blogging tapi beberapa masih ada yang konsisten nulis atau ada yang sekedarnya biar ada kegiatan aja (gue nihh! hehe). Sempet ada masa ketika suka blogwalking, kasih badge, ikut komen biar dinotice yang punya blog, trus ikut-ikut challenge post blablabla... Waktu itu blog udah macam facebook kali yah hehe... Kangen juga sih... 

Maap yah manteman udah jarang berkunjung dan meninggalkan jejak tapi tetep kalo ada waktu gue masih sering baca-baca tulisan kalian, hehehe...

Kalo dibikin 10 Years Challenge kayaknya rada basi juga dan waktunya gak sempet euy... 

Emang waktu itu jahat yeee hehehe...

Gue gak pernah punya ekspektasi apapun tentang orang-orang yang baca tulisan-tulisan gue bakalan terinspirasi atau apalah. Terlalu muluk nampaknya cita-cita yang demikian.

Gue cuman mau menulis, menulis, dan menulis.

Ada yang pernah nanya gini ke gue:

Sam, lo nulis blog emang ada yang baca??

Jawaban gue?

Gak tahu, bodo amatlah! Yang penting nulis aje dulu, lo kagak tahu kan sapa tahu di luar sana ada orang yang baca tulisan gue trus dapet wangsit. Hehhehehe


Selamat ulang tahun blog gue tercinta. Terima kasih sudah menjadi bagian dari hidup gue selama sepuluh tahun ini. 

Sepuluh tahun lagi yuk! Gimana?

Mau kan? Mau doooonk!! Hehehe

Cheers folks!
, , , , ,

Faith

April 07, 2017 Samuel Yudhistira

You can't see it but you can feel it.

Di bawah sinar lampu seadanya kita bicara tentang apa yang tidak terlihat mata.

Apa yang kau yakini?

Ke mana kau hendak pergi?

Bagaimana bisa kau bertahan menghadapi angin ribut di dalam kepalamu?

Lampu terus berpijar, asap rokok terbang ke udara, tebal di awal lalu hilang perlahan sampai akhirnya benar-benar tembus pandang. Di antara kepulan asap kita sepakat bahwa semua yang terjadi di dunia ini tidaklah kebetulan.

"Tuhan itu simpel. Ngapain dia repot-repot ngurus ini-itu-ini-itu. Wong dia yang bikin semesta," ujarku dengan nada sarkas yang sudah menjadi ciri khas namun masih sulit engkau pahami.

Cause there must be a reason for all the looks we gave and all the things we never said before.


***
Have you and her taking picture of your obsessions?

Aku lelah dengan pikiran obsesifku. Perasaan menekan membuat emosiku tidak stabil. Diciptakan untuk menjadi paranoid. Bosan juga aku mendendam.

Yah, lama-kelamaan aku bosan memelihara dendam terhadap mereka yang dahulu berkhianat. Heran juga ada orang yang cepat sekali bosan bahkan ketika dendam belum terbalaskan dia sudah bosan mendendam.

Sekarang aku ingin memelihara kegilaan. Bosan tinggal di tengah masyarakat yang pura-pura waras dan tidak mau dianggap gila. Apa salahnya menjadi gila? Bahkan tanpa kalian semua sadari kalian sudah menjadi gila dan terpenjara dalam pikiran kalian sendiri.


***
Century of fakers

A sorry tale of action and the men you left for women, and the men you left for intrigue, and the men you left for dead.

Kita bicara tentang masyarakat miskin di sebuah kafetaria dalam mall yang menjual segelas kopi hitam seharga lima puluh ribu. Revolusi dimulai dari tempat tidur dan berakhir dengan retorika yang tidak pernah usai. Kita yang bicara keadilan tanpa sadar berada di garis depan untuk menginjak-injak keadilan itu sendiri.

Slogan-slogan basi yang terus diteriakkan lama-kelamaan membuat kita mual. Politisasi surga menjadi tontonan sehari-hari dan tanpa malu orang-orang itu menunjukkan betapa pura-pura pintarnya mereka. Heran, masih saja mereka berlagak pintar. Apa salahnya menjadi bodoh? Bukankah Steve Jobs yang Agung pernah berkata, "Stay foolish, stay hungry!" kepada mahasiswa-mahasiswa pintar di Stanford sana?

Wahai manusia-manusia berbalut putih penuh kepalsuan aku harap kalian menemukan jalan kalian menuju kedamaian.

***
If you had such dream would you get up and do the things you believe in?

Life is never dull in your dreams.

Mungkin karena itu kita sangat-sangat senang tidur. Betapa nyaman dan menyenangkan hidup dalam mimpi. Semua bisa diatur dan sungguh amat teratur. 

Hidup....
Mimpi....

Hiduplah dalam mimpi. Jangan pernah menyesal karena tidak akan pernah ada yang salah.
Tetaplah hidup.
, , , , , ,

Bicara di Bawah Lampu

March 14, 2017 Samuel Yudhistira



“I said that people never change their lives, that in any case one life was as good as another and that I wasn’t dissatisfied with mine here at all.”
-Albert Camus, The Stranger-

Kita selalu berdebat tentang siapa yang paling hebat di bawah kolong langit ini. Entah secara selera,ilmu,karir,nilai,norma,bakat, dan banyak hal yang bisa dijadikan bahan untuk berdebat tentang siapa yang lebih dari yang lain.

Di tengah keramaian yang tidak asing dan di tempat di mana kita mulai bangkit dari keterpurukan akibat tingkah masa lalu kita permasalahan ini menguap.

Yeah. Kita semua sama, us and them and after all we are only ordinary men.


, , , , , , , ,

The Velvet Underground - White Light/White Heat (1968)

January 31, 2017 Samuel Yudhistira
Watch that side, watch that side don't you know it gonna be dead in the drive.

Setelah album pertama mereka yang diproduseri oleh Andy Warhol gagal dari sisi penjualan, The Velvet Underground mengalami gesekan dengan Andy Warhol dan sudah jelas kerja sama mereka berhenti sampai di sana. 

Jadwal panggung tetap berjalan dan improvisasi berisik mereka di panggung turut membangun embrio untuk materi di album kedua yang menurut gue sangat layak untuk didengarkan. Sebuah album yang memperoleh peringkat 293 dari 500 album terbaik sepanjang masa oleh majalah Rolling Stone.

Album ini kotor,berisik,pengang,membingungkan,nyeni,eksentrik,tidak jelas,nyeleneh, dan tidak punya arti. Itulah statement yang sudah sangat jamak beredar ketika membahas tentang album ini. Buat gue album ini canggih bukan main. Makanya waktu ngeliat CD album ini di sebuah toko musik tanpa pikir panjang gue langsung merogoh kantong untuk memboyong album ini. 

First time I heard this album was in my noisy college  day. I was so confused and I thought this album made while they high or something. 

"Gilak! Kenapa orang-orang ini kepikiran bikin album macam ini sih," kira-kira begitulah pendapat pertama gue setelah mendengarkan album ini.

Warisan dari album ini bisa kita dengarkan pada band-band seperti Joy Division,Buzzcocks,New Order,Television,Sonic Youth, sampai Chelsea Light Moving.

Attitude berisik yang mereka tunjukkan di album ini juga turut memberikan andil pada perkembangan musik noise,punk,sampai experimental rock. Bisa dilihat di lagu "The Gift" mereka mengiringi pembacaan sebuah cerita pendek dengan musik yang penuh feedback dan distorsi berisik selama 8 menit lebih. Atau pada lagu berdurasi 17 menit lebih penuh eksperimen berjudul "Sister Ray" yang sempat menjadi anthem depresi gue pada masa dulu. 

"Sister Ray" mungkin lagu yang paling memusingkan di album ini. The song concerns drugs use,homosexuality,violence, and transvestism. Lou Reed dalam sebuah interview bahkan pernah berujar, "Sister Ray' was done as a joke—no, not as a joke—but it has eight characters in it and this guy gets killed and nobody does anything. It was built around this story that I wrote about this scene of total debauchery and decay. I like to think of ‘Sister Ray' as a transvestite smack dealer. The situation is a bunch of drag queens taking some sailors home with them, shooting up on smack and having this orgy when the police appear."

Sebuah statement yang menurut gue sangat Lou Reed.

Lagu-lagu lain di album ini seperti "White Light/White Heat" atau "I Heard Her Call My Name" juga memberikan warna musik yang luar biasa abstrak dan berisik dengan lirik yang sangat tidak biasa.

Walau tetap secara penjualan album ini tetap tidak laku (seperti juga semua album yang mereka rilis) tapi album ini seperti sebuah pencerahan bagi generasi-generasi musik selanjutnya. Lirik-lirik transgresif secara sosial dan menantang album-album yang populer di masa itu dengan musik mereka. 

Tanggal 30 Januari 1968 album ini dirilis dan tepat hari ini merayakan ulang tahun yang ke 49 tahun. Wow! Usia yang cukup tua untuk sebuah album "underground" yang masih memberikan pengaruh masif di kalangan seniman dan musisi secara khusus. Masih dirilis ulang dalam berbagai format dan tentu saja kualitas suara yang lebih jernih dibanding sebelumnya. 


Daytime fantasies of sexual abandon permeated his thoughts.
And the thing was, they wouldn't understand who she really was.
The Velvet Underground - The Gift


, , ,

Why Do I Love Blues

July 02, 2010 Samuel Yudhistira
Well, Blues is not just music...

Don't treat it like a music but a human being!

Why do I love blues??

Here are the reasons....



First of all...

"Blues is easy to play but hard to feel"

Yeah, semua orang bisa asal maen blues (termasuk gw!)

Tapi dari 90% manusia asal blues hanya sedikit yang bener-bener "pure" mainin blues. Yeah, blues from their hearts... It's hard to feel, dude!

Kalo dulu gw gak dengerin lagunya B.B. King yang judulnya "The Thrill Is Gone" kemungkinan besar gw cuma jadi pecundang... yeah! a looser! Thx God for the King of Electric Blues!

That's why, B.B. King is one of the reasons that I love the blues...



Pertama kali gw denger B.B. King dari sebuah buku pelajaran Kesenian waktu SMP kelas 2. Dan gara-gara gw penasaran gw nanya ke bokap gw, dan langung dijelasin secara cukup detail sama bokap gw sampe gw besentuhan dengan beberapa bluesman handal lainnya...



John Lee Hooker

Bukan yang pertama tapi salah satu yang terbaik yang pernah gw denger... Simple but fun!

Dan ajaibnya gitaris blues pertama yang nyantol di telinga gw adalah orang Irlandia. Irishman!! Eh salah dia bukan Irisman tapi Northern Irish!




Gary Moore

Pendiri grup band Thin Lizzy, permainan sangar banget! Sedikit leih ke arah rock, tapi Gary juga cukup dipandang sebagai gitaris blues...

Dan para legenda lain membimbing gw ke jalan yang lebih benar...



Jimi Hendrix

Dewanya para Dewa, gitaris terbaik yang pernah ada...



Don't forget this man! Eric Clapton "The Slowhand"... Clapton is GOD!!




SRV RULESS!!!! Love him sooo muach!!

Kalo dulu gak dengerin Stevie Ray Vaughan kemungkinan besar permainan gw bakal seret abis... Dan penggunaan sound maha purba akan gw pertahankan... hehehe



Buddy Guy! Very nice player! Terkenal gara-gara permainan bending yang luar biasa, mainin gitar pake stik drum, dan Gitar Fender Stratocaster polkadot yang jadi ciri khasnya...


Well, masih banyak banget nama yang bisa disebutin... Cuman berhubung gw juga merasa masih newbie dalam urusan beginian gw gak mau terlalu sok tahu...


Blues itu punya peraturan adat yang melekat dan keras...

Penggunaan jenis gitar,sound,distorsi,dan bahkan style permainan harus bergantung dari jenis Blues yang dimainin bahkan bisa dirinci dari daerah asal...

That's why I love the blues!!

Still got the BLUES!! yeay!

Musik budak yang justru memutarbalikkan keadaan musik dunia, bisa dibilang sebagai dasar dari segala jenis musik mainstream dunia, Jazz,Rock,R 'n B, etc


Well, what are you waiting for? Get your gears and play the blues!!
, ,

Album-album Paling Berpengaruh Buat Gw

June 25, 2010 Samuel Yudhistira
Well, terkadang kita butuh referensi buat sebuah inspirasi. Dan buat gw album-album berikut ini adalah "pahlawan", kalo gw gak dengerin mungkin gw gak bakal bisa nemuin inspirasi gw dalam bermusik, bahkan mungkin permainan gw mandek di situ-situ ajah. Dan visi bermusik gw sedikit terbuka berkat dengerin lagu-lagu dari album-album ini. So guys, here they are...



Linkin Park - Meteora



Sangat SD sekali... Brad Delson sempet jadi idola gw waktu pertama kali belajar genjrang-genjreng gitar (kelas 5 SD!), jaman-jaman masih demen banget sama Boyband dkk, awal-awal kenal Nu Metal ato Rapcore, dan era belajar dari idola lokal! hehehe...

Blink 182 - Dude Ranch



Masih di jaman SD yang penuh sukacita...

Tom Delonge... Manusia ajaib kalo menurut gw, salah satu icon musik punk era 90-an akhir. Lagu-lagu di "Dude Ranch" bisa dibilang yang terbaik dari semua album Blink 182 (menurut gw!). Liriknya bener-bener cuek! Menunjukkan kebebasan remaja, dan sound gitar yang sangat punk emang kental banget di album ini, dan buat gw yang waktu itu bahkan belum mengerti definisi dari distorsi lagu-lagu Blink 182 udah terasa susah banget!

Nirvana - Nevermind



KURT COBAIN! Pahlawan Grunge, punya jutaan fans fanatik yang mungkin masih setia mendengarkan Nirvana sampai saat ini, salah satu orang yang sangat identik dengan budaya Grunge tahun 90-an. Lagu yang amat teramat penting di album ini tentu saja "Smells Like A Teen Spirit". Distorsi dan feedback gila-gilaan yang jadi kunci utama sound gitar di lagu-lagunya Nirvana terdengar sangat jelas di album ini.

Gw inget banget jaman SMP awal dengerin lagu ini...

The Sex Pistols - Nevermind The Bollocks, Here's The Sex Pistols



Masih di jaman SMP ceria...

Gara-gara penasaran sama The Sex Pistols gw ampe nyari-nyari lagunya sampe ke beberapa antero Jakarta (lebay!). Dan feeling pemburu gw membawa gw ke Glodok! hehehe... mungkin perkenalan gw sama Classic Punk agak terlambat, karena gw udah dengerin band-band punk 90-an kaya Greenday,Blink 182,The Offsprings,Sum 41,dkk lebih dulu dibanding band punk tahun 70-an. Tapi pas dengerin Sex Pistols, sound gitar yang jadi panutan gw langsung berubah drastis, gw langsung pengen banget bikin band kaya Sex Pistols ato The Ramones, gara-gara lagu "No Feelings" di album ini.

Arctic Monkeys - Bigger Boys and Stolen Sweethearts



Gw agak sedikit ragu sama yang satu ini, sebenarnya ini EP ato album studio resmi dari Arctic Monkeys ato bukan tapi yang jelas lagu mereka yang pertama kali gw dengerin judulnya "Bigger Boys and Stolen Sweethearts" dan menjadi penutup masa SMP gw, dan gw langsung demen ama Arctic berkat lirik dan jenis music mereka yang beda banget sama apa yang udah gw dengerin sebelumnya, mungkin sedikit aneh tapi gw demen. Malahan mereka jadi influence terbesar gw saat ini...

Jimi Hendrix Experience - Are You Experienced



Berkat bokap, gw jadi kenal ama Jimi Hendrix. Dari gw kecil bokap udah demen ngoceh soal Hendrix ato Rolling Stones tapi gw gak "ngudeng" karena lebih tertarik ke Nu Metal, tapi masa-masa SMA awal gw baru menoleh ke era hippie dan psychedelic. Berkat penemuan album-album tua di perpustakaan bokap gw jadi melebarkan eksplorasi musik gw ke arah Blues/Rock tahun 60-an. Lagu "Fire" bener-bener jadi inspirasi gw!

Stevie Ray Vaughan and Double Trouble - In Step



Masa SMA....

Eksplorasi gw di dunia blues membawa nama-nama baru di list musisi idola gw, B.B. King,Muddy Waters,Bo Diddley,Albert King,Eric Clapton,Gary Moore,dan Buddy Guy. Tapi dari banyak bluesman yang gw dengerin ada satu nama yang sangat melekat buat gw: STEVIE RAY VAUGHAN. Lagu-lagunya variatif, agak berbeda dari blues standard tapi seru! Berkat dia gw jadi getol banget belajar blues sampe saat ini.

Deep Purple - Nobody's Perfect



The most important album! Album live tahun 1988 ini jadi tonggak awal gw belajar hard rock secara lebih mendalam dan menimbulkan kekaguman gw terhadap sang gitaris Ritchie Blackmore.

Dan lagu "Highway Star" mungkin jadi lagu paling berpengaruh buat gw sampe sekarang...

, , , , , , , , , , ,

I'm a Blues Stringer!!

November 01, 2009 Samuel Yudhistira
Well, agak sedikit curhat tapi gapapa!

Anyway sebagai seorang gitaris cukup handal gw juga punya genre yang sangat gw senengin: BLUES!! yahh blues!

Walaupun bukan ber-basic blues tapi akhirnya gw menyatakan diri sebagai seorang Bluesman. Kenapa? Seru aja dengerin blues! Simpel tapi essential, gampang tapi penuh makna. Bener" seru dahh! Dan akhirnya gw kalo lagi bad mood atawa bete gw langsung nyalain amplifier trus colokin ntu gitar dan langsung maenin ntah itu twelve bar blues ato blue not ato yahh sekedar bernyanyi kecil"an dsb.

Mungkin pas awal - awal gw maen gitar gw amat sangat terpengaruh dengan Nu-metal dulu ngeliat Brad Delson, Tom Morello, ato Wes Borland maen gitar tuhh rasanya seru dan enerjik dan memancing gue untuk belajar gitar dan berkat improvisasi terus - menerus dan latihan gila-gilaan tanpa kenal batas dan lelah, akhirnya jadilah gw sekarang! hehehe


Eniwei lagu blues pertama yang gw denger itu lagunya Jimi Hendrix yang Little Wing walaupun bukan lagu blues yang bener" kontemporer tapi setidaknya neu membuka jalan buat gw untuk belajar blues. Sebelum belajar blues gw sempet mencicipi belajar gitar jazz. Terlalu berat! Bebop, Hard Bop, Fusion, ato apalah itu, pokoknya susah!! Banyak tangga nada, not balok, arpeggio, dan istilah" yang cukup memusingkan buat dipelajarin! hehehe

Tapi influence terbesar gw yang bener" bikin gw amat sangat ingin mendalami blues adalah: B.B. King ama Stevie Ray Vaughan. Gila bener nii orang berdua kalo udah dikasih gitar bener" mematikan!!

Stevie Ray Vaughan (SRV) bisa dibilang rajanya Blues Country dari Texas, sayang dia udah meninggal tahun 1990 gara" kecelakaan helikopter. Mungkin kalo belom dia masih bisa menghasilkan karya" yang canggih dan keren.

B.B. King identik banget sama gitar "Lucille" punya dia... denger" versi tiruannya dah dijual di Indonesia! Dapatkan segera! hehehe Gibson tipe ES kan mahal banget!

Eniwei, sekarang gw agak cukup terpengaruh dengan format power trio blues. Soalnya beberapa gitaris blues idola gw punya band dengna format yang sama. Contoh: Eric Clapton punya Cream, Jimi Hendrix punya Jimi Hendrix Experience, trus Stevie Ray Vaughan punya Double Trouble (walaupun akhirnya ada pianis yang namanya Reese masuk!).

Dan gw bilang ini tuh totally cool! Tiga orang pemain masuk maenin berbagai blue not, bikin orang" pada nganga sambil nganggukin kepala dengan antusias. Man, apa yang lebih baik daripada itu!

Lanjut lagi! Walaupun gw amat terpengaruh sama B.B. King ama SRV tapi gw juga masih dengerin juga gitaris" yang lain kaya Muddy Waters, John Mayall, Jeff Beck, John Mayer, Freddie King, Albert King, dll dah banyak banget. Credence Clearwater Revival juga gw dengerin tuhh! Karena lagu" mereka juga cukup ngeblues.

Tapi walaupun gw dahh cukup lama belajar maen blues bukan berarti gw tuhh bluesman yang jagonya gimanaa githu. Gw juga masih pemula kok! hehehe....

Walaupun cara ngeblues gw pernah dibilang asal" an gw tetep gag peduli. Temen" gw emang kurang ngerti soal blues dan kadang kalo gw ngeband bareng gw berusaha menanamkan virus blues ke mereka tapi tetep ga masuk. Emang, aliran musik itu sakral. Lo gak sembarangan sok tahu! Daripada lo maen setengah" mending gak usah maen sekalian! Baik itu musik jazz (paling banyak orang sok nge-jazz padahal cuman ngerti maen chord 7 doank!!), metal, blues, britpop, rock, ato classic lo harus konsisten dan gag setengah". Karena genre lo itu adalah agama lo!!