Showing posts with label gig. Show all posts
Showing posts with label gig. Show all posts
, , , , , , , ,

Kunjungan Morrissey ke Jakarta 2016

October 14, 2016 Samuel Yudhistira

Ketika flyer pengumuman ini keluar di awal akhir Agustus gue langsung bersiaga mengamankan keuangan gue. AJRIIIIT HE'S BACCCCKK! MOZ IS BACK Y'ALL!!! Mantan vokalis The Smiths ini akhirnya kembali mengadakan konser di Jakarta setelah sukses menghibur para fans setianya di tahun 2012. Berhubung waktu doi ke sini tahun 2012 gue masih teramat gembel untuk beli tiket yang harganya ratusan ribu tersebut. Baru setelah gue kerja dan punya penghasilan sendiri sudah saatnya gue menunaikan "ibadah" menyaksikan idola gue yang mengubah hidup gue ini.

Di blog gue sendiri bahkan gue sudah membahas soal The Smiths beberapa kali. Yap, gue sangat mengidolakan doi sebagai figur,musisi,dan penulis lirik yang brilian  (sokin,sokin,sokin).



Rabu, 12 Oktober 2016

Dari pagi gue udah bener-bener gasabar. Di kantor gue udah gak fokus dan temen-temen yang lain juga kebetulah sudah paham dengan kelakuan gue karena emang gue dari sampe kantor juga udah ngebahas soal konser yang bakal gue datangin setelah balik kerja.

Setelah bergelut dengan ketidakf okusan gue di kantor walhasil setengah 5 gue langsung ngibrit ke kantin ngisi tenaga dulu biar pas sing along bisa kueenceng suaranya.Sebenarnya rada kuatir dengan cuaca yang dari siang rada labil cuman gue sudah mempersiapkan skenario buruk dengan menyimpan banyak baju dan celana di bagasi motor gue (syarat pertama beli motor: BAGASI LEGA!!).

Kelar makan gue langsung nyikat motor gue di parkiran tancap gas menuju venue di daerah Senayan sambil bersenandung riang gak sabaran. Man, finally gue bisa liat Moz nyanyi depan mukaaaaaa...

Sampe di Senayan menjelang malam. Seusai memarkir motor gue langsung mempersiapkan diri dengan: NGEROKOK. Kenapa? Karena di venue rokok gaboleh masuk jadinya yawdah ngerokok di marih ajah deh. hehehe (bad habit, jangan ditiru!!). Gue gak langsung masuk ke dalem karena nungguin Radit, salah satu pemain lama di scene indie Jakarta. Salah satu orang yang berjasa memperkenalkan banyak koneksi kepada gue ketika masih era radio kampus. hehehe

Mata gue gak lepas terus tertuju kepada gate depan yang akhirnya gue beri julukan "Gerbang Kemenangan."

Sambil nunggu dan gak ada kopi dan gue males muter-muter nyari kopi banyak banget calo nawarin tiket gue dengan harga super duper kampret yang gue yakin bakal dia jual lagi ke orang lain dengan harga fantastis.

Setelah Radit dateng dengan teman-temannya gue menggabungkan diri daripada ntar basi di dalem sendirian. Weh ternyata venue-nya outdoor di bekas driving range golf. Rumput dan tanah yang basah plus keinjek-injek sama orang-orang ramai membuat banyak booby trap alias kubangan di mana-mana. Walhasil sepatu pada ancur-ancuran kena lumpur tapi cueklah namanya juga konser bodo amat soal sepatu,celana,sampe baju yang kena cipratan lumpur.



Gerbang Kemenangan

Waktu gue dan kawan-kawan masuk di dalem masih memutar-mutar video klip gitu. Gue masih inget pas masuk itu lagi nyetel Sex Pistols yang "God Save The Queen" trus New York Dolls sampe The Ramones. Yeah, Morrissey memang secara pribadi dibesarkan di saat kultur punk/glam lagi gila-gilaan mempengaruhi anak muda Inggris.

Gue demen deh ngeliat panggung yang dikepung sama gedung-gedung perkantoran gitu. Kesannya kya kita berpesta kecil dikelilingi gedung-gedung angkuh yang isinya orang-orang pekerja bermental robot. Dan siraman cahaya dari gedung-gedung itu kya ngasih sensasi antara takjub dengan visualnya sama pikiran kalo besok Kamis harus balik sibuk kembali di perkantoran sibuk. Tapi pedulil hantulah! Yang penting kita bersenang-senang dulu!

Panggungnya jadi kya kecil gitu

Gapake lama, Tiba-tiba panggung menyala terang...
Dan personil band pengiring keluar saling ngasih hormat...
Muncullah dia yang kita semua nantikan... STEVEN PATRICK MORRISSEY!!!!!

Geber langsung lagu pertama: Suedehead
Wah suasana langsung meriah penuh teriakan dan tepuk tangan...
Gue langsung menyanyi bersing along sambil joget gamau kalah sama yang lain sembari sekejab menutup mata penuh penghayatan...

Why do you come here
why do you hang around
I'm so sorry
I'm so sorry
Why do you come here
when you know it makes
things hard for me
when you know, oh
why do you come?
Why do you telephone?
and why send me silly notes?
I'm so sorry
I'm so sorry
why do you come here
when you know it makes
thing hard for me
when you know, oh
why do you come?
You had to sneak into my room
'just' to read my diary
was it just to see all the things
you knew I'd written about you?
and...so many illustrations
I'm so very sickened
oh, I am so sickened NOW

Gue merinding abis sampe air mata gue keluar... ANJROOT! Ini lagu kesukaan gueee...

Kayanya emang dari awal konser ini sengaja gak dikasih ampun karena lagu kedua langsung digeber Alma Matters... Wah sontak semua penonton lelumpatan gak keruan sambil sesekali mengacungkan tangan ke udara gak peduli kena cipratan lumpur yang bisa bikin spokat mandi lumpur. GAK PEDULI! I come to dance and music!




Jujur konser ini sebenarnya bukan konser yang buruk. Moz sempat beberapa kali berucap dan berinteraksi sama penonton. Bahkan dengan jenaka kaya ngajak penonton yang tereak-tereak pake bahasa Indonesia. Doi juga sempat berujar, "Terima kasih" biasalah namanya bule ngomong Indo apalagi ini seorang Morrissey penonton langsung berteriak kegirangan. hehehe

"I don't know what the hell you are saying...but you say it with passion... what? Sorry what? No..no...no get back! No! Get back!" doi berujar dengan mimik seakan-akan ngerti penonton pada tereak apaan. hehehe.. bisa aje ni aki-aki.

Fisik doi juga kyanya udah ga sekuat kya waktu lo ngeliat dia di yutub. Sempet setelah nyanyiin lagu "Speedway" doi spontan berujar, "Oxygen!" trus langsung menghirup oksigen kaleng yang stand by di panggung.

He is still a charming man... 

Meat is Murder

Nah, kebanyakan orang berujar kalo konser Morrissey berakhir anti-klimaks setela tulisan di atas ini. Moz membawakan salah satu tembang dari The Smiths yang berjudul "Meat is Murder" lalu setelah lagu selesai Moz keluar langsung cabut tanpa berujar apapun. Penonton bingung dan mulai berteriak WE WANT MORE WE WANT MORE! Yang nongol bukannya Morrissey tapi malah kru panggung tanpa basa-basi langsung menggulung peralatan band di atas panggung dan dalam sekejab panggung kosong meninggalkan para penonton yang masih melongo dan berharap Moz keluar membawakan beberapa lagu encore sebagai tanda perpisahan.

Sudah ketebak internet ramai penuh spekulasi. Semua bingung dengan apa yang terjadi. Bahkan gue sempet iseng nanya-nanya sama salah satu kru panggung tentang apa yang terjadi. Doi hanya menjawab dengan statement yang lebih musingin kepala, "Jujur aja mas, ini konser paling aneh," ujar doi yang namanya juga gak sempet gue tanyain.

So far gue gamau bandingin sama konser tahun 2012 yang "dinilai" lebih baik dibandingin 2016. Gak sah juga sih kalo dibilang gitu. Cuman karena gaada encore bukan berarti konser ini jelek. Justru gue bingung sama orang-orang yang kebanyakan mainan hape ngerekam,motret,ngapdet socmed. FUCK YOU ALL! I come for music.. Contoh waktu lagu "First of The Gang" gue bergoyang kya orang kesetanan malah diliatin bingung. 

Oi dumbfuck! Lo dateng ke konser musik ngapain? Sekedar apdet biar terlihat fancy? Go fuck yourself then you all stupid fucks! I come to dance! 

Gaada cara yang leih baik untuk menghargai musisi favorit selain dengan berdansa mengikuti irama dan menikmatinya. Gue sih cuek aja joget gila-gilaan, sabodo teuing! 





Buat gue secara pribadi I enjoyed every moment gue di sana. Gue bangga bisa menjadi bagian dari sejarah kedatangan Morrissey yang kedua dan yeah untungnya setlist mereka malam itu sangat-sangat menghibur walau banyak juga hits yang gak dibawain. Suka gue pokoke! One of the best nights I ever have. That moment will live in my mind and heart until the day I die.

Thanks Moz! For the inspiration,music, and thank you for changing my life.


Credit: Radit and the gang untuk foto-fotonya dan untuk nemenin gue yang sendokiran di sana...
, , , , ,

The Sastro Vinyl Launching

October 13, 2015 Samuel Yudhistira
Ketika gue ngeliat flyer tentang acara ulang tahun album "Vol 1"-nya The Sastro sekaligus peluncuran album "Vol 1" dalam format vinyl langsung yang terlintas dalam pikiran adalah: "Ok, hari minggu malam gue gak bisa diganggu gugat."


Gak berasa yah album ini udah 10 tahun. Yah, memang band ini adalah salah satu band yang mengisi playlist gue di masa SMP. Waktu itu single "Lari 100" gencar banget diputer di radio, gue masih pake seragam putih-biru belum terlalu paham sama musik beginian tapi musiknya seru dan liriknya "aneh" itu yang bikin gue tertarik sama band satu ini.


The Sastro cukup singkat membuat gue terpana dan tergila-gila dengan lagu mereka. Ini band keren!

Acara hari Minggu 11 Oktober 2015 merupakan semacam pelepas dahaga sekaligus harapan semoga ini band manggung lebih sering lagi dan bikin album keren berikutnya lagi. Seneng gue kemarin ngeliat The Sastro nongol kembali. Yaa, waktu launching album Ramayana Soul mereka juga main tapi kan cuman bawain 4 lagu doank dan itu kan hajatan Ramayana Soul tapi acara hari Minggu kemarin memang merupakan acara di mana The Sastro muncul sebagai aktor utama.

Gue dateng agak malem sekitar jam 7-an. Gue kira acara dah mulai tapi ternyata masih belom, masih cukup lowong Yesterday Lounge tempat diadakannya acara. Beli tiket, masuk celangak-celunguk,tos-tosan sama beberapa orang yang gue kenal,nuker tiket beer,gak cukup...beli beer lagi, rakakrokok,dan akhirnya Ramayana Soul mulai memanaskan acara.

Sound yang agak kusut tidak mengurangi kesakralan penampilan band ini. Angga sang vokalis meliak-liuk,teriak gak keruan,marah,sedih,frustrasi,loncat-loncat,joget,guling-guling. Waduh pokoke gilak dah. 

Lanjut penampilan pembuka berikutnya Seaside dengan musik-musik shoegaze yang membuat penonton agak turun tensinya dan mengangguk-ngangguk ngikutin alunan musik.

Setelah Seaside turun panggung maka puncak acara tiba juga...THE SASTRO!!

Berhubung suasana sangat ramai dan gue agak males rebutan oksigen dengan penonton lain yang memadati Yesterday Lounge maka gue pun hijrah nonton dari balkon lantai 2, yah walaupun berjarak yang penting aman soale lemes juga kalo di bawah, RUAAME.

Tes..tes..1..2..3...

Maka mulailah The Sastro menggeber malam dengan lagu "Plaza Maya" wuahh ini lagu kalo gue berangkat kerjaaaa... lanjut lagi lagu-lagu mereka di album "Vol 1" digeber. "Telefiksi","Sejati","Sekilas","Lari 100","Rasuna" sampe ditutup dengan lagu "Kaktus" yang sukses membuat gue beserta penonton yang lain ber-sing along ria.

Huaahh what a night..what a night... gue sampe gasadar kalo suara gue udah serek banget pas acara selesai.

Yahuuy. semoga The Sastro masih lanjut terus bikin album dan lagu-lagu keren lainnya.




, ,

GIG! A Tribute to The Strokes

November 15, 2011 Samuel Yudhistira
Wuhhaaayyy, The Chronograph, band yang empunya blog ini akan kembali nampil di pagelaran A Tribute to The Strokes tanggal 24 November 2011.

Wow, gig kedua tahun ini, tahun yang rada sepi gig, dan pertama kalinya kita nampil di acara tribute terhadap suatu band yang udah dianggap memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan musik.




Kenapa The Strokes??

Well, bisa dibilang gw dan personil The Chronograph lainnya adalah penggemar dari band ini, pertama kali kita ngeband juga lagu-lagunya The Strokes jadi pilihan kya "You Only Live Once" ato "12:51".

Dan merupakan suatu kesempatan yang cihuuy bisa ngebawain ulang lagu-lagu mereka di panggung nanti. Anyway ada sedikit kabar gak mengenakkan karena gitaris The Chronograph si Aris belum pasti bisa hadir lantaran sibuk kuliah di Semarang. Tapi, gw sama anak-anak yang lain cuma bisa berharap kemungkinan yang baik.

Dan ada hal baru juga, dengan munculnya pemain additional, yaitu keyboard yang diisi sama Thari, yeay, doi asik banget orangnya dan akhirnya eksplorasi dengan keyboard bikin otak-otak kreatif kita bertambah, saking kreatifnya lagu "I Can't Win" dari The Strokes dibikin sebuah versi yang terkesan lebih "dark" rada psychedelic, kya dengerin The Strokes tahun 60-an, mungkin kalo pake Hammond Organ bakal lebih gokil jadinya.

Well, fellas, just wishing for the best!!

And enjoy the gig, lads!!

,

Chronograph's First Gig 2011

April 24, 2011 Samuel Yudhistira
Hualow kawan-kawan semua!! Apa Kabar??

BAIIKK!!

Sebelum gw mulai, SELAMAT HARI PASKAH dulu deh buat semua yang ngerayain (termasuk gw!)... GBU!

Dan gig kemaren tanggal 23 April 2011 berjalan SUKSES, bung! Gak ada hambatan yang berarti, semua beres! Kecuali mungkin absennya gitaris kita Aris Caesar yang bikin suara gitar gw jadi rada datar. Untung kondisi venue rame, jadinya semangat deh! hehehe

Kita nyampe sekitar jam 5-an, dan setelah urusan registrasi aneh bin ajaib yang beribet (suwer registrasinya berasa ikut lomba tujuhbelasan!) kita nunggu nama band dipanggil sebelum beraksi.

Tragedi pertama terjadi akibat kedodolan temen gw Restu a.k.a. Dukun yang dengan sangat cerdas dan kreatif memecahkan sebotol minuman, lebih sial lagi soalnya itu minuman isinya masih full!! Lumayan bung, 30 rebu terbuang... Tapi gpp, masih bisa cengar-cengir juga kita.

Dan akhirnya The Chronograph naik ke atas panggung setelah delay 1 jam (janjinya jam 19.20 tapi malah naik on stage jan 20.25!!). Dan semua itu dimulai...

Tanpa basa-basi langsung kita geber lagu pertama cover lagunya Arctic Monkeys yang judulnya "Dancing Shoes", gw liat para penonton sedikit bergoyang biar kata jempolnya doank yang goyang... Mungkin mereka masih berharap ada band yang bawain lagunya Justin Bieber (yang kebetulan hari itu manggung juga di Sentul).

Setelah sedikit bereksperimen dengan menutup lagu "Dancing Shoes" pake riff-riff bluesy tanpa banyak bacot langsung kita geber lagu kedua, lagunya The Chronograph sendiri "Against The Gravity". Wew, ternyata banyak juga yang demen, terlihat banyak orang yang manggut-manggut entah karena demen lagunya ato karena udah kobam, hehehe pokoknya asoooy!

Nah, pas lagu kedua selesai sebenernya ada rencana mo mainin lagu The Vaselines yang "Son of A Gun" tapi berhubung gw ragu sama waktu jadinya setelah mainin "Against The Gravity" dan permainan feedback sebentar, kita langsung off stage.

Kalo komen orang-orang kita terlalu singkat, gak banyak basa-basi, trus langsung cabut gak pake lama ato say goodbye sama crowd. Yah, gw juga bingung sih mo ngomong apaan, hehehe...

Overall, KEREN! Gig pertama di tahun 2011, gig pertama tanpa gitaris Aris Caesar, dan gig pertama di mana lagu "Against The Gravity" berkumandang.

GREAT NIGHT!!
Bertiga pun asooyy! Geber, bung!


Semakin memanas!!

Against The Gravity!






Erico in Action!

After gig nih, gw make jaket kulit biar mirip kya band Slayer! hehehe




, ,

Akhirnya...

April 13, 2011 Samuel Yudhistira
Setelah hampir setengah tahun tidak mencicipi yang namanya panggung akhirnya sodara-sodara sekalian yang berbahagia maupun yang tidak, yang tua maupun muda, yang cewek ataupun cowok, yang gila maupun waras THE CHRONOGRAPH is back in town, y'all!

Akhirnya ada gig juga, udah lama gak manggung, yahh lumayanlah buat pemanasan, siapa tahu nanti dapet gig berderet lagi kya dulu. Eehh btw ini gig pertama The Chronograph di tahun 2011 lhoooo! Moga-moga aja semuanya lancar dan gak bermasalah (AMINN!!!)...

*NOTE* it's gigs not giggs, beda arti itu! LOL!


Biar kata bukan penampil utama, tapi bisa dibilang: LUMAYAN! ^__^
, ,

Got Pictures?

July 31, 2010 Samuel Yudhistira
Attaboy, folks!

Kembali lagi menyebar ketakutan di sini! Wew wew wew...

Gig kemaren yang di Fatmawati ternyata fotonya udah diupload dengan sangat gemilang oleh Bung Erico. Some good some bad, tergantung yang ngeliat! hehehehe

Here's the pictures!





Nongkrong-nongkrong menggembel ria di venue....








Prepare, lads!




Ni dia bocah ajaib dari Sunter! ERICO!! menatap ke bawah berharap nemu recehan...


Let's start!! NEW YORK CITY COPS!!



ROCK ON!





1966 rocks the stage!




Yakk sebuah masalah teknis mengakhiri semuanya... hehehehe




, ,

Speechless

July 28, 2010 Samuel Yudhistira
Well...

Another story again, folks! Berhubung kemarin gw gak sempet sama sekali buat ngepost akhirnya sekarang baru sempet! ^___^

So, postingan kali ini bakal lumayan panjang, terlalu banyak cerita yang belom di-share di sini... Mulai dari gig,gila,gitting, and many more dah! Just stay,read,comment!

Here's the story...


Hmm 24 Juli, ada apakah di hari itu? Well, ada gig! Wehehhehe... Berlokasi di Fatmawati, Rossi Music.


Jujur aja gw gak punya gambaran venue kali ini karena pas technical meeting gw gak ikut gara-gara ada acara keluarga.

Jarak venue lumayan jauh jadi kita minta bantuan abangnya Erico (thx a lot, mate) buat nganterin kita ke venue, sekalian poto-poto... tapi belom diupload. No pic for this post! Mungkin nanti dah...

Jadi motor gw ditaro di rumah drummer The Chronograph, ANRI JUNUKA, merangkap sebagai pemilik sebuah warnet tak bernama... hehehehe

Nyampe di venue gw rada shock juga... Kagak ada plang namanya! Cuman sebuah ruko dengan kaca gelap rada dekil dengan banyak sticker-sticker band indie... Gw sempet bingung juga karena emang gak ada namanya samasekali, yang jadi patokan cuman gara-gara banyak anak-anak dengan baju band metal masa kini lagi nongkrong makan bubur.

Lho!? Metal kok makan bubur?? hehehehe


Well masuk ke venue mata gw tertuju ke segerombolan anak dengan rambut mohawk, buset dah... Anak street punk?

Yeah, anak street punk yang bener-bener punk! hehehehe Gw aja sempet kaget ngeliatnya, wah gile ni acara jangan-jangan isinya yg begonoan semua, tapi setelah gw nengok kanan-kiri ngeliat band-band lain, Oooh masih ada yang bajunya rapi! hehehhe.. that means, FREE FOR ALL! Siapa aja boleeh...

Well, pertanyaan muncul di benak gw, "Mana panggungnya? Suara berisik kedengeran tapi sama sekali gak ada panggung??" Oooh ternyata di atas toh!

Ayo kita naik tangga!

Lantai 1 = Masih siul riang gembira

Lantai 2 = Celingak-celinguk

Lantai 3 = Terdiam dan mulai bertanya-tanya

Lantai 4 = Capek *___*

And finally... venuenya tuh ada di Rooftop! Di atep! Pantesan kenceng bener suaranya, kagak ada peredam samasekali, yang jadi peredam supaya suaranya gak begitu menggelegar ke jalanan cuma suara bajaj ato metromini yang seliweran di jalan raya. Untung gw gak nyanyi lagunya Lost Prophets yang judulnya "Rooftops". Ntar malah dicap emo lagi... hehehehe

Done with the tetek bengek! Sekarang mari memantau dan berdoa supaya lancar! Untuk persiapan gw ama Aris udah dipersiapkan dengan efek-efek mangstap supaya kejadian di Ancol gak terulang! hehehe

Berhubung panitianya sama, jadi udah lumayan kenal-lah! Kebetulan juga pas kita masuk ke dalem venue yang lagi nampil itu band River of Joy yang tak lain dan tak bukan merangkap juga sebagai panitia acara. Thx a lot, folks!

Well, giliran kita naek panggung! Let's rock, gw udah siap sama Metalzone dan Fuzz Box, Aris bawa multieffect, we're totally ready to rock the stage!

Tapi...

Lhaa panitia nyediain effect gitar! walah... banyak malahan! Giliran kita bawa effect malah udah disediain eehh pas kita gak bawa malah gak ada effect sama sekali.

Unik emang dunia ini...

Okelah let's rock! Langsung aja sebuah lagu dari The Strokes "New York City Cops" digeber buat manasin suasana, gw sempet ngeliat beberapa orang ngangguk-ngangguk, tandanya demen ama lagunya...
Trus lagu kedua kita maenin lagunya Arctic Monkeys yang judulnya "Certain Romance" juga sukses, walaupun gw ngerasa intronya sedikit ngaco... hehehe

Dan sejarah tercipta...

Waktu gig di Tebet itu pertama kalinya lagu "Out of Control" dibawakan, dan sekarang lagu kedua kita "1966" untuk pertama kalinya berkumandang di Rossi Music. Spectacular! We made a history!

Bisa dibilang gig kemaren sukses! Satu-satunya masalah cuman masalah gitar yang sempet ngadat gak mau bunyi, but, it wasn't a big deal!


Turun dari stage langsung cabut, takut kemaleman, pamit sama panitia dan melangkah keluar. Eiittt! di seberang ada toko musik tuh! Liat-liat bentar nyokk!

Well, ada dua toko, di kiri gedungnya udah tua banget! Udah githu isinya kyanya kosong melompong githu, lampunya juga udah rada-rada burem githu, kesannya surem dah! Nah, toko sebelahnya justru kebalikan banget... Terang benderang banget! Udah githu di etalasenya gitar-gitar berderet... Karena kesan postifnya lebih banyak kita menyantroni terlebih dahulu toko yang di kanan, dan gw hampir gak percaya dengan apa yang gw liat... Damn! Kagak ada yang beres! Nothing special dah! Akhirnya kita gak lama ngeliat-liat dan langsung cabut...

Toko sebelah kiri?? Hmmm... what do u think? Kesannya sih surem banget... Tapi let's check it out dulu dah! Penjaganya bilang kalo gitar adanya di lantai dua...

Ok, pas jalan menuju tangga gw sempet ngelirik ke sebelah kanan tempat etalase githu, gilee... symbalnya branded semua! Aura positif mulai ngalir dah nih! ^___^

And you know what... GITARNYA BRANDED SEMUA!!!!

GILA!! GW sampe nganga pas ngeliat gitar ama bass yang dipajang di lantai dua, emang ruang pajangnnya gak mewah samasekali tapi barang yang dipajang amat sangat mewah... Dan yang bikin ngiler sebuah gitar Fender dengan cap SRV, ahhhh Stevie Ray Vaughan signature series!! Gilaaa, gw langsung ngambil dan sempet maenin dikit, pick up Texas Special... gilaa ngiler banget... sayang harganya bener-bener bikin mata jereng. Tulisannya sih "Call for price" tapi pantauan gw kalo harganya dikasi label kya begitu biasanya harganya fantastis.

Gak cuma Fender Stratocaster SRV Signature Series, ternyata di toko itu juga ada Fender Stratocaster Jeff Beck Signature Series!! Gilaa bener dah... bikin pusing dah. Ada Dean Guitar juga, trus ampli Fender Deluxe juga ada dan harganya bikin semaput, daripada ntar gw koleps di sono mending buru-buru cabut dah! hehehe

Pelajaran: DON'T JUDGE THE BOOK BY IT'S COVER!! Ternyata emang bener-bener nyata kata-kata tersebut...


,

Someday...

July 19, 2010 Samuel Yudhistira
In many ways... They'll miss the good old days.... Someday....someday!

Lho!? Koq nyanyi??

Eniwei ada 2 gigs yang belom gw ceritain berdasarkan dua postingan gw sebelumnya,tentang gig gw di Equal Park dan Pasar Seni Ancol. Beda tempat satu nasib: Hancur!


Mungkin yang di Equal Park dulu...

Walaupun udah gw beberkan kebobrokannya tapi sidestorynya belom! (Biar kya Naruto!). Dan sat hal yang paling gw inget pas gig ini adalah: HUJAN DERAS! Dan sepanjang Jalan Jaksa banjir, ujannya tuh deres banget emang hari itu, lebih mirip badai kalo menurut gw! Gokil!

Dan 1 jam lebih gw nunggu di basement bareng si Aris ujannya gak reda-reda padahal jam 7 gw juga ada acara lain... So nongkrong under the basement jadi pilihan paling masuk akal buat gw, sambil mandangin ujan dan si Aris juga mau sholat... tapi abis itu... Yah lumayan dapet temen bengong... hehehhe

Yang kasian pas balik... setelah ujan reda gw ama Aris cabut, eeh pas udah mau nyampe tiba-tiba ujan deres banget turunnya mendadak gak pake intro! (gerimis dulu...) dan jelas... BASAH KUYUB! Batal dah acara kedua gw...

So...

The next is Pasar Seni Ancol!

Nyampe di lokasi gw udah lumayan keder sama urusan akomoadasi masuk... tapi it's not a big deal! Masuk lancar-lancar ajah. Sampe di Pasar Seni suasananya sepi banget! Lagian kan kita nyampe sekitar jam 5 trus manggung sekitar jam 8 jadi acaranya belom rame banget, awalnya kita sempet ragu sama tempatnya, takut salah venue! Kan gak lucu tau-tau kita udah nongkrong lumayan lama di sono tapi ternyata panggungnya bukan di situ, tapi setelah dapet konfirmasi dari back stage kita udah rada lega dah. Dan berhubung pada laper, let's get chow! A&W jadi saksi kebinalan The Chronograph...

Kenyang...kenyang... Ok! Kita balik ke venue... tau-tau... Lho!? koq sepi??

Lhaa... itu koq ada layar tancep???

Ternyata pemutaran film, panitia emang udah ngasih tau soal film, tapi koq yang diputer film "Angling Dharma"? Katanya Benyamin The Movie??

Nevermind ahh! Yang penting nonton! hehehehe...

Jadwalnya: The Chronograph on stage abis film, sekitar jam 8-an, Faktanya: JAM 10 lewat!

Udah pada ngantuk, termasuk gw... sempet tidur malahan...

Dan penampilan ancur banget... Malu gw nyeritainnya... well, sometimes a lie is better than the truth!

See yaa lads!!


, ,

Next Gig! The Chronograph!

July 15, 2010 Samuel Yudhistira
Yihaa! We got the gig! Yeay! Setelah kejadian gila di Jaksa yang gw uraikan pada postingan sebelumnya, sekarang kita akan kembali mengguncang Jakarta (lebay!!).

Another gig, folks! We'll gonna have some fun! Y'all never ever forget this one!

Check this out!








THE CHRONOGRAPH!

Moga-moga aja GIG kali ini bakal gokil dan rame dan soundnya bagus!
, ,

The Dream of Bocah Impian! Yeay! ^___^

July 07, 2010 Samuel Yudhistira
Dream...

Sebuah impian terbesar gw dalam hidup adalah: BANTING GITAR, BAKAR! yeay! just like Hendrix did! He was my huge influence!

Apa sebenarnya makna banting-banting gitar? pamer? kebanyakan duit? ato emang mabok?

No man! There is an art! It is art! Part of the music itself!

Kalo katanya Jimi Hendrix "The time I burned my guitar it was like a sacrifice. You sacrifice the things you love. I love my guitar." yeah! Hendrix...





Dan urusannya ama impian gw adalah: Gw hampir mewujudkan impian gw tersebut! Tepatnya kemaren tanggal 3 Juli 2010 di sebuah gig The Chronograph gw ama Erico hampir aja ngancurin alat masing-masing (gw gitar doi bass).

What's the matter? Terlalu banyak make LSD? Ato terlalu psychedelic? Gile, kagak ada hubungannya! Cuman gara-gara kecewa sama kualitas sound tempat kita gig kemaren! That's all! Gak mungkinla h gara-gara LSD! hehehe...



Eniwei, kejadian kemaren itu tepatnya terjadi abis kita maenin lagunya Wolfmother yang judulnya "Joker and Thief"... sebenernya pas lagu ini gak terlalu banyak masalah tapi pas mainin The Strokes yang judulnya "You Only Live Once", beeh sound was so bad! Gila! Ampli bass-nya ancur pisan!

Makanya pas "Joker and Thief" mainnya liar banget! Wild Thing! Dan lagu selesai Erico ngebanting bass-nya! Spontan gw langsung nyopot kabel jack gw, copot strap, dan BANTING GITAR GW JUGA! Wuhuuuu! Rock 'n roll rules!

Aris?

Doi asik maenin feedback! Lagian dia make gitar abang-nya Erico yang kebetulan turut hadir dalam pesta dukacita tersebut. Kalo dibanting lo tahulah resikonya... hehehehe...

Lagian kalo lo mau belajar ngancurin gitar lo perlu belajar dari para legenda berikut!



Pete Townshend orang pertama yang ngancurin gitar di atas panggung dan bisa dibilang sebagai pemain gitar terliar setelah Hendrix. Gitaris The Who yang memang mendapat reputasi sebagai "penghancur gitar" pertama di dunia ini kalo di atas panggung lebih mirip pemain sirkus dibanding pemain gitar! Gayanya gokil!



The Best Rhythm player ever!

Untuk tahun 90-an cuma ada satu panutan pasti dalam hal atraksi gila:



Kurt Cobain, The King of Grunge

Dikenal juga punya reputasi dalam hal ngancurin gitar... Aksi panggung bener-bener mantep. Satu-satunya orang yang gak pernah ngerapiin rambut di atas panggung biar kata rambutnya udah nutupin muka sekalipun tetep aja didiemin. Rock on!

Eniwei...

salah kegilaan Hendrix yang terekam: BAKAR GITAR!


, ,

NO GIG TODAY!

June 24, 2010 Samuel Yudhistira
No gig today! Yeah!

You know, kadang sebuah keputusan harus diambil demi harga diri!

Termasuk urusan gig yang menurut gw sangat sakral. We're rock 'n roll, but sometimes we need some respect! Dan gw gak malu akan itu, kalo ada sesuatu yang salah dengan apa yang gw mau gw bakal tinggalin! Take it or leave it or fuck it! Yeahh! I'd rather be dead than cool!. So here's the whole story!


Well, ada kabar yang luar biasa mantep dari panggung sebuah pensi di Jakarta, The Chronograph cabut manggung gara-gara kualitas alat yang dinilai buruk dan jauh dari memuaskan.

Jujur aja sejak tragedi Bintaro gw jadi sedikit trauma kalo maen ama alat yang sedikit ancur, dan emang dari pas gw ngeliat alat-alatnya gw langsung ilfil banget!

Dan akhirnya voting bersama memutuskan kalo kita mendingan cabut daripada mesti malu di atas panggung. Dan band-band sebelumnya yang nampil sebelum kita juga suggest supaya kita gak usah nampil, daripada ntar malu. Well, we're out!!




Cuma sekedar promosi!

Dan gobloknya kita malah latihan di studio! hehehe...

Lebih puas katanya!



, ,

A View From The Worst Gig

June 21, 2010 Samuel Yudhistira
Well well well....

Gig yang kemaren buat kita berhasil menorehkan sejarah baru sebagai "The Worst Gig Ever". Congrats buat kita semua! hiks... hiks...

Tapi ada side story-nya! Biar gak kalah ama Naruto! hehehe...

After gig party kita adakan di 7eleven di daerah Menteng, Jakarta Pusat setelah perjalanan gila ke Bintaro...



Seperti biasa kalo ada gig, pas hari H kita udah stand by di rumah sang maestro kecrekan Erico. Doi menjabat sebagai bassist di The Chronograph. Karena kali ini gig kita lokasinya amatlah jauh dari rumah, kita berangkat 2 jam sebelum acara. Udah diperingatin sih, karena gak ada mobil kita ke sono bakalan naek motor! wtf?

Karena itu sebelum berangkat kita pemanasan biar pantat kagak kram! hehehe...

Cerita pas perjalanan terlalu geblek untuk diceritain, Anri (drum) hampir menabrak beberapa mobil setelah matanya meleng gara-gara ngeluat cewe, walhasil doi akhirnya dilabrak ama ibu-ibu galak di daerah Cipulir... hehehehe, konsentrasi boss!

Nyampe di venue jantung gw dagdigdug pas mendengar suara lagu yang gak asing lagi, "Through Struggle", lagunya As I Lay Dying. Artinya, INI ACARA METAL!! waaa

No place for Indie Rock!

Dan masalah sound emang jadi masalah besar banget kemaren... huuuuuuuu!!

beberapa aksi yang tertangkap kamera (thx buat Omet ama Erico!)




Foto resmi nih! hehehe



Bawain Joker & Thief by Wolfmother!








Akhirnya gw nyanyi tanpa gitar gara-gara masalah teknis! huuuuu!! Padahal ni pas bawain lagu kita sendiri, "Out of Control"....




Memandangi panggung, I was so mad!


Dan saatnya after gig!!!


Duo maut makan mie! hehehe



Drink-drink hehehe minum-minum!




















Dan next gig....


WE ARE SOOO READY TO RAWK!!!!