Showing posts with label rock. Show all posts
Showing posts with label rock. Show all posts
, , , , ,

A Space Boy Dream

June 02, 2017 Samuel Yudhistira
Sebuah pohon tumbuh subur di atas bukit merah yang basah karena darah. Batang dan dahannya terbuat dari aluminium. Akar kawatnya menancap gagah menusuk tanah merah yang belum kering betul dari darah. Merah. Daun-daun besi berwarna abu-abu berguguran. Pohon itu berbuahkan amunisi, bom, rudal, dan segala jenis senjata pemusnah massal.

Konon barangsiapa mampu mendaki bukit merah tersebut dan menyentuh pohon tersebut akan melihat kehidupan abadi yang sesungguhnya. Siapa yang tahan menginjak tanah lembek dan lengket oleh darah ditambah aroma busuk yang menyengat?

Dunia yang penuh karat.

***

Seorang wanita datang, duduk sudut kafetaria bernuansa industrial. Dia berkata, "Berikan padaku secangkir kopi yang hitamnya mengalahkan kegelapan malam dan manisnya mengalahkan madu!"

Kacamata berbingkai tulai rusuk manusia dan kalung rantai yang berkarat menjadi aksesoris yang cukup menarik perhatian.

"Kopi Maut" demikian para pelayan menyebut pesanan si wanita tersebut. Si wanita menyeruput ujung cangkirnya lalu tersenyum senang dan senyumannya berubah menjadi tawa yang memekakkan telinga. 

"Bolehkah aku bertanya padamu wahai Barista  Agung?" si wanita bertanya pada sang Barista Agung peracik kopi terbaik yang ada di negeri ini bahkan di seluruh jagat raya.

"Silakan nona, apakah yang ingin kau tanyakan?" 

"Bertahun-tahun aku mengelilingi dunia ini. Beribu-ribu kilometer sudah kutempuh dan puluhan peracik kopi yang katanya terbaik di tempat itu sudah menyajikan kopi untuk kucicipi tapi tak satupun memenuhi seleraku. Mendekati pun tidak. Bagaimana caranya engkau mampu membuat kopi paling enak di dunia ini?" 

Sang Barista Agung hanya menyunggingkan senyum aneh yang misterius. Entah apa maksud dari senyuman itu kita tidak akan pernah tahu.

***

Seorang wanita berlari keluar dari rumah kayu yang sedang dilalap api.
Separuh wajahnya terbakar. 
Dia berteriak-teriak meminta tolong pada seorang laki-laki kurus yang kebingungan.
Semakin dia berteriak kesakitan semakin si laki-laki kebingungan.
Darah, air mata, dan nanah menyembur keluar dari separuh wajahnya yang terbakar.
Separuh wajahnya hilang terbakar.
Si laki-laki hanya terdiam.
Si wanita yang terbakar separuh wajahnya mengerang dan menjerit kesakitan.
Si laki-laki semakin terdiam menatap dua bola mata yang sekarang bentuknya tak lagi sama.
Sebelah kiri mengeluarkan air mata bening mengalir di pipi yang halus sedangkan sebelah kanan mengeluarkan air mata bercampur darah mengalir di kulit pipi yang mengelupas terbakar api.
Si laki-laki hanya terdiam lalu membalikkan badannya dan berjalan dengan langkah pelan penuh kebingungan.
Dia nampak kenal dengan sebelah wajah yang tidak terbakar.
Dia tahu betul mata itu.
Dia benci air mata yang keluar dari wajah sebelah kiri.
Walau akhirnya dia menyerah dengan kebingungan dan memilih pergi.


***

Tulisan di atas adalah beberapa bagian yang masih gue ingat dari mimpi-mimpi absurd gue dan  belakangan ini mengganggu gue ketika tidur. Gak tahu deh apa artinya. Apakah anda percaya pertanda mimpi? 

, , , , , , ,

What's Your Story? Hey Look! We've Made History. (part II)

May 31, 2017 Samuel Yudhistira
Suatu hari nanti mereka akan kembali ingat dengan suara berisik dari speaker murahan di dalam sebuah studio di pinggir kali yang mengeluarkan aroma sampah menyengat. Sudut sembilan puluh derajat tempat mereka bercengkerama juga akan kembali hinggap ke dalam pikiran.

Arctic Monkeys,The Stone Roses,The Kinks,The Strokes, Nirvana, Joy Division, sampai The Vaselines pernah bermain di sana dalam wujud yang berbeda.

Gitar-gitar murahan dengan kualitas buruk yang dilabeli dengan merk ternama menjadi "senjata" yang untuk sementara membuat mereka puas. Atau mungkin mereka sudah rindu dengan suara cymbal yang nyaring tak karakter dan nampak sudah jenuh dihajar dari pagi hingga malam. Lampu redup hemat energi menyinari optimisme dan tekad mereka.

Dari sanalah mimpi itu lahir dan beranakkan kekecewaan,marah,sedih,putus asa, dan tidak peduli.

Hari Minggu jam satu selalu menjadi waktu yang tepat untuk meluapkan energi remaja mereka yang sudah kelewat batas. Dalam dua jam ke depan suara berisik yang timbul dari dalam pintu dengan peredam buatan sederhana menjadi bukti luapan energi mereka.

They were young.

Aku melihat mata-mata penuh optimisme itu. Aku teringat masa ketika beban hidup itu hanya berupa cerita belaka. Tidak punya makna. Jalan kehidupan mulus diaspal tak akan hancur walau dilindas. Aku lihat mereka bercengkerama riang gembira persis seperti yang aku alami dulu.


"Keep do the noisy thing, Sam!"

"I've never seen anything like that in my life."

"Gilak! Lo gila! Asli, lo gila!

"Kebisingan yang hakiki."

"You did it! It was awesome."


Terkadang hidup punya caranya sendiri untuk membuat kita tetap terkejut. Petasan yang abadi dan meledak bisa kapan saja. Sekarang terserah kita mau bagaimana. Untuk saat ini saya tidak mau berhenti menghajar keenam dawai yang terikat kokoh di atas pick-up dan kayu. Tuning tidak lazim dan aksi brutal tanpa aturan di atas panggung sederhana menjadi ritual suci yang tidak akan pernah usai.


Saya tidak mau mati bosan! I'll see you on the other side, boys! See yaa!
, , , , , , , ,

The Velvet Underground - White Light/White Heat (1968)

January 31, 2017 Samuel Yudhistira
Watch that side, watch that side don't you know it gonna be dead in the drive.

Setelah album pertama mereka yang diproduseri oleh Andy Warhol gagal dari sisi penjualan, The Velvet Underground mengalami gesekan dengan Andy Warhol dan sudah jelas kerja sama mereka berhenti sampai di sana. 

Jadwal panggung tetap berjalan dan improvisasi berisik mereka di panggung turut membangun embrio untuk materi di album kedua yang menurut gue sangat layak untuk didengarkan. Sebuah album yang memperoleh peringkat 293 dari 500 album terbaik sepanjang masa oleh majalah Rolling Stone.

Album ini kotor,berisik,pengang,membingungkan,nyeni,eksentrik,tidak jelas,nyeleneh, dan tidak punya arti. Itulah statement yang sudah sangat jamak beredar ketika membahas tentang album ini. Buat gue album ini canggih bukan main. Makanya waktu ngeliat CD album ini di sebuah toko musik tanpa pikir panjang gue langsung merogoh kantong untuk memboyong album ini. 

First time I heard this album was in my noisy college  day. I was so confused and I thought this album made while they high or something. 

"Gilak! Kenapa orang-orang ini kepikiran bikin album macam ini sih," kira-kira begitulah pendapat pertama gue setelah mendengarkan album ini.

Warisan dari album ini bisa kita dengarkan pada band-band seperti Joy Division,Buzzcocks,New Order,Television,Sonic Youth, sampai Chelsea Light Moving.

Attitude berisik yang mereka tunjukkan di album ini juga turut memberikan andil pada perkembangan musik noise,punk,sampai experimental rock. Bisa dilihat di lagu "The Gift" mereka mengiringi pembacaan sebuah cerita pendek dengan musik yang penuh feedback dan distorsi berisik selama 8 menit lebih. Atau pada lagu berdurasi 17 menit lebih penuh eksperimen berjudul "Sister Ray" yang sempat menjadi anthem depresi gue pada masa dulu. 

"Sister Ray" mungkin lagu yang paling memusingkan di album ini. The song concerns drugs use,homosexuality,violence, and transvestism. Lou Reed dalam sebuah interview bahkan pernah berujar, "Sister Ray' was done as a joke—no, not as a joke—but it has eight characters in it and this guy gets killed and nobody does anything. It was built around this story that I wrote about this scene of total debauchery and decay. I like to think of ‘Sister Ray' as a transvestite smack dealer. The situation is a bunch of drag queens taking some sailors home with them, shooting up on smack and having this orgy when the police appear."

Sebuah statement yang menurut gue sangat Lou Reed.

Lagu-lagu lain di album ini seperti "White Light/White Heat" atau "I Heard Her Call My Name" juga memberikan warna musik yang luar biasa abstrak dan berisik dengan lirik yang sangat tidak biasa.

Walau tetap secara penjualan album ini tetap tidak laku (seperti juga semua album yang mereka rilis) tapi album ini seperti sebuah pencerahan bagi generasi-generasi musik selanjutnya. Lirik-lirik transgresif secara sosial dan menantang album-album yang populer di masa itu dengan musik mereka. 

Tanggal 30 Januari 1968 album ini dirilis dan tepat hari ini merayakan ulang tahun yang ke 49 tahun. Wow! Usia yang cukup tua untuk sebuah album "underground" yang masih memberikan pengaruh masif di kalangan seniman dan musisi secara khusus. Masih dirilis ulang dalam berbagai format dan tentu saja kualitas suara yang lebih jernih dibanding sebelumnya. 


Daytime fantasies of sexual abandon permeated his thoughts.
And the thing was, they wouldn't understand who she really was.
The Velvet Underground - The Gift


, ,

The Best Album 2011, Versi GW

January 02, 2012 Samuel Yudhistira
2011 berlalu, dan rasanya belom afdol kalo gw gak ngasih list album-album musik yang paling keren di tahun 2011, inget ini versi gw jadinya, yahh suka-suka gw! Persetan dengan orang lain, bung!

Here they are:



Megadeth - Thirt3en


Lagu opening "Sudden Death" langsung menggebrak ria di album ini, pas ngeliat judulnya gw sempet berpikir, "Dave Mustaine udah jadi alay kyanya..." untung aja dia bukan lahir di Indonesia dan udah jadi legend, jadi bodo amat dah orang mau bilang apa, yang penting pengikutnya banyak!
Ada sedikit hal rada unik waktu dengerin "Public Enemy No. 1" riff-nya rada aneh di telinga gw, dan lick-lick-nya juga lebih mirip Led Zeppelin dibanding Megadeth.


I'm From Barcelona - Forever Today

Album yang gokil, tapi entah kenapa gw lebih suka "Who Killed Harry Houdini?" Walaupu begitu bukan berarti ini album yang jelek. Lagu-lagu ceria dan "rame" ala band asal Swedia ini emang jadi faktor utama band dengan personil yang buanyak ini (lebih dari 20 orang!). Lagu yang asik di album ini kya "Always Spring", "Get In Line", "Charlie Parker", ato "Forever Today".

Alex Turner - OST. Submarine

Alex Turner, vokalis Arctic Monkeys ini emang paling jago dalam hal meramu musik-musik yang terdengar keren! Contohnya di sini, walaupun materinya tetep Arctic Monkeys tapi banyak hal-hal baru yang keren banget di sini. Di album EP ini cuman ada 6 lagu dan semuanya gokil punya. "Piledriver Waltz" sama "Stuck on the Puzzle" jadi lagu favorit gw di album ini, tapi 4 lagu lainnya juga menyuguhkan keindahan dan pastinya keren!

Wavves - Life Sux

Pertama kali liat covernya gw kira ini band black metal, serem-serem gimana gitu. Tapi untungnya di dalem album terdapat banyak lagu-lagu keren ala lo-fi indie rock. Walau rada telat dengerin album ini, tapi gw tetep merasa ini album yang keren! Lagu-lagu yang gw demen di album ini kya "Destroy", "Bug", sama "Nodding Off", awesome!!

PJ. Harvey - Let England Shake

Album terbaik 2011 versi NME Magazine dan 15 publikasi lainnya, dan gw sangat setuju, ini memang sebuah karya masterpiece dari PJ. Harvey yang dikerjakan selama 2 setengah tahun. Lirik-lirik yang "strong" dan puitits ditambah pengaruh The Doors ato The Velvet Underground yang kental banget di album ini. Lagu-lagu yang ge demen kya "The Glorious Land", "The Words That Maketh Murder", "Let England Shake", ato "Written on the Forehead".

It's a masterpiece and worth to hear!



Arctic Monkeys - Suck It and See


Salah satu album yang gw dapatkan dengan perjuangan... (dongdot)

Dan ketika diputar dalam hati akan berteriak, YESSS! this is awesome... still got it! Emang gak ada matinya dah si Alex Turner. Masih ada riff-riff ala Arctic Monkeys yang nongol di album sebelumnya "Humbug", semakin mature dan asik didengerin. Lagu-lagu yang gw suka tuh di album ini kya "She's Thunderstorm", "Brick by Brick", "Suck It and See", dan "The Hellcat Spangled Shalalala".


Album yang sangat gw rekomendasikan

The Strokes - Angles

Waktu album ini keluar sempet tersiar kabar soal percekcokan antar personil The Strokes, yang bahkan lumayan mencuat di dunia musik. Okay, album ini entah kenapa banyak dikritik, padahal di dalemnya banyak hal-hal baru yang mungkin tidak ditemukan di album-album The Strokes sebelumnya. Memang, warna musik mereka berubah cukup signifikan dan corak indie-rock mereka mulai pudar. Tapi, tetep banyak lagu-lagu keren di album ini, contohnya, "Under Cover of Darkness", "Taken For A Fool", "Gratisfaction", atau "Games".

The Vaccines - What Did You Expect From The Vaccines


Album ini gw dapet rekomendasi dari temen-temen The Chronograph. Setelah gw dengerin, lagu openingnya langsung terasa mirip The Ramones, judulnya "Wreckin' Bar (Ra Ra Ra)", tapi ternyata mereka punya ciri khas sendiri. Banyak lagu-lagu asik ala garage rock tahun 60'an atau 70'an yang pastinya gokil sangat. Lagu-lagu dengan lirik santai, melodi ringan tapi asik, gebukan drum yang energik. Sebuah kombinasi yang maut banget.
Lagu-lagu yang gw demen di album ini: "If You Wanna", "Post Break-Up Sex", "Noorgard", "We're Happening", dan lagu-lagu lainnya yang juga gak kalah keren.

Album yang sangat gw rekomendasikan!!

Dan di samping band-band luar yang gw sebutin di atas, ada satu band lokal yang menarik perhatian gw, bisa dibilang salah satu terobosan terbaru 2011, sebuah band dengan tone yang sangat fuzzy, simpel tapi mematikan, it's like a stun gun!


Morfem - Indonesia


Daya tarik awal gw terhadap album ini adalah Jimi "The Upstairs" yang katanya membentuk band baru yang beda banget sama The Upstairs. Rasa penasaran gw memancing gw untuk melacak lebih lanjut band kya apa sih. Pertama kali denger namanya gw dengernya More Than, wueehh namanya bisa banget tuh, dalam hati gw berpikir seperti itu.

Ehhh, taunya namanya Morfem *tengsin*

Dapet lagunya dari temen, sekitar awal-awal 2011, ato kapanlah, gw rada lupa, pokoknya rambut gw udah gondrong. Dengerin.....dengerin lagi....nyengir.... YES! Ini band gokil!!!

Lagu-lagu kya "Pilih Sidang Atau Berdamai", "Gadis Suku Pedalaman, dan "Tidur Dimanapun Bermimpi Kapanpun" memang jadi angin segar buat musik Indonesia, yeah!

Pertama kali nonton mereka di Kickfest, sebelum Morfem manggung, gw sakit, tapi tetep berdiri paling depan malah paling semangat.

Kedua kali pas di RRRECfest #2, yang ini lebih parah, gw dateng sendirian gara-gara gak ada yang nemenin, ahh nekat aja dah, sampe sono, gw celeng, kepala gw berasa mau pecah, gobloknya, gw malah menenggak beberapa botol minuman beralkohol, nonton Morfem sambil nahan sakit kepala, dan sendirian, dalam hati mikir, kalo gw pingsan siapa yang nolong yahh??


The Chronograph - Breaking The God's Code


Weiiissss band gw sendiri, wajarlah, ini blog gw, masa iya gw gak pamer (hehehe), sebuah EP, demo, album, apapun itu, kelar di tahun 2011, sesi pembuatan berantakan, lirik bermasalah (banyak pake istilah fisika-kimia yang ribet),sound asal distorsi (hidup stompbox!!), pemasaran yang apa adanya, vokalnya gak berkarakter, pokoknya kalo lo bosen hidup, boleh didengerin ini lagu-lagu kya "Out of Control", "Clause of Rock 'n Roll", "Hysteria Blindness", "1966", ato "Against The Gravity".

ini band gw sendiri, THE CHRONOGRAPH

,

Who The Fuck Are You?

December 13, 2011 Samuel Yudhistira
Gue dilahirkan 5 Januari 1992

Menurut cerita yang beredar saat gue lahir keluarga gue lagi kunjungan tahun baru di daerah Kebon Jeruk sampe akhirnya gue berontak minta keluar.

RS St. Carolus di Salemba saksi kelahiran gue.

Lahir besar di pinggiran Jakarta. Kota yang penuh misteri dan tak pernah mati. 

Gue jatuh cinta dengan musik blues dan Ernest Hemingway ketika masih SMP.

Menggilai musik keras di masa SMA.

Jatuh bangun dalam ilusi sementara di masa kuliah.

Dan ditampar kerasnya dunia ketika bekerja

Sampai detik ini menikmati nikmatnya rimba beton liar di Jakarta-Bekasi



Sekian.
,

Happy Birthday JIMI HENDRIX!!

November 28, 2011 Samuel Yudhistira
Well, it's late, tapi setidaknya gw ngucapin, berhubung kemarin gak sempet on-line. Seseorang yang teramat gw puja.

Idola gw yang paling berpengaruh dalam kehidupan bermusik gw.

Seorang gitaris rock/blues/jazz yang udah mendobrak dunia mainstream kala itu dengan permainan mautnya.

And now I'd like to say, "HAPPY BIRTHDAY JIMI HENDRIX!!!!"

You will never die!






and we still do what you were sayin', man: "When I die just keep play the records"

yeah still, until now and then...


,

Return of The Stone Roses

October 19, 2011 Samuel Yudhistira
Sebuah band asal Manchester, Inggris yang menjadi ikon musik Inggris era 90-an kembali bereuni dan bahkan dianggap sebagai "the event of the decade" oleh majalah NME.

Well fellas, The Stone Roses are back! They are going to rule the world again. It's happening!

Setelah melalui banyak rumor dan kesan skeptis yang terpencar dari berita tersebut, ternyata mereka benar-benar akan melakukan reuni dan mungkin akan merilis album kembali.

The Stone Roses, bisa dibilang sebagai icon indie-rock, akar dari brit-pop, ikon musik Inggris, berkat mereka banyak band-band yang terinspirasi kayak Pulp, Blur, OASIS, dkk, sehingga bisa dibilang mereka itu salah astu dedengkotnya musik Inggris, apalagi tahun 2006, album pertama mereka, "The Stone Roses" yang dirilis tahun 1989 disebut sebagai "The Greatest British Album Ever".

Well, perkenalan gw dengan The Stone Roses itu waktu gw baca review dari seorang penulis asal Inggris (gw lupa namanya, tapi yang jelas nama depannya Joe) yang menulis mengenai sang gitaris, John Squire. Dari review yang ditulis gw pun akhirnya penasaran dengan band yang album keduanya dianggap "meniru habis-habisan Jimmy Page dan Led Zeppelin" tersebut. Walhasil, dapet beberapa lagu, "She Bangs The Drums" sama "Fool's Gold", dari situ gw terus eksplor lagu-lagu mereka kayak "I am The Resurrection", "Sally Cinnamon", "Bye-bye Badman", "I Wanna be Adored" dan langsung terkagum-kagum dengan karya yang mereka hasilkan.

Satu hal lagi yang membuat gw terkagum-kagum adalah John Squire yang menggunakan gitarnya sebagai bagian dari mixing lagu. Melakukan pelapisan sound beberapa gitar,ampli,tone, dan penyeteman yang berbeda untuk menciptakan efek keseluruhan.

Okay, satu hal yang pasti marilah menanti karya baru dari reuni The Stone Roses ini, dan siapa tahu aja mereka mau mampir ke Indonesia. Semoga!




,

Cacat Bukan Halangan

June 27, 2011 Samuel Yudhistira
Gw sempet bingung ngeliat orang yang frustrasi dengan kemampuan mereka bermusik, merasa gak mampu dalam bermusik dengan alasan fisik yang tidak mendukung. Dalam bermain piano klasik dibutuhkan kecepatan tangan yang luar biasa cepat dan tingkat disiplin yang tinggi, bermain drum dibutuhkan kepekaan terhadap hentakan ritmik dan kekuatan fisik yang bagus, dalam bermain gitar dibutuhkan kelenturan tangan dan kekuatan pergelangan tangan.


Well, gw juga gak memungkiri kalo kondisi fisik terkadang memberi andil dalam bermain instrumen musik, tapi gw sendiri menolak dengan sangat kalo pengaruh fisik tersebut adalah faktor inti yang membuat orang bisa mahir dalam bermusik, intinya sebetulnya adalah: KERJA KERAS!! Gw kasih contoh orang-orang yang bisa dibilang tidak sempurna secara fisik tapi bisa menjadi musisi kelas dunia bahkan melegenda.


Tony Iommi

Gitaris dari band Black Sabbath ini adalah seorang gitaris kidal. Gitaris yang bertanggung jawab atas eksistensi heavy metal yang masih sangat berpengaruh hingga saat ini. Dan ternyata Iommi memiliki cacat pada jari tengah dan manis bagian kanan yang putus ketika dia bekerja di pabrik besi. Apakah dia menyerah?? TIDAK, walaupun tangan kanannnya sangat vital ketika dia harus melakukan fretting tapi itu tidak menjadi alasan untuk menyerah dalam bermusik, bahkan dia menjadi panutan bagi sound heavy metal hingga saat ini.


image: source

Jean "Django" Reinhardt

Seorang pionir virtuoso jazz yang bertanggung jawab atas munculnya aliran Bop dan Hard Bop di musik jazz, membangun ulang jazz di Eropa pada masa Perang Dunia II, dengan grupnya yang diberi nama Quintette du Hot Club. Seorang gitaris jazz yang paling dicintai di antara pecinta jazz. Bahkan salah satu aturan agar dapat survive di sebuah klub jazz adalah, "Jangan pernah mengkritik DJANGO."
Ternyata di antara kehebatan dan reputasinya sebagai gitaris yang luar biasa hebat, Django ternyata mempunyai tangan kiri yang cacat akibat kecelakaan di karavan sehingga jari tengah dan manisnya menyatu di ruas, tapi walau begitu Django justru menciptakan teknik solo dua jari yang menjadi ciri khasnya dan mebuat dunia tercengang melalui lagu "Nuages", kadang disebut sebagai "pesta teknik Django".




Rick Allen

Sebuah band rock terkenal asal Inggris Def Leppard ternyata mempunyai seorang drummer yang "cacat" secara fisik tapi luar biasa hebat. Dialah Rick Allen yang kehilangan tangan kirinya akibat kecelakaan mobil pada usianya yang baru 21 tahun. Kehilangan tangan bagi seorang drummer adalah sebuah pukulan yang berat. Tapi Rick tidak pernah mengenal kata "MENYERAH" dia akhirnya memodifikasi drum kit yang memungkinkan dia memukul perangkat drumnya tanpa tangan kirinya.



Ray Charles

Pionir aliran musik soul, seorang pianis yang luar biasa berbakat, bahkan majalah Rolling Stones memasukkan dia pada urutan 10 di list "100 Greatest Artists of All Time" tahun 2004. Seorang pemain piano bues,funk,soul,boogie yang bertanggung jawab atas lagu-lagu yang hebat bahkan disebut juga "more important than Elvis Presley". Dan sang legenda ini ternyata adalah seorang yang buta sejak usia 7 tahun. Ray menderita glaucoma (penyakit saraf mata) pada usia 5 tahun dan buat total pada usia 7 tahun, tapi walaupun mengalami kebutaan tapi Ray Charles tetap memiliki semangat untuk bermusik, dengan semangatnya itulah gw bisa mendengarkan lagu "Georgia On My Mind" mengalun dari headphones gw.



Jason Eli Becker

Gitaris neo classic/speed metal yang dianggap sebagai salah satu gitaris tercepat di dunia. Karir yang menanjak sangat cepat berkat kemampuan dan bakat yang dimilikinya. Pada usia 16 tahun dia memulai karirnya melalui band Cacophony bersama temannya Marty Friedman (mantan gitaris Megadeth).Karir-nya yang menanjak sangat cepat nyaris terhenti akibat penyakit Amyotrophic lateral sclerosis (penyakit syaraf) dan divonis dokter bahwa umurnya hanya bertahan 3 tahun. Tapi kenyataannya sampai detik ini Jason masih hidup dan berkarya, tahun 1996 Jason kehilangan kemampuan untuk bicara, tapi tetap tidak menghentikan langkahnya untuk terus berkarya, dia tetap dapat berkomunikasi melalui alat yang khusus dirancang untuk dirinya. Walaupun mempunyai kelemahan fisik tetapi Jason tetap terus berkarya dan tidak pernah menyerah.



Seperti yang kita lihat, masih banyak lho musisi yang mempunyai cacat fisik tapi gak pernah menyerah dengan kelemahan yang mereka punya, Ludwig von Beethoven kehilangan pendengaran tapi terus berkarya, Hee Ah Lee pianis klasik jenius asal Korea yang memiliki cacat fisik pada tangannya, Stevie Wonder penyanyi yang luar biasa yang adalah penyandang tuna netra. Mungkin masih banyak lagi musisi-musisi jenius yang ternyata mempunyai kelemahan fisik, yang di atas ini cuman setahu gw doank sih :D


Intinya, jangan pernah menyerah dengan keadaan yanga menerpa kita, jangan jadikan kelemahan fisik kita sebagai alasan untuk dapat menyerah. Sedikit memotivasi diri gw dalam bermusik dan dalam berbagai kegaiatan yang gw jalanin.



Well, sekian folks... CHEERS!!
,

Happy Birthday The Chronograph, 2nd Anniversary

June 06, 2011 Samuel Yudhistira
2 tahun yang lalu tepatnya tanggal 06-06-09 The Chronograph terbentuk! :D

yahh cerita pertemuan awal juga udah bosen banget gw nyeritainnya :D

Intinya kita dulu gak saling kenal, gw cuma kenal sama Aris dan Erico sama si Anri, sebenernya ada 2 momen yang bikin kita nyatu dan kebentuk menurut analisis gw:

MOMEN PERTAMA:

Kalo gw gak salah waktu itu ada semacam gelaran pentas seni di sekolah pas gw SMA kelas 2 akhir, dan setiap siswa yang punya band boleh unjuk keahlian mainin musik, pokoknya disediain tempat buat gig. Gak pake panggung! posisinya di samping, deket lapangan basket.

Waktu itu gw sama sekali belom kenal sama Erico ato Anri yang emang anak IPA, dan waktu itu gw punya band metal sama si Aris (gw sekelas ama Aris), gw lupa namanya apaan tapi yang jelas gw di-kick dari itu band laknat.

Nah, ketika itu pensi dimulai kita berempat punya band masing-masing. Aris dengan band metalnya ngebawain lagunya Slipknot sama Avenged Sevenfold sama As I Lay Dying kalo gak salah (gw gak dateng waktu mereka manggung).

Si Erico tetep The Strokes addict, doi ngebentuk band yang namanya New York Riot, ngebawain lagunya Strokes yang judulnya "Reptilia" sama "Last Nite" (waktu Erico manggung gw juga gak dateng, hehehe rajin bolos gw dulu!).

Dan si Anri dengan band punk-nya ngebawain Muse yang judulnya "Hysteria" terus Blink 182 yang judulnya "Dammit". Nah, karena kebetulan gw masuk dan nonton band-nya Anri main, bahkan depan congor malah alias PALING DEPAN! Gw jadi bisa ngeliat permainan drum Anri yang memang sangat Punk! Gokil! Keras banget dah pokoknya sampe posisi crash drum yang dipake sempet kegeser dan pas panitia mo ngegeser crash-nya tau-tau dipukul ama si Anri walhasil si panitia yang punya niatan baek langsung ngumpa-ngumpat gak keruan, hehehe

Lha, band lo mana Sam???

Kan tadi udah gw bilang, gw di-kick dari band metal bentukan gw ama Aris, jadinya gw menganggur.

Well, itu momen pertama di mana kita berempat saling melihat skill musik masing-masing (minus gw kyanya, hmm...)


MOMEN KEDUA

Waktu itu gw punya temen namanya Dimas, dia gitaris juga dan jagonya seampun-ampun! Gw suka share masalah gitar sama dia dan juga sempet tuker-tukeran kaset dan buku gitar. Waktu itu dia minjem buku "It's Easy To Bluff: Rock Guitar" dari gw dan niat-nya mo balikin ke gw pas pulang sekolah.

Well, Dimas itu sekelas sama Erico, dan pas ngebalikin buku itu si Dimas ditemenin sama Erico yang penasaran sama gw.Mungkin dia penasaran seberapa ganteng diri gw (huehehe narsis coy!). Nah pas dibalikin gw dikenalin sama Erico, awalnya gw gak terlalu nanggepin dia karena gw mikirnya doi gak ngerti musik.

Tapi pas gw ngomongin Led Zeppelin, tau-tau si Erico nimbrung dan ternyata ngerti juga soal Led Zep, weehh, asik ni orang kyanya, gw berkata dalam hati.

Baru keesokan harinya, Dimas bilang ke gw si Erico ngajakin gw nge-band, dari Erico gw dikenalin ke Anri dan si Aris gw ajak gabung. Terbentuklah The Chronograph, tadaaa!!

Awalnya gw ragu dengan kelanjutan-nya apalagi gw belom terlalu kenal sama Anri dan Erico, apalagi waktu ngajak Aris yang anak metal, takutnya doi gak mau main lagu-lagu kya The Strokes ato Arctic Monkeys. Gw juga ragu karena waktu itu gw lagi gandrung banget sama musik Blues kya Muddy Waters ato B.B. King, si Anri juga Punk banget takutnya gak masuk sama aliran yang dikonsep sama Erico.

Tapi sekarang??

Justru penggabungan antara berbagai unsur antara Blues,Rock,Country,Britpop,Punk,Metalcore,Heavy Metal menghasilkan musik yang keren! Ya itulah kita: THE CHRONOGRAPH!!

Kalo mau denger lagu-lagu kita silakan download E.P. kita: BREAKING THE GOD'S CODE.


Terbukti kalo kita udah bisa berjalan selama 2 tahun, belum lama sih tapi semoga aja bisa bertahan sampe 20 tahun ato 30 tahun sampe kita mati bahkan! :D

Happy Anniversary lads! You guys are rock!!

ki-ka: Samuel,Aris,Erico,Anri

Foto waktu kita selesai manggung di Tebet, Jak-Sel... Masih SMA nih ^_^
, ,

Victim of Mass Production

March 28, 2011 Samuel Yudhistira
Well he's a creature without a care
Except for the fact that he'll only wear
The things he sees in magazines
He is a victim of mass production
I was brought up with my own beliefs
And well, I prided myself on being free
But the powers-that-be invaded me
Looking for some weapons of mass destruction
The first time that I met my mate
Was in a building that houses the things I hate
But she seemed to feel the things I feel
She is the object of my affection
I never thought that you'd care
I can't believe that you're still living there
But you'll always be the last who sees
You are a victim of mass production

Well I've seen it all before but that's not for me to say
We'll live
We'll die
We'll never say goodbye
Cos we're not supposed to be here anyway

Well he's a creature without a care
Except for the fact that he'll only wear out
The things he sees in magazines
He is a victim of mass production
I was brought up with my own beliefs
And well, I prided myself on being free
But the powers-that-be invaded me
Looking for some weapons of mass destruction

Well I've seen it all before but that's not for me to say
We'll live
We'll die
We'll never say goodbye
Cos we're not supposed to be here anyway

Well he's a creature without a care
Except for the fact that he'll only wear out
The things he sees in magazines
He is a victim of mass production
I never thought that you'd care
I can't believe that you're still living there
But you'll always be the last who sees
You are a victim of mass production

Well, ini lagunya The Cribs, band Indie/Garage/Post Punk Revival dari Inggris, gw suka banget sama lagu ini, bener-bener nunjukin tentang indentitas dan kekuatan dari idealisme yang gak bisa goyah dengan arus trend yang ada, absolutely cool!!


Here they are: THE CRIBS!!




, ,

Long Live My Desire!

March 22, 2011 Samuel Yudhistira
Before we start...

Hari ini itu World Water Day, di mana seluruh warga di dunia memperingati atau mungkin lebih tepatnya mengingatkan bahwa kita (manusia lho!) tidak bisa hidup tanpa air dan bahwa seringkali kita menyia-nyiakan air untuk hal-hal yang sama sekali tidak penting, dan juga pencemaran air yang udah semakin marak di dunia ini padahal semua makhluk hidup bergantung penuh sama air.

So guys, don't waste our water!!

Well, tadi pas gw ke kampus dan ngantri buat ngambil diktat (berhubung hari ini hari terakhir), tiba-tiba pandangan gw teralihkan oleh seseorang yang rambutnya keriting,kulit item,dan make baju Guns n' Roses, hmmm kinda remind me of someone, tapi siapa yahh...

Dan mendadak gw tersentak... Nah lhoo!?

Itu orang bener-bener mirip kya vokalisnya
BLOC PARTY si Kele Okereke, sumpeh mirip abiss, gak boong dah! Gw aja ampe ragu, jangan-jangan itu si Kele Okereke beneran.


Mungkin cuma bedanya rambut orang yang tadi gak sekeriting si Kele tapi persis dah kira-kira kaya gini.

So...
Berhubung gw masih menanti EP gw yang lama banget kelarnya, udah mulai bosen juga kyanya stuck di sini terus. It's like a breaking point, The Chronograph aja udah hampir setengah tahun gak ada gig. Nganggur penuh, bung!

Tapi buat gw yang namanya bermusik itu emang gak ada matinya, karena mungkin gw sangat menikmati kehidupan bermusik gw, dan karena gw mencintai musik , dan karena pengaruh musik dalam diri gw sangat-sangat kuat. Man, I can't live without any single tone! It's my addiction!

Akhir-akhir ini eksplorasi gw di dunia blues nyaris terhenti, gw udah jarang banget dengerin lagu-lagu blues, sekarang gw lagi demen-demennya sama sound-sound yang dipake sama band-band shoegaze ato pedal wah ato fuzz gitu dah, agak meringankan tone distorsi, karena belakangan ini gw getol banget ngutak-atik riff-riff indie-pop/alternative, agak funk tapi asik.

Mungkin gw bakal pertimbangkan buat beli pedal wah, biar bisa eksplor lebih lagi... hehehehe

Kalo EP udah keluar, gw bakal ngelanjutin bikin beberapa lagu lagi dan rencananya gw mo bikin EP volume 2 buat beberapa lagu yang belom sempet masuk di EP pertama. Dan pastinya bakal lebih ngejutin lagi soalnya unsur-unsur blues/rock-nya rada pudar banget.

Yang jelas di otak gw udah ada gambaran bakal jadi kaya gimana tuh semua lagu-lagunya. There are millions or maybe billions of tones in my head. And now I'm trying to mix 'em up into a solid one song. It surely is full of fun!

So, now, let's sing it loud and clear: LONG LIVE MY DESIRE!!!
,

R.I.P. Gary Moore...Still Got The Blues

February 07, 2011 Samuel Yudhistira
Berita dukacita banget buat dunia Rock/Blues, kembali seorang legenda bagi dunia gitar meninggalkan dunia ini.

Kali ini Gary Moore
gitaris Rock/Blues asal Northern Irish yang kemarin meninggal di Spanyol ketika lagi liburan pada umur 59 tahun.
One of my best influences, salah satu orang yang bikin gw jatuh cinta sama musik blues.

Here's the story...


Well, gw baru denger beritanya tadi sore pas lagi buka Twitter, tau" gw ngeliat berita kematiannya Gary Moore. I was shocked and sad, he is a legend.


Kalo elo mungkin pernah baca salah satu postingan gw tentang Gary Moore di blog gw tercinta ini, gw secara terang-terangan emang demen banget sama mantan gitarisnya Thin Lizzy ini.

Salah satu penampilan doi yang paling gw demen tuh pas live di Moscow tahun 1992, Beeehhhh is the best banget tuh!

Btw ada cerita unik juga nih...

Pas pagi-pagi berangkat ke gereja bareng kakak gw, gw sempet nyanyiin lagunya Gary Moore yang "Run For Cover", entah kenapa itu lagu gw nyanyiin terus-menerus selain lagunya si Gayus. Dan pas gw buka Twitter gw langsung dapet kabar kalo Gary Moore meninggal di Spanyol.

Wew... kebetulankah... Serius ini bukan HOAX ato boong tapi emang tadi gw nyanyiin entu lagu...ato mungkin emang udah ada feeling...

Well Gary, rest in peace oldman, maybe we'll gonna jamming together in Heaven...

Heaven done called another blues stringer back home...


Still Got The Blues...
, ,

Februari Cepatlah Datang

January 29, 2011 Samuel Yudhistira
Ada kabar lumayan bagus!

I've started a new band! Mungkin bakal gw jadiin side project buat nambah jam terbang gw, lumayan buat cari inspirasi baru.

Alirannya sih kyanya sedikit nge-pop tapi mo gw arahin ke punk.
How can??

Here's the story! :D



Well. kebetulan temen-temen nongkrong gw di kampus juga penikmat musik juga, kya Vendi,Bambang,Yus,sama Mario.

What are they listening to??

Yah mungkin gak searah sama gw sih, tapi gw selalu berkaca sama band gw The Chronograph, terdiri dari berbagai aliran musik tapi tetep bisa nyatu juga kan.

Yang penting masing-masing personil mau ngurangin ego mereka masing-masing supaya bisa nyatu jadi satu.

So nama band baru gw ini apaan??

Belom pasti sih tapi gw pengen namanya "Laper Tolol Kenyang Bego" disingkat LTKB

Kenapa??

Karena emang personilnya begitu semua! hehehe koplak!

Latihan pertama sih udah berjalan dengan cukup hancur bagus walaupun emang belom terlalu nyatu, tapi gw dengan senang hati ngejalaninnya, gw suka mengulang dari 0 walaupun emang capek tapi seru!

Posisi gw? Jelas maen gitar... gw cuman bisa itu, gw berusaha untuk tidak menjadi vokalis lagi kya di The Chronograph. Biar ada variasi githu deh, capek tau kalo jadi vokalis. Kalo ditimpukin kena duluan! hehehe...

So, musti kerja keras buat nyatuin band baru gw ini. Yeah I love work hard and I need to play harder! hehehe

Dan pertanyaan pun tiba...

How's Chrono??

We're doing good! Tanggal 14 Februari (Valz Day) kita bakal mulai sesi recording, udah di-booking juga, jadi sudah 99% jadi.

Mudah-mudahan lancar. Buat cover sama judul mini-album urusan belakangan dehh! Musti diomongin ulang sama seluruh personil, tapi pilihan jatuh pada dua judul.

Yang satu: "Breaking The God's Code" sama "Out of Control" .

Dua-duanya judul lagu kita sih, tapi itu masih sekedar wacana dari gue doang blom ada keputusan bersama dari seluruh personil, walaupun udah gw tanya via Twitter tapi belom ada respon dari anak-anak yang lain. Gak mungkin kan gw ngambil keputusan sepihak, ntar pada protes donk! hehehe

Kebetulan juga si Aris lagi ada di Jakarta jadinya bisa ketemuan dah buat ngomongin masa depan The Chronograph. Gw juga udah gak sabar nih mo recording.

GIG?

Bulan Januari The Chronograph nganggur total, udah hampir setengah tahun gak ada gig (not giggs! LOL!) tapi Februari tanggal 18 sama 25 udah hampir dipastiin bakal ada gig buat kita.

Ahhh, Februari, cepatlah datang!!

Eniwei, latihan terakhir The Chronograph berjalan cukup flat...

Gw sampe lupa lagu sendiri yang judulnya "Temporary Temptation", padahal yang bikin gw sendiri!!?? WTH...

Oohh man, gw jadi gak sabar buat ngasih unjuk hasil karya gw ngeband selama setahun lebih bareng temen-temen gw...
GW UDAH GAK SABAR!! I can't just wait and see! I am a part of it!!


, ,

The Chronograph, The Story Goes On

October 21, 2010 Samuel Yudhistira
Well, The Chronograph emang nyaris lumpuh sejak ditinggal sang gitaris, si Aris yang kuliah di Semarang, tapi tetep kita gak mau ngeganti doi bahkan buat ngambil additional, jadi bertiga terus nih latihan, gw(vokal+gitar), Erico(bass), Anri(Drum). So, we need more practice!

Kebetulan lagi ngerampungin beberapa lagu yang sempet gagal di beberapa latihan, tapi hari Minggu kemaren, you know what, 2 lagu langsung rampung!!!

Bener-bener mantep!!!




Intinya gak akan menyerah!

Keep fight!

Mungkin faktor ujan juga jadi pengaruh yang bikin kita bertiga jadi encer banget otaknya, dan jadilah dua buah lagu hasil kerja keras kita bertiga di studio.

Yang pertama judulnya "Hysteria Blindness" dan yang kedua judulnya "Against The Gravity" . Kalo mo liat liriknya tinggal check group The Chronograph di Facebook di bagian Discussion, liat aja tuh lirik-lirik lagu kita yang udah rampung dan tinggal direkam buat mini album yang rencananya bakal dirampungkan di bulan Januari 2011.


Mari kita bahas beberapa lagu terakhir yang makion bikin aliran The Chronograph makin gak jelas! hehehe ^___^

1. Out of Control
Sangat Sex Pistols dan The Who, pure 100% Blues Rock, terutama lick-lick terakhir sebelum ending, kocokan distorsinya mirip The Who.

2. 1966
Dibilang gabungan antara OASIS, Arctic Monkeys, sama Franz Ferdinand, sedikit Brit-pop tapi masih menunjukkan unsur indie-rock di bagian lick.

3. Anri and Aris Song (Untitled)
Ditemukan secara tidak sengaja oleh duo maut THe Chronograph, 100% Hard Rock, mirip Guns 'n Roses ato Wolfmother!

4. Clauses of Rock 'n Roll
Kembali Hard Rock, bener-bener mengimitasi band-band hard rock tahun 80-an kya Guns 'n Roses ato Skid Row, tapi solo gitarnya gokil banget!! Aris emang jago dalam urusan yang satu ini.

5. Damned Rose
Jauh melenceng dari dunia distorsi padat dengan solo gitar melengking-lengking ato lick-lick nge-Blues, it's totally different!! Mirip The Rapture dicampur Franz Ferdinand, dicampur Depeche Mode sama Duran-Duran dan sedikit Funk, jadi dah lagu yang satu ini.

6. Hysteria Blindness
Kali ini karena gw yang bikin riff (Biasanya si Aris), gw secara terus terang menyatakan kalo riff-riff di lagu ini terinspirasi dari Pink Floyd dan Rush, artinya melenceng ke Progressive Rock, walaupun gak 100% tapi masih ada unsur Arctic Monkeys-nya juga, sama Black Sabbath.

7. Against The Gravity
Kembali jauuuuh banget, malah jadi Post Punk!! Kacau tapi serruu! Malah bikin warna musik kita lebih bervariasi! Rock on!
http://www.blogger.com/img/blank.gif

Well, melalui hal ini gw cuma mau membagi sesuatu kalo emang warna musik yang kita usung INDIE ROCK tapi gak menutup kemungkinan terdapat unsur-unsur lain yang ikut memberi andil dalam terciptanya karya-karya The Chronograph!!

Feel free to join us on facebook: THE CHRONOGRAPH


, ,

Speechless

July 28, 2010 Samuel Yudhistira
Well...

Another story again, folks! Berhubung kemarin gw gak sempet sama sekali buat ngepost akhirnya sekarang baru sempet! ^___^

So, postingan kali ini bakal lumayan panjang, terlalu banyak cerita yang belom di-share di sini... Mulai dari gig,gila,gitting, and many more dah! Just stay,read,comment!

Here's the story...


Hmm 24 Juli, ada apakah di hari itu? Well, ada gig! Wehehhehe... Berlokasi di Fatmawati, Rossi Music.


Jujur aja gw gak punya gambaran venue kali ini karena pas technical meeting gw gak ikut gara-gara ada acara keluarga.

Jarak venue lumayan jauh jadi kita minta bantuan abangnya Erico (thx a lot, mate) buat nganterin kita ke venue, sekalian poto-poto... tapi belom diupload. No pic for this post! Mungkin nanti dah...

Jadi motor gw ditaro di rumah drummer The Chronograph, ANRI JUNUKA, merangkap sebagai pemilik sebuah warnet tak bernama... hehehehe

Nyampe di venue gw rada shock juga... Kagak ada plang namanya! Cuman sebuah ruko dengan kaca gelap rada dekil dengan banyak sticker-sticker band indie... Gw sempet bingung juga karena emang gak ada namanya samasekali, yang jadi patokan cuman gara-gara banyak anak-anak dengan baju band metal masa kini lagi nongkrong makan bubur.

Lho!? Metal kok makan bubur?? hehehehe


Well masuk ke venue mata gw tertuju ke segerombolan anak dengan rambut mohawk, buset dah... Anak street punk?

Yeah, anak street punk yang bener-bener punk! hehehehe Gw aja sempet kaget ngeliatnya, wah gile ni acara jangan-jangan isinya yg begonoan semua, tapi setelah gw nengok kanan-kiri ngeliat band-band lain, Oooh masih ada yang bajunya rapi! hehehhe.. that means, FREE FOR ALL! Siapa aja boleeh...

Well, pertanyaan muncul di benak gw, "Mana panggungnya? Suara berisik kedengeran tapi sama sekali gak ada panggung??" Oooh ternyata di atas toh!

Ayo kita naik tangga!

Lantai 1 = Masih siul riang gembira

Lantai 2 = Celingak-celinguk

Lantai 3 = Terdiam dan mulai bertanya-tanya

Lantai 4 = Capek *___*

And finally... venuenya tuh ada di Rooftop! Di atep! Pantesan kenceng bener suaranya, kagak ada peredam samasekali, yang jadi peredam supaya suaranya gak begitu menggelegar ke jalanan cuma suara bajaj ato metromini yang seliweran di jalan raya. Untung gw gak nyanyi lagunya Lost Prophets yang judulnya "Rooftops". Ntar malah dicap emo lagi... hehehehe

Done with the tetek bengek! Sekarang mari memantau dan berdoa supaya lancar! Untuk persiapan gw ama Aris udah dipersiapkan dengan efek-efek mangstap supaya kejadian di Ancol gak terulang! hehehe

Berhubung panitianya sama, jadi udah lumayan kenal-lah! Kebetulan juga pas kita masuk ke dalem venue yang lagi nampil itu band River of Joy yang tak lain dan tak bukan merangkap juga sebagai panitia acara. Thx a lot, folks!

Well, giliran kita naek panggung! Let's rock, gw udah siap sama Metalzone dan Fuzz Box, Aris bawa multieffect, we're totally ready to rock the stage!

Tapi...

Lhaa panitia nyediain effect gitar! walah... banyak malahan! Giliran kita bawa effect malah udah disediain eehh pas kita gak bawa malah gak ada effect sama sekali.

Unik emang dunia ini...

Okelah let's rock! Langsung aja sebuah lagu dari The Strokes "New York City Cops" digeber buat manasin suasana, gw sempet ngeliat beberapa orang ngangguk-ngangguk, tandanya demen ama lagunya...
Trus lagu kedua kita maenin lagunya Arctic Monkeys yang judulnya "Certain Romance" juga sukses, walaupun gw ngerasa intronya sedikit ngaco... hehehe

Dan sejarah tercipta...

Waktu gig di Tebet itu pertama kalinya lagu "Out of Control" dibawakan, dan sekarang lagu kedua kita "1966" untuk pertama kalinya berkumandang di Rossi Music. Spectacular! We made a history!

Bisa dibilang gig kemaren sukses! Satu-satunya masalah cuman masalah gitar yang sempet ngadat gak mau bunyi, but, it wasn't a big deal!


Turun dari stage langsung cabut, takut kemaleman, pamit sama panitia dan melangkah keluar. Eiittt! di seberang ada toko musik tuh! Liat-liat bentar nyokk!

Well, ada dua toko, di kiri gedungnya udah tua banget! Udah githu isinya kyanya kosong melompong githu, lampunya juga udah rada-rada burem githu, kesannya surem dah! Nah, toko sebelahnya justru kebalikan banget... Terang benderang banget! Udah githu di etalasenya gitar-gitar berderet... Karena kesan postifnya lebih banyak kita menyantroni terlebih dahulu toko yang di kanan, dan gw hampir gak percaya dengan apa yang gw liat... Damn! Kagak ada yang beres! Nothing special dah! Akhirnya kita gak lama ngeliat-liat dan langsung cabut...

Toko sebelah kiri?? Hmmm... what do u think? Kesannya sih surem banget... Tapi let's check it out dulu dah! Penjaganya bilang kalo gitar adanya di lantai dua...

Ok, pas jalan menuju tangga gw sempet ngelirik ke sebelah kanan tempat etalase githu, gilee... symbalnya branded semua! Aura positif mulai ngalir dah nih! ^___^

And you know what... GITARNYA BRANDED SEMUA!!!!

GILA!! GW sampe nganga pas ngeliat gitar ama bass yang dipajang di lantai dua, emang ruang pajangnnya gak mewah samasekali tapi barang yang dipajang amat sangat mewah... Dan yang bikin ngiler sebuah gitar Fender dengan cap SRV, ahhhh Stevie Ray Vaughan signature series!! Gilaaa, gw langsung ngambil dan sempet maenin dikit, pick up Texas Special... gilaa ngiler banget... sayang harganya bener-bener bikin mata jereng. Tulisannya sih "Call for price" tapi pantauan gw kalo harganya dikasi label kya begitu biasanya harganya fantastis.

Gak cuma Fender Stratocaster SRV Signature Series, ternyata di toko itu juga ada Fender Stratocaster Jeff Beck Signature Series!! Gilaa bener dah... bikin pusing dah. Ada Dean Guitar juga, trus ampli Fender Deluxe juga ada dan harganya bikin semaput, daripada ntar gw koleps di sono mending buru-buru cabut dah! hehehe

Pelajaran: DON'T JUDGE THE BOOK BY IT'S COVER!! Ternyata emang bener-bener nyata kata-kata tersebut...


, ,

Next Gig! The Chronograph!

July 15, 2010 Samuel Yudhistira
Yihaa! We got the gig! Yeay! Setelah kejadian gila di Jaksa yang gw uraikan pada postingan sebelumnya, sekarang kita akan kembali mengguncang Jakarta (lebay!!).

Another gig, folks! We'll gonna have some fun! Y'all never ever forget this one!

Check this out!








THE CHRONOGRAPH!

Moga-moga aja GIG kali ini bakal gokil dan rame dan soundnya bagus!
, ,

The Dream of Bocah Impian! Yeay! ^___^

July 07, 2010 Samuel Yudhistira
Dream...

Sebuah impian terbesar gw dalam hidup adalah: BANTING GITAR, BAKAR! yeay! just like Hendrix did! He was my huge influence!

Apa sebenarnya makna banting-banting gitar? pamer? kebanyakan duit? ato emang mabok?

No man! There is an art! It is art! Part of the music itself!

Kalo katanya Jimi Hendrix "The time I burned my guitar it was like a sacrifice. You sacrifice the things you love. I love my guitar." yeah! Hendrix...





Dan urusannya ama impian gw adalah: Gw hampir mewujudkan impian gw tersebut! Tepatnya kemaren tanggal 3 Juli 2010 di sebuah gig The Chronograph gw ama Erico hampir aja ngancurin alat masing-masing (gw gitar doi bass).

What's the matter? Terlalu banyak make LSD? Ato terlalu psychedelic? Gile, kagak ada hubungannya! Cuman gara-gara kecewa sama kualitas sound tempat kita gig kemaren! That's all! Gak mungkinla h gara-gara LSD! hehehe...



Eniwei, kejadian kemaren itu tepatnya terjadi abis kita maenin lagunya Wolfmother yang judulnya "Joker and Thief"... sebenernya pas lagu ini gak terlalu banyak masalah tapi pas mainin The Strokes yang judulnya "You Only Live Once", beeh sound was so bad! Gila! Ampli bass-nya ancur pisan!

Makanya pas "Joker and Thief" mainnya liar banget! Wild Thing! Dan lagu selesai Erico ngebanting bass-nya! Spontan gw langsung nyopot kabel jack gw, copot strap, dan BANTING GITAR GW JUGA! Wuhuuuu! Rock 'n roll rules!

Aris?

Doi asik maenin feedback! Lagian dia make gitar abang-nya Erico yang kebetulan turut hadir dalam pesta dukacita tersebut. Kalo dibanting lo tahulah resikonya... hehehehe...

Lagian kalo lo mau belajar ngancurin gitar lo perlu belajar dari para legenda berikut!



Pete Townshend orang pertama yang ngancurin gitar di atas panggung dan bisa dibilang sebagai pemain gitar terliar setelah Hendrix. Gitaris The Who yang memang mendapat reputasi sebagai "penghancur gitar" pertama di dunia ini kalo di atas panggung lebih mirip pemain sirkus dibanding pemain gitar! Gayanya gokil!



The Best Rhythm player ever!

Untuk tahun 90-an cuma ada satu panutan pasti dalam hal atraksi gila:



Kurt Cobain, The King of Grunge

Dikenal juga punya reputasi dalam hal ngancurin gitar... Aksi panggung bener-bener mantep. Satu-satunya orang yang gak pernah ngerapiin rambut di atas panggung biar kata rambutnya udah nutupin muka sekalipun tetep aja didiemin. Rock on!

Eniwei...

salah kegilaan Hendrix yang terekam: BAKAR GITAR!


, ,

Album-album Paling Berpengaruh Buat Gw

June 25, 2010 Samuel Yudhistira
Well, terkadang kita butuh referensi buat sebuah inspirasi. Dan buat gw album-album berikut ini adalah "pahlawan", kalo gw gak dengerin mungkin gw gak bakal bisa nemuin inspirasi gw dalam bermusik, bahkan mungkin permainan gw mandek di situ-situ ajah. Dan visi bermusik gw sedikit terbuka berkat dengerin lagu-lagu dari album-album ini. So guys, here they are...



Linkin Park - Meteora



Sangat SD sekali... Brad Delson sempet jadi idola gw waktu pertama kali belajar genjrang-genjreng gitar (kelas 5 SD!), jaman-jaman masih demen banget sama Boyband dkk, awal-awal kenal Nu Metal ato Rapcore, dan era belajar dari idola lokal! hehehe...

Blink 182 - Dude Ranch



Masih di jaman SD yang penuh sukacita...

Tom Delonge... Manusia ajaib kalo menurut gw, salah satu icon musik punk era 90-an akhir. Lagu-lagu di "Dude Ranch" bisa dibilang yang terbaik dari semua album Blink 182 (menurut gw!). Liriknya bener-bener cuek! Menunjukkan kebebasan remaja, dan sound gitar yang sangat punk emang kental banget di album ini, dan buat gw yang waktu itu bahkan belum mengerti definisi dari distorsi lagu-lagu Blink 182 udah terasa susah banget!

Nirvana - Nevermind



KURT COBAIN! Pahlawan Grunge, punya jutaan fans fanatik yang mungkin masih setia mendengarkan Nirvana sampai saat ini, salah satu orang yang sangat identik dengan budaya Grunge tahun 90-an. Lagu yang amat teramat penting di album ini tentu saja "Smells Like A Teen Spirit". Distorsi dan feedback gila-gilaan yang jadi kunci utama sound gitar di lagu-lagunya Nirvana terdengar sangat jelas di album ini.

Gw inget banget jaman SMP awal dengerin lagu ini...

The Sex Pistols - Nevermind The Bollocks, Here's The Sex Pistols



Masih di jaman SMP ceria...

Gara-gara penasaran sama The Sex Pistols gw ampe nyari-nyari lagunya sampe ke beberapa antero Jakarta (lebay!). Dan feeling pemburu gw membawa gw ke Glodok! hehehe... mungkin perkenalan gw sama Classic Punk agak terlambat, karena gw udah dengerin band-band punk 90-an kaya Greenday,Blink 182,The Offsprings,Sum 41,dkk lebih dulu dibanding band punk tahun 70-an. Tapi pas dengerin Sex Pistols, sound gitar yang jadi panutan gw langsung berubah drastis, gw langsung pengen banget bikin band kaya Sex Pistols ato The Ramones, gara-gara lagu "No Feelings" di album ini.

Arctic Monkeys - Bigger Boys and Stolen Sweethearts



Gw agak sedikit ragu sama yang satu ini, sebenarnya ini EP ato album studio resmi dari Arctic Monkeys ato bukan tapi yang jelas lagu mereka yang pertama kali gw dengerin judulnya "Bigger Boys and Stolen Sweethearts" dan menjadi penutup masa SMP gw, dan gw langsung demen ama Arctic berkat lirik dan jenis music mereka yang beda banget sama apa yang udah gw dengerin sebelumnya, mungkin sedikit aneh tapi gw demen. Malahan mereka jadi influence terbesar gw saat ini...

Jimi Hendrix Experience - Are You Experienced



Berkat bokap, gw jadi kenal ama Jimi Hendrix. Dari gw kecil bokap udah demen ngoceh soal Hendrix ato Rolling Stones tapi gw gak "ngudeng" karena lebih tertarik ke Nu Metal, tapi masa-masa SMA awal gw baru menoleh ke era hippie dan psychedelic. Berkat penemuan album-album tua di perpustakaan bokap gw jadi melebarkan eksplorasi musik gw ke arah Blues/Rock tahun 60-an. Lagu "Fire" bener-bener jadi inspirasi gw!

Stevie Ray Vaughan and Double Trouble - In Step



Masa SMA....

Eksplorasi gw di dunia blues membawa nama-nama baru di list musisi idola gw, B.B. King,Muddy Waters,Bo Diddley,Albert King,Eric Clapton,Gary Moore,dan Buddy Guy. Tapi dari banyak bluesman yang gw dengerin ada satu nama yang sangat melekat buat gw: STEVIE RAY VAUGHAN. Lagu-lagunya variatif, agak berbeda dari blues standard tapi seru! Berkat dia gw jadi getol banget belajar blues sampe saat ini.

Deep Purple - Nobody's Perfect



The most important album! Album live tahun 1988 ini jadi tonggak awal gw belajar hard rock secara lebih mendalam dan menimbulkan kekaguman gw terhadap sang gitaris Ritchie Blackmore.

Dan lagu "Highway Star" mungkin jadi lagu paling berpengaruh buat gw sampe sekarang...

, ,

A View From The Worst Gig

June 21, 2010 Samuel Yudhistira
Well well well....

Gig yang kemaren buat kita berhasil menorehkan sejarah baru sebagai "The Worst Gig Ever". Congrats buat kita semua! hiks... hiks...

Tapi ada side story-nya! Biar gak kalah ama Naruto! hehehe...

After gig party kita adakan di 7eleven di daerah Menteng, Jakarta Pusat setelah perjalanan gila ke Bintaro...



Seperti biasa kalo ada gig, pas hari H kita udah stand by di rumah sang maestro kecrekan Erico. Doi menjabat sebagai bassist di The Chronograph. Karena kali ini gig kita lokasinya amatlah jauh dari rumah, kita berangkat 2 jam sebelum acara. Udah diperingatin sih, karena gak ada mobil kita ke sono bakalan naek motor! wtf?

Karena itu sebelum berangkat kita pemanasan biar pantat kagak kram! hehehe...

Cerita pas perjalanan terlalu geblek untuk diceritain, Anri (drum) hampir menabrak beberapa mobil setelah matanya meleng gara-gara ngeluat cewe, walhasil doi akhirnya dilabrak ama ibu-ibu galak di daerah Cipulir... hehehehe, konsentrasi boss!

Nyampe di venue jantung gw dagdigdug pas mendengar suara lagu yang gak asing lagi, "Through Struggle", lagunya As I Lay Dying. Artinya, INI ACARA METAL!! waaa

No place for Indie Rock!

Dan masalah sound emang jadi masalah besar banget kemaren... huuuuuuuu!!

beberapa aksi yang tertangkap kamera (thx buat Omet ama Erico!)




Foto resmi nih! hehehe



Bawain Joker & Thief by Wolfmother!








Akhirnya gw nyanyi tanpa gitar gara-gara masalah teknis! huuuuu!! Padahal ni pas bawain lagu kita sendiri, "Out of Control"....




Memandangi panggung, I was so mad!


Dan saatnya after gig!!!


Duo maut makan mie! hehehe



Drink-drink hehehe minum-minum!




















Dan next gig....


WE ARE SOOO READY TO RAWK!!!!